Site icon nuga.co

Ini Dia, Musuh “Madridista”

Mau tahu siapa musuh nomor satu “madridista?” Ini dia. “The Only One” Jose Mourinho.  Pernyataan itu di”siul”kan lewat terompet, peluit dan suara ooo….. ooo…  yang panjang di Barnebue  setiap kali Antonio Adan menghadang, menangkap, memungut dan menendang bola.  Juga setiap kali Mou bergerak, berdiskusi dan menunjukkan ke tengah lapangan.

“Sebuah  drama Barnebue dari dua aktor yang memainkan peran antagonis dalam sebuah script yang tidak tertulis dari Adan dan Mou,” komentar radio Marca, mengejek, dalam reportase pertandingannya ketika Madrid mengalahkan Real Sociedad, 4-3 di Barnebue. Bahkan, hampir semua media Spanyol, usai laga pasca libur tahun baru itu,  bersepakat menjadikan Mourinho sebagai icon bad news sekaligus  memproklamirkannya sebagai sebagai musuh bersama. “Tidak hanya madridista, tetapi kita juga sepakat untuk menumbangkan aroganitasnya.”

Hampir semua media menulis dan mengomentari  pelatih jenius  yang mereka hujat sebagai lelaki setengah gila  itu  sebagai  pemicu kegaduhan sepakbola Spanyol di ujung tahun lalu dan pasca laga sekarang atas keputusannya melanjutkan menbangkucadangkan Iker Casillas dan menempatkan  Antonio Adan sebagai starter di bawah mistar gawang.

“Dia (Mou) tidak ingin menyembuhkan luka madridista. Ia malah mengiris lebih dalam lagi kepiluan mereka dengan mengirim pesan tentang siapa yang berkuasa di Barnebue. Ini sudah keterlaluan,” tulis surat kabar Marca dengan perasaan gundah dalam review pertandingannya.

“Ia tak peduli suara kurcaci Madrid. Ia menabuh melanjutakn  tetabuhan genderang perang dengan “kaum” madridista dengan tetap menyuruh  Iker Casillas duduk manis di bawah tenda pemain cadangan. Dia tak mau mendengar kita. Mari enyahkan,” bunyi provokasi twitter, pesan pendek dan milis pendukung madrid  di jagat maya dengan geram.

Sikap tak peduli Mourinho yang dua kali berturut-turut menempatkan Iker Casillas di “line up” telah  menorehkan  catatan  kelam di Madrid. Dia lebih suka melanjutkan pertarungan dengan madridista  yang membuat media dan pengamat senewen memprediksi apa yang ada dalam kepala sang pelatih. “Ia sedang membuka game show dengan ujung kisah  apakah Mou  atau Iker yang terjengkang. Atau dua-duanya kukuh di Bernabue. Sebuah teka teki yang akan menjalar menjadi kenangan hitam,” komentar radio Marca dengan gundah ketika mereka tahu Iker masih tak mendapat tempat sebagai pemain  “starter” di tim.

Jose Mourinho si pelatih yang mengganti sebutannya dari “special one” menjadi “the only one”  kepada media di ruang pertemuan usai timnya mengalahkan Rel Sociedad dengan enteng mengatakan, “Saya bisa menerima semua siulan, umpatan dan sorak sorai kebencian. Saya tahu tidak berada dalam situasi yang nyaman dan saya juga tidak ingin terus menerus menjadi pahlawan.”

Dengan acuh, ia mengumpat kawanan madridista sebagai tidak tahu asal usul Adan. Ia  juga ingin mendapat tempat sebagai “starter” di tim. Ia sudah berada di sini sejak usia 16 tahun. Ia datang dari Valdebebas, pusat latihan Madrid. Ia datang dari bawah ketiak Anda. Dan medialah sebagai juru hasut.

“Saya tidak bisa menerima siulan, ejekan dan cemoohan untuk Adan. Saya telah mengingatkannya untuk  persetan dengan teriakan yang tidak jelas juntrungannya serta menyesatkan. Saya ingin fokus ke strategi pertandingan.”

Heboh desas desus yang menyiram Mourinho yang masih  membangkucadangkan Iker Casilas, di pertandingan lanjutan La Liga ketika Madrid bertanding kandang melawan Real Sociedad, mengembalikan  kasus  Rosadela, ketika El Real dikalahkan Malaga,  kepermukaan dan membakarnya sebagai  “spam” di hampir semua media jagat setelah dikomentari dengan cemoohan   mulai dari Guti,  Buyo,  dan puluhan mantan bintang El Real  yang jengah dengan gaya “Si Special One” mendiktekan keangkuhannya di lingkungan klub.

