Site icon nuga.co

Juergen Klopp Gantikan Rodger di Liverpool

“Berndan Rodger Di Pecat.” Itulah “headline” hampir semua media Inggris, Senin, 05 Oktober 2015.

“Daily Mail, Mirror, Guardian, The Telegraph,” dan bahkan “Sky Sports” membatalkan berbagai acaranya dan langsung menghadirkan para analisisnya seperti Gary Neville, Jamie Caraggher dan Martin Keown untuk membahas pemecatan Rodgers dalam siaran “live’ yang menghebohkan.

Tidak hanya membahas pemecatan Rodgers, Sky Sports juga langsung “menunjuk” Juergen Klopp, mantan pelatih Borussia Dortmund, sebagai manajer baru di Anfield.

“Saya sudah mendengar dari manajemen Liverpool bahwa mereka telah mendapatkan persetujuan Klopp untuk datang ke Anfield,”kata Neville meyakinkan.

Bersamaan dengan hebohnya media tentang pemecatan Rodgers, Liverpool sedang berburu untuk mendatangkan arsitek baru bagi skuat The Reds.

Seperti dilansir Liverpool Echo, pemilik Liverpool, Fenway Sports Group kini bersiap mendekati Juergen Klopp yang saat ini masih menganggur.

Bahkan, sebelum Rodgers resmi dipecat seusai Liverpool bermain imbang dengan Everton, media asal Bosnia, Pravdabl, memberitakan Klopp beserta asistennya asal Bosnia, Zeljko Buvac, telah setuju menangani The Reds.

Pravdabl juga mengklaim Klopp dan Buvac telah menyepakati kontrak berdurasi tiga tahun dengan klub asal Merseyside tersebut.

“Pencarian manajer baru telah dilakukan dan kami berharap segera dapat mengumumkan manajer baru,” ujar pernyataan gabungan dari dewan direksi Liverpool: John W Henry, Tom Werner, dan Mike Gordon, seperti dilansir situs resmi klub.

Rodgers bergabung ke Anfield pada Juni tiga tahun lalu. Mantan manajer Swansea City itu pada musim pertamanya membawa Liverpool finis di peringkat ketujuh pada klasemen akhir Liga Primer Inggris.

Semusim berikutnya, Rodgers nyaris mengakhiri puasa Liga Primer Liverpool selama dua puluh empat tahun terakhir.

Nahas, akibat terpeleset di pekan-pekan terakhir, Liverpool hanya mampu mengakhiri musim di peringkat kedua densan selisih jumlah dua poin dari juara saat itu, Manchester City.

Meski gagal mempersembahkan trofi untuk Liverpool sejak dipercaya menangani, Rodgers memiliki satu catatan statistik yang bisa dibanggakan.

Seperti dikutip dari Opta, Rodgers merupakan pelatih kedua Liverpool dalam sejarah Liga Primer yang memiliki persentase terbaik. Dan hanya kalah dari Rafael dalam persentase kemenangan.

Rodgers merupakan manajer ketujuh Liverpool sepanjang era Liga Primer, dan tidak ada manajer yang mampu mempersembahkan gelar Liga Primer. Sedangkan tujuh manajer sebelum era Liga Primer berhasil memberi tiga belas gelar liga.

Liverpool memutuskan melakukan pergantian manajer di saat Liga Inggris musim ini berjalan delapan pekan.
Keputusan yang beresiko besar karena “The Reds” bakal menjalani suasana baru dan dituntut untuk bisa beradaptasi dalam waktu cepat.

Sebelum memastikan Juergen Klopp sebagai pelatih, ada nama lain yang digadang-gadang Liverpool. Dia adalah Carlo Ancelotti

Pelatih dengan jam terbang yang sangat tingg ini merupakan salah satu pelatih kawakan yang sudah memiliki reputasi besar di Eropa. Pengalamannya menangani klub-klub besar bakal membuatnya mudah beradaptasi dimanapun dirinya berada.

Ancelotti pernah melatih di Italia, Inggris, Prancis, dan Spanyol. Hal itu yang membuatnya sudah tidak kaget dengan berbagai perbedaan iklim sepakbola, termasuk di tanah Inggris.

Setelah pekerjaan debutnya sebagai pelatih Juventus yang berakhir tanpa gelar, kemanapun Ancelotti setelah itu, ia sukses menghadirkan gelar bagi timnya.

Ancelotti sukses membuat Milan berjaya di era dua ribuan dengan dua trofi Liga Champions. Ia mampu memberikan trofi Liga Primer Inggris kepada Chelsea.

Ancelotti sukses mengantar Paris Saint-Germain menjadi yang terbaik di Ligue 1, dan ia pun tercatat dalam sejarah Real Madrid sebagai pelatih yang menghadirkan ‘La Decima’.

Namun semua sukses Ancelotti itu harus diingat tak lepas dari materi pemain-pemain hebat yang dimiliki oleh tim tempatnya bernaung. Milan, Chelsea, PSG, dan Madrid sama-sama memiliki materi tim yang berkualitas A sehingga logis dan sejalan dengan target meraih trofi juara.

Namun begitu, pilihan Liverpool terhadap Klopp juga tak salah.

Juergen Klopp adalah favorit lain yang diinginkan oleh banyak pendukung Liverpool untuk mengisi posisi manajer.

Keberhasilan Klopp membangun Borussia Dortmund sampai akhirnya sempat menggusur dominasi Bayern Munich merupakan sebuah torehan prestasi yang luar biasa.

Keberhasilan itu pula yang sepertinya bisa klop dengan niat Liverpool mengembalikan era kejayaan mereka karena Klopp memang lebih mengutamakan kolektivitas tim dibandingkan nama besar.

Masalah yang ada bila menunjuk Klopp adalah Klopp belum berpengalaman terjun di Liga Inggris. Pengalaman pertama akan selalu menyenangkan namun pastinya pendukung Liverpool tak rela jika tim kesayangannya hanya dijadikan tempat untuk menuai pengalaman tanpa timbal balik berupa prestasi.

Perburuan dengan waktu inilah yang bakal jadi tantangan Klopp.

Klopp butuh waktu untuk membangun Dortmund jadi tim besar dan ia belum tahu seberapa besar batas kesabaran yang dimiliki oleh pendukung Liverpool yang selama ini lapar gelar untuk mengerti butuh waktu yang tak sebentar untuk bisa membangun kembali Liverpool.

“Liverpool butuh waktu, tak peduli apakah saya ataupun orang lain yang berada dan duduk di kursi manajer,” ucap Brendan Rodgers

Satu kesalahan Liverpool musim ini adalah tak segera mengganti Rodgers ketika musim panas lalu andai manajemen memang sudah memiliki keraguan atas kinerja Rodgers. Bila saja pergantian manajer dilakukan pada musim panas, maka manajer baru akan punya waktu lebih banyak untuk mengenal pemain dan tim.

Dengan kondisi saat ini, manajer baru terpilih nantinya, entah itu Ancelotti, Klopp, ataupun lainnya bakal menjalani start tidak dalam kondisi ideal.

Ia dituntut harus bisa memperbaiki performa dan peringkat Liverpool di saat papan klasemen menunjukkan Liverpool sudah memiliki defisit angka dari tim-tim besar lainnya.

Kini target paling realistis bagi manajer baru tentu saja bukan trofi juara, melainkan cukup dengan sebuah tiket menuju Liga Champions musim depan.

Exit mobile version