Site icon nuga.co

“Ini Dia Pelatih Tak Mau Teriak di Lapangan”

Apa yang membedakan Louis van Gaal dengan para manajer tim di Premier League? Surat kabar terbitan London “Mirror” menyebutkan, van Gaal lebih sering tampak duduk di kursi cadangan ketika timnya bertanding.

Dalam sejumlah kesempatan, ia tampak memberi pesan dan instruksi kepada pemain melalui asistennya, Ryan Giggs.

Terhasap kebiasannya berada di “bench” tim bersama pemain dan asisten pelatih, Louis van Gaal mengungkapkan, ia lebih bisa menilai efektifitas pemain dan membahasnya bersama staf kepelatihan.

Ia dengan sedikit sinis menilai tindakan pelatih yang memberi instruksi kepada pemain dengan berteriak-teriak di pinggir lapangan adalah sebuah kekeliruan

Menurut Van Gaal, seorang pelatih harus bisa mendidik pemain untuk memahami permainan dan mengambil keputusan seiring bertambahnya jam terbang.

“Ketika saya berteriak, saya tak melihat hal itu memberi pengaruh. Para pemain tak memahami Anda.
Mengingat seruan-seruan dari supporter tak akan menghalangi instruksi manajer kepada pemain. Mereka pasti tidak bisa memahami apa yang Anda teriakan”

“ Itulah kenapa saya selalu ada di kursi cadangan. Anda telah melatih mereka untuk membaca permainan,” ujar Van Gaal.

“Membaca permainan lebih penting karena mereka menjadi lebih terlibat dengan permainan. Itu membuat mereka mengambil keputusan sendiri. Ini seperti anak-anak. Anda mendidik mereka,” lanjut Van Gaal.

MU malam ini, Jumat, 26 Desember 2014, akan melakoni pertandingan Premier League melawan Newcastle United, yang dilatih salah satu manajer paling vokal, Alan Pardew.

Sepanjang karier sebagai pelatih di Premier League, Pardew beberapa kali mendapatkan masalah karena aksinya di pinggir lapangan, antara lain diskors dua pertandingan karena mendorong hakim haris Peter Kirkup dua tahun lalu.

Musim lalu, Pardew diskors tujuh pertandingan karena menanduk pemain Hill City, David Meyler.

“Saya tak pernah berkelahi. Saya hanya menggunakan mulut saya. Saya tak pernah menggunakan tangan atau melakukan hal seperti itu,” ujar Van Gaal.

Tentang kebiasaan van Gaal ini, mantan manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, menilainya positif.

Louis van Gaal adalah sosok tak mau merepotkan pemain dan ia lebih konsentrasi untuk membaca permainan dari “bench”

Menurutnya, van Gaal memberikan kewenangan kepada asistennya Ryan Giggs untuk menyampaikan pesan atau iinstruksi dan itu bagus untuk MU.

“Louis adalah seseorang yang saya sebut sebagai manajernya para pelatih. Dia adalah salah satu orang yang sangat berkomitmen dan profesional. Sepak bola adalah hidupnya dan ia paham tentang itu dan tidak perlu harus mentang-mentang,” ungkap Ferguson.

“Di mana pun dia melatih, setiap pesepak bola akan belajar darinya. Dia kembali menunjukkannya saat melatih Belanda di Piala Dunia. Saya menyukai Louis dan akan selalu memiliki hubungan baik dengannya. Jika memilih satu kata untuk menilainya adalah ‘tangguh’.”

“Dia selalu mendorong untuk memainkan sepak bola atraktif. Dia senang menyaksikan seluruh pemainya bertanding dan berlatih agar bisa mencapai level tinggi, termasuk di dalamnya adalah perkembangan pemain muda.”

“Latar belakangnya di Ajax menunjukkan bahwa kepercayaannya kepada perkembangan pemain muda. Dia adalah pilihan yang bagus,” tutur Ferguson.

Sementara itu, terkait keputusan Van Gaal merekrut Ryan Giggs sebagai asistennya, Ferguson mengatakan,

“Louis dapat mengajarkan Giggs mengenai bisnis ini. Di sisi lainnya, Giggs bakal membantu Van Gaal memahami cara bekerja di MU. Saya menyebut ini sempurna.”

Exit mobile version