Site icon nuga.co

Italia Kalahkan Meksiko, Prandelli: “Ini Kemenangan Balotelli”

“Azzurri” dan Balotelli adalah dua dari sisi satu mata uang. Italia boleh diremehkan dalam kualifikasi liga di Europa. Balotelli pun juga boleh di jahili dan di”rasis”i dalam teriakan publik di laga-laga lokal dan regional. Tapi Italia dan Balotelli adalah pesona sebuah pertandingan karena keduanya saling membutuhkan.kemenangan.

Buktinya, Italia yang masih berkutat dengan materi pemain, dan Prandelli mencampur antara senior dan junior, sukses menaklukkan Meksiko, 2-1, pada babak penyisihan Grup A Piala Konfederasi 2013 di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, dini hari WIB.

Dan salah satu pemain yang berhasil memetik strategi Prandelli ini adalah, Mario Balotelli yang menjadi aktor kemenangan “Gli Azzurri” dengan mencetak gol penentu pada babak kedua.

Prandelli tak punya pilihan untuk menghadapi Piala Konfederasi ini. Ia “terpaksa” mencampur para pemain senior dengan junior untuk ikut serta di turnamen empat tahunan ini. Bagi Prandelli, Piala Konfederasi 2013 menjadi batu loncatan untuk tampil baik bila lolos ke Piala Dunia 2014 di Brasil tahun depan.

“Kompetisi ini akan membantu kami meningkatkan semangat tim. Ini juga memungkinkan kami melihat kemampuan beberapa pemain yang bisa digunakan untuk masa depan,” jelas Prandelli.

“Kami telah memulainya melawan Meksiko. Mereka kuat, dengan menggunakan kombinasi kecepatan dan teknik. Meksiko tak datang ke sini bukan untuk main-main. Meksiko membawa kualitas, dan serangan mematikan,” kata Prandelli.
Tidak hanya Balotelli, Andrea Pirlo mengubah pertandingan menjadi “Pirlinho.” Dan sebagaimana selayaknya pemain-pemain berdarah Brasil, dia menyihir publik yang mengelukan namanya.

Bahkan sebelum menjalani laga dengan Uruguay di pertandingan pertama Piala Konfederasi, Pirlo sudah menyebut kalau pertandingan ke-100 itu akan jadi momen spesial baginya. Di atas lapangan, Pirlo benar-benar tampil spesial. Dia membantu Gli Azzurri memetik kemenangan.

“Itu perasaan yang luar biasa bisa mencapai 100 caps dan menandainya dengan gol di stadion bersejarah seperti Maracana. Itu sesuatu yang hanya bisa mimpikan sejak kecil,” sahut Pirlo usai pertandingan.

“Itu salah satu gol yang saya cetak dengan tendangan bebas. Saya senang dengan kemenangan yang didapat dan saya membuat fans bergembira. Kiper? Dia melompat untuk menjangkaunya dan mungkin dia tak akan bisa menjangkaunya,” lanjut eks AC Milan dan Inter Milan itu.

Hal unik lain dialami Pirlo dalam laga tersebut adalah publik Maracana yang memberikan dukungan luar biasa padanya. Bahkan sebelum dirinya mengeksekusi tendangan bebas yang kemudian jadi gol, penonton sudah meneriakkan namanya. Bukan dengan sebutan Pirlo, tapi Pirlinho.

Selain 100 caps dan gol tendangan bebas yang indah, Pirlo (34 tahun dan 38 hari) kini juga tercatat sebagai pemain tertua kedua yang mencetak gol di Piala Konfederasi setelah Lothar Matthaus (38 tahun dan 129

Kemenangan ini membawa Italia menyamai perolehan poin tuan rumah, Brasil, dengan mengumpulkan tiga poin. Italia hanya kalah selisih gol dari Brasil yang pada laga sebelumnya menang telak 3-0 atas Jepang.

Meksiko dan Italia sama-sama langsung menerapkan strategi tempo cepat pada laga perdana mereka di Piala Konfederasi 2013 itu. Kedua tim saling jual-beli serangan sepanjang babak pertama berlangsung.

Tujuh menit laga berjalan, Italia mendapat kesempatan emas membuka skor. Umpan silang mendatar Riccardo Montolivo disambut sambaran Balotelli, yang ternyata mampu diselamatkan dengan baik oleh Jose Corona.

Gol pembuka pun baru hadir pada menit ke-27. Adalah Andrea Pirlo yang memaksa Corona memungut bola dari gawangnya, setelah tembakan bebas Pirlo melesat mulus ke jala Meksiko. Gol tersebut terasa spesial bagi Pirlo karena dicetak pada laga ke-100 bersama Italia.

Akan tetapi, keunggulan Italia tak berlangsung lama. Memasuki menit ke-34, El Tri sukses menyamakan kedudukan melalui tembakan penalti Javier “Chicharito” Hernandez.

Penalti diberikan setelah Andrea Barzagli melakukan blunder yang membuat Dos Santos tinggal sendirian di dalam kotak penalti. Barzagli terpaksa menghentikan Dos Santos yang leluasa di depan gawang Italia. Wasit Enrique Osses dari Cile tak segan menghadiahi Meksiko tendangan penalti, serta kartu kuning untuk Barzagli. Skor babak pertama berakhir 1-1.

Meksiko lebih banyak menjalankan strategi serangan balik dengan mengandalkan kecepatan Dos Santos, Guardado, dan Chicharito. Namun, rapatnya lini belakang Italia pada babak kedua membuat segala usaha Meksiko berujung kegagalan.

Italia mencoba melakukan penyegaran pemain dengan memasukkan Alessio Cerci mengganti Marchisio pada menit ke-68. Masuknya Cerci semakin menambah daya gedor Gli Azzurri.

Hasilnya terbukti tepat. Pada menit ke-78, Mario Balotelli sukses mencetak gol kedua untuk Italia. Lepas dari pengawalan Maza Rodriguez, Bolatelli tanpa ampun melepaskan tembakan keras, yang meski sempat mengenai kaki Corona, tetapi tetap melesat ke gawang Meksiko.

Meksiko berusaha keras membalas gol Balotelli. Namun, hingga bubaran, skor tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan Italia.

Exit mobile version