Site icon nuga.co

Everton Bikin Arsenal Frustrasi di Emirates

Everton telah memulai langkah besar di Premier League dengan membuat Manchester United bertekuk di “Rabu Hitam,” pertengahan pekan lalu, dan mengandaskan ambisi Arsenal untuk menjalani “ritual” juara “psaruh pertama musim ini” dengan enteng, setelah Senin, 09 Desember 2013, dinihari WIB, di Emirates Stadium menyudahi laga 1-1.

Everton tidak hanya tampil meng”gigit,” tapi juga memberitahu “The Gunners,” bahwa mereka merupakan calon juara dalam posisi yang berbeda. Arsenal boleh bangga dengan tampilan Mesut Oezil yang “impresif” dan mampu memberi determinasi yang lebih terbuka bagi permainan klub London Utara itu.

Tapi Everton, memiliki Gerard Deulofeu yang mematikan tempi sorak Emirates untuk memangkas gol Oezil dan membiat Arsenal hanya bisa menggenggam satu poin sebagai tambahan bagi mengukuhkan diri di puncak klasemen.

Dari lima belas laga yang sudah mereka mainkan di Premier League, Arsenal masih unggul dengan 35 poin dan belum terkejar oleh “trio muskater,” Liverpool, Chelsea dan Citizien. Mereka berjarak lima angka dari Liverpool di posisi dua dengan yang mengumpulan tiga puluh angka.

Everton sendiri masih di trek juara. Berada di posisi lima, klub yang ditinggali David Moyes, setelah sebelas tahun sebagai pelatih, mereka berjarak tujuh poin dari Arsenal. Everton sedang mengejar asa untuk mengulang sejarah lama, pernah sembilan kali juara Premier League, dan terakhir untuk musim kompetisi 1986-1987, atau dua puluh enam tahun lalu.

Hasil seri melawan Arsenal adalah tren impresif Everton di paruh pertama musim ini, di mana mereka sudah meraih tujuh kemenangan, tujuh hasil imbang dan sekali kalah. Rangkaian hasil tersebut membuat Everton bertekad bulat mengejar posisi Champions League di Premier League.

“Saya selalu bilang kalau Liga Champions harus menjadi target buat Everton,” kata sang pelatih, Martinez di “TalkSport”.

“Klub ini punya sejarah kemenangan, Kami sudah memenangi sembilan titel di masa lalu dan kami butuh untuk mendapatkan lagi hal tersebut, dan itu memberi kami harapan,” lanjut manajer asal Spanyol itu.

Upaya bertarung masuk Liga Champions dan jadi juara diakui Martinez tidak akan mudah. Salah satu alasannya adalah kekuatan finansial Everton yang tidak sesolid enam klub papan atas Premier League. Tapi Martinez memastikan kalau hal terseut tidak akan mengendurkan semangatnya.

“Jelas kami tidak bekerja dengan menggunakan dana yang sama seperti yang dipunya enam klub papan atas. Tapi saya selalu merasa kami harus cukup kreatif dari satu hari ke hari lain untuk bisa masuk zona Liga Champions. Itu bisa memakan waktu satu tahun atau mungkin lebih, tidak ada yang tahu, tapi itu adalah target utama kami.”

“Beberapa pekan terakhir sangat menantang buat kami, pergi ke Old Trafford dan Emirates. Itu ujian yang sesungguhnya, bukan hanya untuk kualitas kami tapi juga karakter, dan kami pikir kami berhasil melewatinya dengan hasil memuaskan,” tuntas Martinez

Roberto Martinez, mengaku puas dengan penampilan timnys seusai menahan imbang Arsenal.Ia menilai Everton masih harus belajar agar dapat tampil lebih baik.

Everton tertinggal lebih dulu setelah Mesut Oezil membobol gawang Tim Howard pada menit ke-80. Akan tetapi, empat menit berselang, The Toffees mampu menyamakan kedudukan berkat torehan pemain pengganti, Gerard Deulofeu.

“Performa pada babak pertama sudah bagus karena bermain di Emirates, kami bisa keluar dari tekanan pertandingan dan menghentikan permainan Arsenal serta menciptakan ancaman,” ujar Martinez seperti dilansir BBC.

Menurut catatan Soccernet, sepanjang pertandingan, Arsenal menguasai bola sebanyak 44 persen dan menciptakan lima peluang emas dari 11 usaha. Adapun tim tamu melepaskan empat tembakan akurat dari 15 percobaan.

Exit mobile version