Site icon nuga.co

Erick Thohir: “Saya Nggak Bilang Rekrut Messi”

Erick Thohir, usai mengambilalih tujuh puluh persen saham Inter Milan dari keluarga Massimo Moratti, dan menempati posisi presiden klub, untuk pertama kalinya, secara terbuka bersedia diwawancarai wartawan Jakarta.

Masih dalam keadaan lelah usai kembali dari Milano, Italia, Erick Thohir menjawab semua pertanyaan wartawan dalam sebuah jumpa pers yang heboh di Hotel Holidau In, Bandung, Selasa, 26 November 2013.

Erick Thohir membuat nama Indonesia lebih sering dibicarakan di Italia, karena gebrakannya mengakuisisi, salah satu raksasa sepakbola Negeri Pizza itu, Inter Milan.

Sejak 15 Oktober, Thohir dan dua rekannya, resmi mengambil alih mayoritas saham klub berjuluk Nerazzurri tersebut. Tak sampai di situ, Thohir ternyata diserahi kursi presiden Inter, menggantikan peran Massimo Moratti, yang sejak 1995, tak beranjak dari kursi itu.

“Saya enggak kebayang jadi presiden Inter Milan awalnya,” kata Erick Thohir membuka dialog dengan para jurnalis itu..

Thohir dengan gaya bicara yang santai, berbicara panjang lebar soal klub yang pernah meraih treble winners pada 2010 itu. Ia menanggapi sejumlah pertanyaan wartawan di sela-sela acara media gathering operator seluler Tri.

Inilah kutipan dari wawancara itu;.

Javier Zanetti sempat berharap anda tinggal di Milan, apa tanggapan anda?

Saya rasa, saya orang indonesia, ya saya tinggal di indonesia. Untuk komitmen ke Milan saya sebagai presiden punya agenda meeting pokok setahun empat kali. Tapi bukan berarti saya tidak berkomitmen. Tentu kan namanya bisnis pakai hati. Salah satunya inter kan bisnis dengan hati. Enggak setiap minggu di Milan, bukan berarti saya enggak menyaksikan pertandingannya atau tidak ada diskusi kontinu dengan manajemennya. Kita ada meeting setiap jJumat, video conference, skype, dll.

Ada rencana bawa pemain Indonesia berlatih di Inter?

Untuk di Eropa, tingkat permainannya jauh lebih tinggi jadi sulit sekali ketika pemain di atas U-19, ke sana. Harus U-16. Saya dengar di Ajax , Spanyol banyak pemain Indonesia U-15 berlatih, tapi masih inisiatif individual, karena orang tua tinggal di sana dan macam-macam.

Tapi di Amerika mungkin U-19 bisa, karena level pertandingannya enggak beda jauh. Saya sangat terbuka pemain indonesia kalau bisa ke sana. Kami kan sudah buktikan di DC United. Kami coba Andik Vermansyah, tapi kan enggak bisa tanda tangan kontrak karena masih di Persebaya. Enggak mungkin dong kami colong pemain orang.

Kami juga coba Syamsir Alam selama enam bulan. Hasilnya bagus, dan kini kontraknya sudah selesai. Tapi kalau untuk tim inti di DC, Syamsir belum bisa. Makanya dia diberi kesempatan main di nasional lagi.

Tapi kita terus cari. Saya sebagai orang Indonesia ya ingin ada, walau tidak mudah, ya. Selain, pemain sendiri yang harus komit dalam persaingan itu.

Ada target pemain Indonesia yang mau diboyong ke klub-klub di luar, untuk berlatih?

Target? Kami akan terus cari. Makanya DC United akan main ke sini. Lawan Persib, 6 Desember dan Arema 8 Desember. Selain uji coba, kami juga akan memantau, karena nanti juga ada coaching clinic.

Oh ya, soal transfer Januari, bagaimana kebijakan di Inter?

Kan ada manajemen. Tapi, beda antara zaman Moratti dan sekarang. Kami putusannya berdasarkan kolektifitas. Semua media menulis ,saya mau Radja Nainggolan, gelandang berdarah Batak yang main di Cagliari. Boleh saja saya mau Radja Nainggolan, hanya kalau manajemen, pelatih semua enggak cocok, kan bukan berarti harus dipaksakan.

Kalau habis beli ternyata jelek timnya, siapa yang mau tanggung jawab? Di bursa transfer, kami akan lihat apa yang akan kami lakukan. Saya rasa kemarin ada pernyataan dari Direktur Olahraga Inter, Piero Ausilio, soal itu. Ya kami akan rapat dan lihat perkembangannya, siapa yang akan direkrut.

Sekarang kan eranya begini; kadang kami menyebut pemain, tapi pemainnya enggak tersedia tidak ingin dijual klub pemilik. Akhirnya hubungan kami dengan klub lain jadi jelek kan? ibaratnya main belakang.

Kami tidak mau ada kebijakan seperti itu. Semua pemain yang coba direkrut, harus melalui hubungan baik dengan klub. Enggak ada, namanya kami main belakang, melobi pemain, akhirnya hubungan tidak sehat. Menjaga hubungan baik dengan klub lain itu penting.

Soal isu stadion baru Inter Milan bagaimana?

Kalau DC United, sudah ada komitmen. Kami sudah bertemu pemerintahan di sana. Kalau di Milan sudah saya sampaikan bahwa kami sedang pelajari mana yang bagus? Tetap di San Siro, atau tempat baru? Jadi saya enggak pernah bilang mau bikin stadion baru, untuk di Inter milan. Kalau di DC, kami sudah komitmen main di tempat baru.

Apakah Inter punya keinginan merekrut Lionel Messi?

Saya enggak pernah bilang. Biar saja Football Italia – Thohir menanggapi pertanyaan wartawan yang merujuk pada rumor di media Italia itu.

Waktu itu kan ada pertanyaan apakah anda tertarik dengan Messi? Saya bilang tertarik. Tapi kan manajemen yang memutuskan. Sama seperti bila ada pertanyaan, apakah saya tertarik dengan Radja Nainggolan? Saya tertarik, tapi kan manajemen yang memutuskan. Dan prioritas sekarang di Inter kan, menyehatkan timnya. Itu kesepakatan antara keluarga Moratti dan saya, bagaimana kami menyehatkan timnya.

Exit mobile version