Site icon nuga.co

Jose Mourinho Dipecat dari Chelsea

Benar saja. Tidak lagi spekulasi.

Jose Mourinho dipecat dari Chelsea.

Dan Mou, begitu ia disapa, lantas menangis.

Ya Jose Mourinho menangis ketika diberitahu bahwa ia di pecat dari Stamford Bridge.
Mou pun punya alasan kenapa ia menangis.

“Ini untuk pertama kali selama berkarir sebagai pelatih saya dipecat,” ujar Mourinho kepada “sky sports tv,” Jumat, 18 Desember 2015.

Manajer pemenang gelar di empat liga top berbeda juga peraih sepasang trofi Liga Champions itu kini statusnya menganggur.

Tangis The Special One ini terjadi ketika ia tampak disorot kamera dan diunggah dalam video yang dilansir Sky News.

“Usai rapat dadakan digelar dan berbuah keputusan pemecatan terhadapnya, Mou yang menyampaikan salam perpisahan pada sesi latihan pagi KamisWIB, pulang sembari menutupi wajahnya dengan topi,” komentar sky news.
.
Diyakini pelatih asal Portugal tersebut tak kuasa menahan adukan emosi yang ada di dalam hatinya.

Seperti diketahui, Mou berulang kali menegaskan bahwa Chelsea adalah klub yang selalu dicintainya.

Kini kita tinggal menanti aksi lanjutan Mou, apakah akan beristirahat sampai akhir musim atau bergabung membesut klub besar lainnya.

Pelatih Middlesbrough Aitor Karanka mengungkapkan keterkejutannya dengan keputusan Chelsea memecat Jose Mourinho semalam.

Karanka, yang pernah menjadi asisten Mourinho di Real Madrid, mengungkapkan keputusan Chelsea tak akan mempengaruhi kualitas dan kelas Mourinho.

“Jose adalah yang terbaik. Keputusan pemecatan tersebut mengejutkan saya,” kata Karanka, Jumat, 18 Desember 2015.

“Ini menjadi pertama kalinya ia berada di situasi ini. Ia masih pelatih terbaik di dunia,” tandasnya.

Tidak hanya Karanka. Thierry Henry, merasa miris atas pemecatan Mou dan ia menyatakan akan berpikir dua kali untuk menjajal profesi sebagai pelatih.

Henry menilai bahwa manajer akan memiliki daya tawar sangat lemah jika terlibat pertikaian dengan para pemain.

“Karena Anda tidak bisa memecat para pemain, maka yang bisa Anda lakukan adalah mengincar sang manajer. Sekarang saya berpikir ulang apakah saya akan menjalani profesi yang tepat,” kata Henry kepada Sky Sports TV.

Selain menjalani profesi sebagai pengamat sepak bola, Henry kini sedang mengambil kursus kepelatihan UEFA sejak Januari lalu.

Penyerang tersubur dalam sejarah Arsenal itu memimpikan suatu saat kembali ke Stadion Emirates dan memimpin The Gunners sebagai pelatih.

Pemecatan yang terjadi pada Mourinho kini turut mempengaruhi langkah Henry untuk menjadi seorang pelatih.

Di mata Henry, tak seharusnya tanggung jawab keterpurukan Chelsea dilimpahkan sepenuhnya kepada Jose Mourinho.

“Para pemain seharusnya juga dimintai tanggung jawab. Yang terjadi di beberapa pertandingan bukan seluruhnya salah Mourinho. Para pemain menunjukkan minim gairah dan komitmen,” kata Henry.

Senada dengan Henry, mantan kapten tim nasional Inggris dan Newcastle United, Alan Shearer, juga mengatakan bahwa pemain The Blues terlihat tidak memikul beban atas kemerosotan prestasi Chelsea di Liga Inggris.

“Para pemain benar-benar tidak menunjukkan performa mereka dan sekarang mereka harus memberikan jawaban. Mereka telah mengecewakan klub dan sang manajer.”

Media Inggris The Times mengungkapkan bahwa sempat ada pertikaian antara Cesc Fabregas dan beberapa pemain U-21 Chelsea pada sesi latihan terakhir Jose Mourinho sebagai manajer.

Mourinho memimpin sesi latihan terakhirnya pada Rabu. Ketika itulah terjadi pertikaian antara para pemain akademi dan pemain senior Chelsea.

Kisruh ini dimulai ketika Fabregas menekel keras salah seorang pemain U-21 Chelsea.

Beberapa pemain muda The Blues merespons hal tersebut dengan mendorong dan menyudutkan Fabregas, yang kemudian disambut oleh reaksi para pemain senior yang membela Fabregas.

Insiden ini menjadi simbol hari-hari terakhir Mourinho bersama The Blues yang dipenuhi dengan pertikaian dan saling tuduh dengan pemainnya.

Masih dikabarkan The Times, pemecatan Mourinho juga memecah belah skuat Chelsea dengan banyak di antara pemain sedih karena ia dilepas, namun beberapa dari mereka senang karena Mourinho hengkang.

Di antara beberapa pemain senior yang sebelumnya pernah bekerja dengan Mourinho, ada kesadaran bahwa teknik Mourinho dalam menangani pemain dan ruang ganti telah menurun.

Beberapa pemain berpengalaman dicadangkan tanpa penjelasan, sementara pemain muda diperlakukan dengan keras.

Fabregas sendiri menjadi pemain pertama yang memberikan tribut kepada Mourinho. Bagi eks pemain Barcelona ini Mourinho adalah alasan ia menolak tawaran Arsenal dan lebih memilih Chelsea ketika kembali ke Liga Inggris dua musim lalu.

“Terima kasih atas semua yang telah engkau lakukan untuk saya,” kata Fabregas melalui cuitannya.
“Saya berutang banyak padamu dan kami semua akan merindukanmu.”

Exit mobile version