Site icon nuga.co

Ini Dia Pelatih Baru di Manchester City

Ingin tahu pelatih baru di Manchester City?

Pengganti Manuel Pellegrini?

Nah, ini dia orangnya. Josep Guardiola. Mantan pelatih Barcelona, yang kini terikat kontrak dengan Bayern Muenchen untuk durasi tiga musim.

Guardiola, yang membuat Barcelona terkenal dengan “tiki taka” dan menguasai pentas domestik, Liga Spanyol, dan Champions League ketika masih di Nou Camp dispekulasikan akan memiliki markas baru di Etihad Stadium.

Benarkah rumor itu?

Untuk hari ini Guardiola menampik rumor yang beredar itu.

Kenapa Pellegrini, pelatih Malaga FC dan Real Madrid itu, di usir dari City?

Jawabannya sederhana. Dua kekalahan beruntun yang didapat ManCity di pentas Liga Champions dan Liga Primer Inggris membuat posisinya dalam ancaman.

Sejumlah media Inggris mengabarkan manajemen Mancity sedang berusaha merekrut Guardiola, yang saat ini sedang menangani Bayern Munich, untuk menggantikan Pellegrini.

Namun, Guardiola masih menampik rumor tersebut.
Mantan pelatih Barcelona itu yakin akan tetap melatih Munich musim depan.

“Saya senang di Munich. Tidak ada peluang saya akan pergi musim panas ini. Saya belum mendapatkan tawaran dari manapun, atau saya mengharapkan tawaran. Saya masih punya kontrak di sini,” ujar Guardiola seperti dilansir media paling terkenal di Spanyol, terbitan Madrid, yang terkenal dengan spekulasinya, “Marca.”

Guardiola mengaku bisa melatih Munich hingga lebih dari lima tahun.
“Semua tergantung situasi dan apa yang klub inginkan,” ucapnya.

Menariknya, Guardiola juga dikabarkan menjadi salah satu kandidat pengganti Luis Enrique jika gagal mempersembahkan gelar untuk Barcelona musim ini.

Tentang kemungkinan ia kembali ke Nou Camp, Guardiola mengatakan kepada “Sport.es, “Jika Anda melihat saya kembali ke Barcelona, pukul kepala saya dengan palu.” .

Guardiola pernah melatih Barcelona selama empat musim dan mempersembahkan empat belas gelar. Pelatih yang pernah jadi pemain Barca itu kemudian dipercayai menangani Munich sejak 2013

Tidak hanya media Spanyol, seperti “Marca” yang membuat situasi di Etihad memanas.

Media-media Inggris juga mengabarkan bahwa nasib manajer asal Chili tersebut berada di ujung tanduk.
Nama pelatih Bayern Munich, Pep Guardiola, pun kian santer disebut akan menukangi The Citizens.

Kontrak Guardiola sendiri bersama Munich akan habis tahun depan, beriringan dengan habisnya kontrak Pellegrini di City.

Taktik Pellegrini yang dinilai “naif” saat menghadapi Barcelona dan Liverpool, membuat jarak mereka dengan Chelsea semakin lebar, yakni delapan poin.

Jika City gagal meraih trofi di musim ini, bukan tidak mungkin, klub Manchester biru tersebut akan mencari manajer baru untuk menggantikan Pellegrini.

Selain Guardiola, sejumlah nama manajer lain juga dihubung-hubungkan dengan Etihad. Sebut saja Diego Simeone dan Rafael Benitez.

Namun dilansir dari Guardian, Simeone mungkin tidak akan menjadi kandidat utama karena gaya permainannya dianggap terlalu “pragmatis” untuk City.

Sedangkan adanya pengalaman Benitez di Liga Inggris bersama Chelsea dan Liverpool, membuat pelatih asal Spanyol masuk bursa nama pengganti Pellegrini. Terlebih kontraknya bersama Napoli juga akan habis Juni ini.

Selain Pellegrini, posisi Direktur Olahraga City, Txiki Begiristain juga berada dalam bahaya.
Begiristain dianggap bertanggungjawab terhadap strategi transfer City, yang dianggap gagal.

Padahal, selain Wilfried Bony yang membuat City menggelontorkan dua puluh lima juta poundsterling pada bursa transfer musim dingin lalu, The Citizens juga telah mengeluarkan sekitar seratus lima puluh juta poundsterling untuk mendatangkan sepuluh pemain lainnya di era Begiristain.

Tentang rumor yang kencang menerpanya, Manuel Pellegrini, berkata bahwa ia tidak merasakan tekanan seperti yang sedang didengungkan media-media Inggris dalam beberapa waktu ke belakang seusai timnya ditundukkan Barcelona dan Liverpool.

Berbicara di hadapan wartawan pada sesi jumpa perse jelang lawan Leicester, ia berkata: “Saya tak pernah mendapatkan tekanan untuk mendapatkan sejumlah piala dan untuk menang setiap tahun, jika saya ingin terus menjadi pelatih Manchester City.”

“Saya tak merasakan tekanan, terutama dari media. Satu-satunya tekanan yang saya rasakan adalah ketika tim saya tidak bermain sebaik yang saya inginkan.”

Sebelum Pellegrini direkrut Man City, Chief Executive Officer klub Ferran Soriano berkata bahwa ambisi City adalah untuk memenangkan lima gelar dalam lima musim.

Pellegrini yang telah memenangkan dua gelar dalam musim pertamanya menegaskan bahwa ia tidak pernah diinstruksikan untuk mendapatkan sejumlah gelar setiap tahun.

“Ketika saya menandatangani kontrak, saya tak pernah diberitahu bahwa saya harus selalu memenangkan piala setiap tahun atau saya harus memenangkan lima gelar dalam lima musim.

“Pernyataan itu datang dari Ferran. Tentu saja pernyatan itu normal. Namun mungkin Anda bisa menang dua gelar dalam satu tahun, lalu satu gelar lagi di tahun berikutnya, lalu dua gelar tambahan di musim berikutnya lagi.”

Pellegrini kemudian menjelaskan bahwa bagi dirinya ada berbagai cara untuk mengukur kesuksesan musim suatu tim, dan bukan hanya dari gelar.

“Piala memang penting, tapi bukan yang paling penting.”

Sementara itu, terkait isu ia bisa digantikan oleh Pep Guardiola, Diego Simeone, atau Carlo Ancelotti, sang pelatih asal Chile berkata bahwa ia tak mau ambil pusing.

“Saya hanya memikirkan masa ini saja. Anda tidak pernah tahu yang akan terjadi di masa depan.”

“Memikirkan masa depan adalah tindakan terburuk, karena Anda hanya akan berspekulasi tentang banyak hal. Sangat penting untuk hidup dan menikmati masa ini.”

sumber : marca, guradian dan mirror

Exit mobile version