Site icon nuga.co

Fiesta Anggur Van Gaal Yang Tertunda

Pesta anggur yang dijanjikan Louis van Gaal untuk Jose Mourinho, seperti dikatakannya kepada “Sky Sports,” dengan berkelakar, Sabtu malam WIB, 09 Mei 2015, terpaksa tertunda karena Chelsea tak mampu mengalahkan Liverpool yang menyebabkan Manchester United harus memainkan satu lagi untuk memastikan lolos ke Zona Champions musim depan.

Sehari sebelumnya, ketika United mengalahkan Criystal Palace di Selhurst Park, van Gaal memberi pesan kepada Mourinho untuk bisa mengalahkan Liverpool guna memastikan United tak tergoyahkan di posisi empat dan otomatis lolos ke Liga Champions.

Dalam laga di Stamford Bridge, Minggu malam WIB, 10 Mei 2015, Chelsea gagal memenangkan pertandingan ketika menghadapi Liverpool di pekan ketiga puluh enam Premier League. Kedua tim bermain imbang satu gol berbanding satu.

Hasil seri ini tak memengaruhi posisi Chelsea yang sudah memastikan keluar sebagai juara Premier League pekan lalu.

Tapi bagi Liverpool hasil seri ini memberi harapan untuk bisa menyalip United diakhir kompetisi.

Dengan dua sisa laga, Liverpool kini berjarak enam poin dari United dan mengharapkan bisa menimba gol dalam pertandingan berikutnya.

United memiliki selisih gol memasukkan dan kemasukan plus dua puluh lima gol. Sedangkan Liverpool memiliki sebelas gol plus. Untuk menggeser posisi United dari empat besar terdapat jarak empat belas gol.

Liverpool harus menang besar dalam dua laga sisa dan United harus kalah telak di dua laga lainnya.

Sebenarnya secara matematis, United sudah memastikan mengantongi satu tiket Liga Champions walau pun harus memainkan dua laga sisa Premier League.

Bagi United, jarak enam angka dari Liverpool sebenarnya sudah aman bagi mereka untuk lolos babak babak Zona Champions. United juga memiliki keunggulan gol rata-rata dari Liverpool.

Dan untuk betul-betul aman United harus bisa mendapatkan satu angka dari dua laga sisanya, terutama ketika menghadapi Arsenal di Old Trafford pada pertengahan pekan ini.

Tentang ketidakmampuan Chelsea mengalahkan Liverpool di Stamford Bridge, manajer Chelsea Jose Mourinho mengakui ada sedikit penurunan intensitas permainan di timnya, sehingga harus puas dengan satu poin melawan Liverpool.

Tapi secara keseluruhan dia menyebut performa The Blues bagus.

Chelsea menjamu Liverpool di Stamford Bridge, Minggu malam WIB dalam posisi sudah memastikan gelar juara Premier League musim ini.

Meski begitu, mereka tetap menunjukkan ‘rasa lapar’ di awal laga dengan mencetak gol cepat di menit ke-lima lewat John Terry.

Tapi seiring laga berjalan, Chelsea kehilangan gereget. Mereka lantas kebobolan oleh Steven Gerrard di menit ke empat puluh empat.

Mourinho menilai penurunan intensitas pada timnya adalah sesuatu yang wajar, karena gelar juara sudah dipastikan sejak pekan lalu.

“Itu adalah sebuah performa yang bagus, jika Anda memahami situasinya. Ketika sebuah tim selalu bermain di batasnya untuk menjadi juara, sebuah tim yang merengkuh gelar juara pekan lalu, maka normal saja kalau Anda kehilangan sedikit intensitas,” kata Mourinho dikutip BBC.

“Tapi kami bekerja keras. Kami punya para pemain di level yang positif dan kami bertarung untuk mendapatkan sebuah hasil.”

“Kami tampil sangat bagus di babak pertama. Secara fisik kami menurun di babak kedua. Tapi penting untuk kami menunjukkan bahwa kami adalah juara dan kami punya kehormatan untuk mencoba mendapatkan sebuah hasil,” ujarnya.

Pada laga kedua tim terjadi kejutan ketika Steven Gerrard digantikan oleh Lucas Leiva. Publik Stamford Bridge memberi tepukan meriah untuk sang kapten Liverpool itu.

Tidak hanya dari pendukung Liverpool, tetapi juga dari pendukung Chelsea. Gerrard pun menanggapinya dengan sebuah komentar.

Gerrard akhirnya bermain sampai menit ke-delapan puluh dan digantikan oleh Lucas. Ketika dia meninggalkan lapangan itulah para pendukung dari kedua kesebelasan memberikannya tepukan riuh sembari berdiri.

Standing ovation dari pendukung Liverpool tentu saja adalah hal yang wajar. Lain halnya dengan standing ovation dari pendukung Chelsea yang sedikit unik dan juga “aneh”.

Sebab, sepanjang pertandingan ada juga pendukung Chelsea yang meledeknya. Beberapa bahkan mengangkat poster kecil bertuliskan “Caution” dengan gambar orang terpeleset –merujuk pada insiden terpelesetnya Gerrard ketika menghadapi Chelsea di Anfield musim lalu.

Gerrard mengaku tak ingin terlibat dalam sentimentalitas dengan pendukung Chelsea hanya karena diberikan standing ovation. Baginya, yang paling penting tetaplah dukungan dari pendukung tim sendiri.

“Saya tidak mau sampai terseret hingga mengucapkan selamat untuk fans Chelsea. Baguslah jika begitu, mereka akhirnya jadi lebih ramai untuk sesekali hari ini,” ujar Gerrard kepada Sky Sports.

“Saya lebih senang dengan sambutan dari pendukung Liverpool. Saya pikir, para pendukung Chelsea menunjukkan respek untuk beberapa saat, tapi mereka melumat saya sepanjang pertandingan.”

daily mail, sky sports dan mirror

Exit mobile version