Site icon nuga.co

Emosi Griezmann Jelang Hadapi Uruguay

Pemain timnas Prancis di Piala Dunia  Antoine Griezmann memiliki kedekatan emosional dengan Uruguay yang akan dihadapi Les Bleus pada babak perempat final di Stadion Nizhny Novgorod, Jumat.

Griezmann menganggap Uruguay sebagai ‘negara kedua’.

Hal itu dikarenakan penyerang Atletico Madrid itu tak pernah keluar rumah tanpa mate, sejenis teh tradisional Amerika Latin.

Selain itu putri Griezmann, Mia, memiliki ayah baptis kapten timnas Uruguay, Diego Godin.

Griezmann pun menyambut laga Prancis melawan Uruguay dengan emosional.

“Saya punya banyak teman di sana. Akan luar biasa bermain di laga tersebut dan akan jadi pengalaman yang sangat emosional pula,” aku dia, dikutip dari situs FIFA.

Griezmann juga sebelumnya menyambut kemenangan Uruguay atas Portugal di babak enam belas besar Piala Dunia dengan emosional.

“Saya sangat emosional tentang mereka yang [masuk babak] kualifikasi karena saya mencintai negara itu dan orang-orangnya,” tambahnya.

Kecintaannya kepada Uruguay bermula saat ia memulai karier profesionalnya di Real Sociedad, Spanyol.

Saat itu, Griezmann ada di bawah asuhan pelatih yang merupakan mantan pemai timnas Uruguay, Martin Lasarte. Di skuat tersebut, ada pula pemain Uruguay lainnya, Carlos Bueno.

Bueno pula lah yang mengenalkan Griezmann kepada mate dan juga klub Uruguay, Penarol.

Bahkan, Griezmann tak pernah ketinggalan pertandingan klub dari Montevideo itu dan hapal semua lagu suporternya.

Penyerang timnas Prancis itu mengaku selalu memiliki rekan setim dari Uruguay di semua klub yang dibelanya.

Misalnya, Diego Irfan di San Sebastian, Christian Rodriguez di Atletico Madrid.

Kini, Griezmann, yang tak pernah bermain untuk klub Prancis, berkawan dekat dengan Jose Gimenez dan Diego Godin, yang merupakan palang pintu utama timnas Uruguay, di Atletico.

“Diego adalah teman yang luar biasa,” aku dia. “Saya bersamanya tiap hari, di dalam dan luar lapangan, dan itulah kenapa dia jadi bapak baptis bagi putri saya,” aku dia.

Pria kelahiran Macon, Prancis, ini juga mengakui bahwa keberadaan Godin membuatnya bertahan di Atletico.

“Dia membuat saya mau menandatangani kontrak di klub (Atletico),” ungkapnya.

Griezmann pun mendeskripsikan permainannya sebagai “pemain Uruguay, [tapi] tak seperti Cavani”. Namun, dia mengagumi Cavani dan menyebutnya sebagai striker terbaik.

Di samping itu, ia juga mengagumi gaya bermain tim berjuluk Charruas itu.

“Gaya bermain dan spiritnya mengingatkan saya kepada klub (Atletico): sangat kuat di belakang dan mematikan di depan,” tuturnya.

Godin membenarkan kecintaan Griezmann kepada budaya Uruguay. “Dia menyukai identitas kami, kebiasaan kami, musik kami, dan dia minum maté lebih banyak dari saya,” ujar dia.

Namun demikian, rekan Godin di timnas Uruguay, Luis Suarez, menyebut Griezmann tak paham rasanya menjadi orang Uruguay sebenarnya.

“Antoine mengatakan bahwa dia separuh Uruguay, tapi dia orang Prancis, dan dia tak tahu rasanya jadi orang Uruguay,” ucap dia.

“Dia tak tahu siapa kami dan apa yang harus dilakuakn agar sukses di sepakbola. Dia menikmati kebiasaan kami dan bicara bahasa yang sama, namun kami memiliki perasaan berbeda,” cetusnya.

Exit mobile version