Guti, mantan gelandang terbaik “Los Blancos,” dengan geram menuding Mourinho membawa persoalan “pribadi”nya ke dalam tim. “Ini bukan persoalan Iker dan Mourinho. Ini persoalan Real Madrid. Iker sebagai kiper terbaik tak terbantahkan. Mou sebagai pelatih, persoalan lain. Ini kepentingan Madrid”

Berlainan dengan Guti yang masih menahan diri memberi mengomentari kasus Iker Casillas,  mantan kiper Madrid, Paco Buyo, minta kepada Iker untuk datang ke kantor Mou. “Banting pintu, gebrak mejanya dan katakan dengan tabah, Anda siap saya pun siap.” Masih dengan “hasutan kasar,”  Buyo mempersilakan Iker menudingkan telunjuknya ke muka Mou dan menyemprotkan kata-kata,”Sudahi aroganitas Anda dengan Ramos, Kaka, Valdano dan lainnya, pergilah..!”
Pernyataan Guti dan Buyo adalah lanjutan dari ratusan hujatan yang dikutip media untuk Mourinho yang dengan alasan “kesiapan” memasang kiper Antonio Adan dan mengistirahatkan Iker Casillas dalam pertandingan Madrid dengan Malaga. Kritik lainnya yang sangat gusar datang dari Valdano, bekas Direktur Sepakbola Madrid yang hengkang karena berselisih dengan Mou.

“Mou memiliki relasi aneh dengan skuadnya. Ia mempertontonkan kekuasaannya tanpa peduli apakah ia berhadapan dengan seorang legenda klub atau tidak. Ia memiliki penyakit “over otoritas,” kata mantan gelandang Madrid dan Argentina  yang harus “pergi” dari Madrid usai bersitegang tentang skuad pemain dengan mantan pelatih Porto, Chelsea dan Inter Milan itu.

Bahkan pelatih tim Spanyol Vicente del Bosque yang di kenal sangat menjaga “privacy” kekuasaan manajer klub sepertinya  tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya atas kasus Iker. Dengan nada rendah ia  mengatakan,”Casillas adalah pilar dari Madrid. Ia datang ke klub itu dua puluh tahun lalu ketika Mou masih merangkak di klub-klub lokal di Portugal. Iker pasti lebih tahu isi perut Madrid. Mou boleh pergi, tapi Casillas akan tetap ada di sana.”

Pemberitaan media terhadap dicadangkannya Casillas di pertandingan menjelang Natal oleh pelatih Madrid Jose Mourinho ketika berhadapan dengan Malaga hingga berakhirnya liburan panjang La Liga, belum surut dari silang sengketa kritik mau pun  pembelaan. Koor yang disuarakan media masih monoton. Menghasut Iker untuk melawan.

Menurut radio Marca, yang menyiarkan bocoran skuad Madrid tanpa Iker sebelum pertandingan dengan Malaga, yang kini jadi pesakitan di mata Mourinho, para pemain nampak masih mengelompok, canggung, dan saling berbisik menjauh sang pelatih  ketika tampil di panggung  jamuan tahun baru pekan lalu  yang menjadi tradisi klub

“Saya mendengar celotehan mereka dengan nada nyeleneh yang kemudian, ketika wartawan mendekat, salah satunya berseru “shut” dan mengangkat telunjuk ke bibirnya. Ini persoalan serius,”  komentar penyiar radio Marca  ketika mengantarkan wawancara interaktif tentang kasus Iker Casillas. Malah menurutnya, Sergio Ramos, pemain Madrid yang pernah terlibat adu mulut dengan Mourinho dan kini hubungannya amat buruk dalam tim, mengajak Iker untuk menantang sang pelatih dengan cara yang elegan dan prtofesional.

Sampai kemarin Iker Casillas yang tertimpuk kasus pemain cadangan masih belum mau di wawancarai wartawan. Kiper tim Spanyol, dan merupakan salah satu kiper terbaik dunia kini, enggan membuka kasusnya ke ranah media. Dalam salah satu komentarnya yang dikutip sebagai “background” pemberitaan adalah,” Mou berhak menentukan pemain yang diturunkan dalam sebuah pertandingan. Ia yang paling tahu dengan kondisi tim.”

Pada kesempatan lain ketika didesak dengan pertanyaan alasan kenapa ia tidak diturunkan secara beruntun dalam dua laga La Liga, dengan mengangkat bahu dan berpaling ke kanan menatap Ramos anak Madrid yang jauh dari huru hara dan  pendiam  itu mengatakan dengan khusuk,”dia yang  tahu alasannya.” []

Exit mobile version