Site icon nuga.co

Ke Final LC? Itu Bukan Prestasi Bagi Juve

Juventus melangkah ke babak final Liga Champions usai menyingkirkan AS Monaco dengan skor agregat empat gol berbanding satu gol di semifinal.

Setelah kemenangan dua gol tanpa balas  pada leg pertama di Stade Louis II pada pekan lalu, pada Rabu dini hari WIB, 10 Mei,  Juventus menang atas Monaco dengan skor dua gol berbanding satu gol pada leg kedua di Turin, Italia.

Euforia menembus kembali ke final dengan mayoritas skuat yang sama pada Liga Champions dua tahun silam pun membahana di Stadion Juventus,

Gol pertama Juventus lahir  lewat kaki Mario Mandzukic. Gol ini berawal dari umpan silang yang dikirimkan oleh Dani Alves dan disambut sundulan kepala Mandzukic.

Kiper AS Monaco, Danijel Subasic sukses membendung sundulan Mandzukic namun bola liar kembali mengarah pada Mandzukic.

Mantan striker Bayern Munich itu tak menyia-nyiakan kesempatan kedua yang datang padanya. Mandzuki sukses menaklukkan Subasic lewat tendangan dari jarak dekat.

Satu menit jelang babak pertama berakhir, Juventus menggandakan keunggulan jadi dua gol lewat gol indah yang dicetak Dani Alves.

Pemain asal Brasil itu melepaskan tembakan voli dari luar kotak penalti yang bersarang telak di gawang Monaco.

Tertinggal dua gol di babak pertama dan empat gol dalam agregat keseluruhan tak menyurutkan semangat Monaco di sisa laga

Skuat asuhan Leonardo Jardim itu tetap bermain penuh semangat di babak kedua.

Monaco tanpa ragu bertukar serangan dengan Juventus dan upaya Monaco ini membuahkan hasil

Keberhasilan Joao Moutinho menerobos sisi kanan pertahanan Juventus dilanjutkan umpan ke arah Kylian Mbappe. Mbappe mampu lepas dari kawalan pemain Juventus dan sukses menceploskan bola dari jarak dekat.

Setelah gol Mbappe, Monaco terus berusaha mencari gol tambahan ke gawang Juventus. Namun hingga wasit meniup peluit, tak ada gol tambahan yang tercipta.
Juventus kini menunggu pemenang duel Real Madrid lawan Atletico Madrid. Pada leg pertama, Real Madrid mampu menaklukkan Atletico Madrid dengan skor telak tiga gol berbanding satu gol

Kemenangan itu pun dinikmati Paulo Dybala, salah satu motor serangan Juventus untuk keberhasilan ini.

“Kami sudah bermain di banyak pertandingan pada musim ini. Keberhasilan ini luar biasa, tapi segalanya masih belum berakhir,” ujar Dybala seperti dikutip Mediaset Premium.

“Saya sendiri berharap bisa menentukan kemenangan tim, tapi yang terpenting adalah kami menang. Ini jadi malam yang takkan pernah saya lupakan, tapi masih banyak hal yang harus kami lakukan,” kata pria yang memiliki selebrasi khas Dybala Mask tiap kali usai mencetak gol tersebut.

Sementara itu kiper “gaek” Juventus, Gianluigi Buffon menegaskan keberhasilan masuk ke final Liga Champions tak akan diingat bila mereka gagal mengakhirinya dengan titel juara di tangan.

“Kami saat ini sudah ada di final dan saya tak akan mengatakan masuk ke final adalah tujuan awal kami, karena masuk final sama sekali tak terhitung sebagai sebuah prestasi.”

“Saya sangat gembira bisa melaju ke final dalam kondisi terbaik dan tak bisa dibantah bahwa bila saya tak berada di klub besar dengan rekan setim yang hebat, maka saya tak akan mungkin kembali berada di final Liga Champions,” ujar Buffon seperti dikutip dari Football Italia.

Buffon secara tegas mengungkapkan bahwa dirinya sempat pesimis bisa mendapatkan kesempatan untuk kembali berlaga di final Liga Champions usai kalah di final dua tahun lalu.

“Setiap orang berpikir bahwa dua tahun lalu adalah final Liga Champions terakhir saya, dan saya pun membuat hipotesis seperti itu.”

“Namun saya sendiri tetap percaya dan terus berusaha mewujudkan mimpi tersebut,” kata mantan kiper Parma ini.

Buffon sendiri mengakui duel leg kedua lawan Monaco tidaklah berjalan mudah meskipun Juventus membawa keunggulan 2-0 dari leg pertama.

“Laga ini berjalan sangat sulit bagi kami meskipun kami telah menang 2-0 di leg pertama. Andai saja kami bersikap arogan di leg kedua ini, maka kami pastinya akan mendapatkan banyak momen yang sulit.”

“Kami pun tetap menghadapi momen sulit, namun dengan mentalitas yang tepat, kami bisa melaluinya,” tutur Buffon.

Exit mobile version