Site icon nuga.co

“El Clasico,” Kali Ini, Milik Neymar

Bukan Messi. Tidak Ronaldo. Dan bukan juga Bale. Tapi Neymar yang menjadi “bintang” di Nou Camp, di laga “clasico” Barcelona lawan Real Madrid, Sabtu malam WIB.

“The dream clash” itu tidak hanya gol, penampilan ekplosifnya dan kemenangan Barca, tapi bagi Neymar “clasico” adalah mimpinya ketika datang ke Barca dari Santos. Sebuah impian lama ketika ia menolak untuk ke Madrid dan lebih memilih Barca sebagai “rumah” barunya untuk mendulang kematangan bermain di liga Europa.

Tidak hanya Neymar, mungkin, laga clasico pasti diimpikan seluruh pemain yang membela Barcelona atau Real Madrid. Menjalani debut El Clasico, bagi Neymar tidak hanya gol, juga assist yang memberi The Catalans kemenangan.

Penyerang Barcelona, Neymar, mengaku senang bahwa dirinya telah memenuhi impiannya bermain di El Clasico. “Hari ini, aku memenuhi mimpi bermain di El Clasico. Ini sangat spesial,” aku Neymar.

Neymar melakoni debut yang manis di El Clasico yang berakhir untuk kemenangan Barca 2-1. Bintang asal Brasil tersebut berhasil membobol gawang Real Madrid saat laga baru berusia 19 menit.

El Clasico, selama beberapa tahun terakhir, adalah milik Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo sebagai bintang terang di langit sepakbola Spanyol. Namun, Sabtu malam WIB, di Camp Nou, panggung dan sorotan lampu menjadi kepunyaan Neymar.

Dipasang sebagai starter bersama Cesc Fagregas dan Lionel Messi di lini depan, Neymar berulang kali merepotkan pertahanan El Real. Opta mencatat, di babak pertama sebanyak empat puluh satu serangan Barca datang dari sisi kiri, tempat di mana Neymar beroperasi.

Mantan anak Santos itu bukan cuma oke saat mempertunjukkan aksi-aksi individunya, dalam beberapa kesempatan dia menjalin kerjasama yang apik dengan penggawa Barca lainnya.

Mendapat umpan dari Iniesta, Neymar yang dikawal beberapa pemain Madrid di dalam kotak penalti memutuskan untuk melepaskan tendangan terarah ke tiang jauh. Sepakannya tidak terlalu keras, tapi ditambah sedikit dipayungi keberuntungan, bola masuk gawang setelah lebih dulu membentur kaki pemain Madrid.

Aksi-aksi Neymar tak berhenti sampai di situ. Dia menyempurnakan debut El Clasico-nya dengan membuat assist. Umpan yang dia lepaskan pada Alexis Sanchez dituntaskan menjadi gol indah oleh pemain asal Chile itu.

“Saya sangat senang dengan gol yang sangat spesial itu, tapi terutama untuk tiga poin yang kami dapatkan. Sangat menyenangkan bisa mencetak gol pada pertandingan di mana semua pemain ingin berada di dalamnya,” sahut Neymar usai laga, seperti dikutip dari Marca.

Situs Whoscored memberi Neymar nilai 8,3 atas penampilannya dalam laga tersebut. Dia punya poin tertinggi dibanding pemain lain, termasuk Messi dan Ronaldo yang masing-masing dapat nilai 7,4.

Meskipun demikian, Neymar tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya terhadap gol Alexis Sanchez, yang membuat Barca unggul 2-0, sebelum Jese Rodriquez mencetak gol balasan Madrid pada masa injury time. Dari luar kotak penalti, striker asal Cile tersebut men-chip bola sehingga penjaga gawang Madrid, Diego Lopez, yang berdiri terlalu maju dari garis gawang, tak mampu menjangkau si kulit bulat.

“Saya kehilangan kata-kata,” ujar Neymar kepada para wartawan. “Ini sebuah golazo, sebuah ekspresi untuk melukiskan gol yang fantastis, yang biasa dipakai para reporter Spanyol.”

“Sangat emosional mencetak gol dalam pertandingan yang mana semua pemain ingin tampil,” ujar Neymar penuh antusias. “Saya sangat senang dengan gol yang spesial, tetapi terutama karena kami mendapatkan tiga poin.”

“Saya sudah melihat banyak Clasico sehingga menyenangkan bisa bermain. Tetapi, berat melawan tim yang hebat. Cristiano merupakan pemain hebat, tetapi kami juga memiliki sejumlah pemain hebat.” “Saya senang dengan kemenangan ini, tim dan gol.”

Berkebalikan dengan Neymar, Gareth Bale justru dapat mimpi buruk pada debutnya di El Clasico. Pemain termahal dunia itu tak bisa berkontribusi banyak dan dianggap gagal.

Clasico sejatinya jadi momen buat Bale untuk menunjukkan dirinya layak berada di Madrid dengan banderol transfer yang memecahkan rekor dunia. Tapi dia gagal berkilau dalam pertandingan yang dilangsungkan di Camp Nou. Kontribusinya terbilang minim, dan di akhir pertandingan Madrid kalah 1-2.

Meski awalnya diragukan bakal main sejak awal karena kondisi fisik yang baru pulih dari cedera, Bale ternyata dipasang sebagai starter oleh Carlo Ancelotti. Pemain asal Wales itu diberi peran sebagai false 9, dengan ditemani Cristiano Ronaldo dan Angel Di Maria.

Namun Bale tidak bisa memenuhi harapan Ancelotti dan fans Madrid, yang jadi minoritas di Camp Nou. Bale jelas bukannya tanpa upaya karena dia berulang kali mencoba terlibat dalam permainan yang dikembangkan El Real.

Namun, seperti dikutip dari Telegraph, Bale kerap ‘hilang’ dari atas lapangan dan tidak berada di tempo yang sama seperti yang dilakoni rekan-rekannya. Suratkabar terbitan Inggris itu juga menyebut Bale gagal memberikan performa terbaiknya.

Bale sempat melepaskan beberapa tembakan di babak pertama, namun arahnya melayang tinggi di atas gawang Victor Valdes. Hal lain yang diingat dari debut Bale di El Clasico ini adalah kartu kuning yang diterima pada menit 45.

Kondisi di babak kedua tak banyak berubah, sampai akhirnya Ancelotti menarik keluar Bale dan menggantinya dengan Karim Benzema.

Selama sekitar 61 menit berada di atas lapangan Camp Nou, Bale tercatat punya akurasi umpan 57%, memenangi duel area 71% dan 34 kali dapat kesempatan menguasai bola. Ada dua tembakan yang dia lepaskan, namun tak ada yang mengarah ke sasaran. Situs statistik Whoscored memberinya nilai 6,3.

“Saya pikir dia butuh untuk menemukan bagaimana berkombinasi dengan rekan-rekannya. Secara fisik dia sudah baik dia hanya butuh menemukan kombinasi yang tepat. Dia harus mengembangkan pergerakannya dan mencari ruang, tapi dia tak buruk dalam periode satu jam dimainkan,” sahut Ancelotti mengomentari penampilan Bale.

Exit mobile version