Site icon nuga.co

Dimulai “Perdebatan” Posisi Di Maria di MU

Angel Di Maria. “Sensasi baru di Old Trafford,” tulis “The Guardian” setengah bercanda. “Peran sentral yang menjanjikan,” kepala berita “Mirror.” Dan Martin Keown di “Daily Mail,” menyulut diskusi peran dan posisi Di Maria bersama Manchester United dengan mempertanyakan apakah pembeliannya cocok untuk klub.

Tak memerlukan jawaban panjang. Gary Neville, mantan kapten MU, yang kini jadi komentator “Sky Sports,” langsung menegaskan cocok. Bisnis yang bagus untuk United. United telah kehilangan kekuatan mereka dalam bernegosiasi, tapi mereka butuh pemain yang tepat. Di Maria adalah pemain yang tepat.

Gary Neville tahu betul apa yang dibutuhkan Manchester “Merah” menantang arus kencang belanja pemain di Premier League. City, Chelsea, Spurs, Arsenal dan Everton telah memulai. “Kenapa United tida?” ujarnya Neville tentang belanja pemain.

Neville mengatakan, tak ada yang salah untuk MU untuk “buka toko” setelah isinya kosong di tinggal Sokjaer, Ryan Giggs, Rio Ferdinand, Vidic dan dirinya sendiri.

Untuk itu Di Maria didatangkan setelah Marcos Rojo, Ander Hererra, Luke Shaw dan Juan Mata.

Khusus untuk Di Maria, Neville menegaskan bahwa mantan gelandan sayap Real Madrid itu bisa memberikan tambahan kecepatan pada permainan tim dan bisa membawa bola dari satu boks ke boks lain.

Dia adalah transfer yang tepat. Anda bisa berargumen bahwa mereka lebih membutuhkan pemain yang tepat di area lain, tapi jelas mereka membutuhkan pemain yang bisa bermain “melebar.”

Kendati demikian, United dinilai tetap membutuhkan holding midfielder murni. Beberapa pemain, seperti Daley Blind dan Arturo Vidal disebut masuk dalam bidikan sebelum bursa transfer ditutup.

Blind bisa bermain sebagai bek kiri dan gelandang tengah, kendati aspek pertarungan fisik di Premier League diakuinya tidak cocok dengan karakter permainannya. Sementara Vidal disebut Van Gaal sebagai salah seorang pemain yang jadi favoritnya.

Lalu, posisi manakah yang paling tepat untuknya di Manchester United?

Di Maria sejatinya adalah seorang winger. Dia punya kecepatan dan terbiasa melepas umpan silang dari sisi pinggir lapangan, kendati tidak jarang pula membawa bola seraya menusuk masuk ke dalam kotak penalti.

Namunn, Di Maria juga bisa dimainkan dalam posisi yang lebih sentral. Di Real Madrid, dia juga pernah dimainkan sebagai gelandang serang. Kebetulan dia punya kemampuan yang mumpuni untuk memainkan peran tersebut.

Di Maria punya kemampuan untuk melepas operan akurat dan memberi assist. Statistiknya musim kemarin bersama Madrid sudah cukup membuktikan bahwa dia oke jika dimainkan sebagai gelandang serang.

Jika dimainkan sebagai gelandang tengah, Di Maria bisa memberikan kecepatan yang dibutuhkan lini tengah United dan belakangan ini tidak ada pada diri Darren Fletcher. Selain itu, dia juga bisa memberikan operan kreatif dari tengah. Hal terakhir inilah yang melandasi Van Gaal memainkan Adnan Januzaj sebagai gelandang tengah pada laga melawan Sunderland akhir pekan kemarin.

Hanya saja, jika memainkan Di Maria sebagai gelandang tengah, United harus menyediakan tandem yang juga mampu bertahan dan bisa memberikan operan sama baiknya. Ander Herrera dinilai cocok untuk peran ini, meski dia bukan holding midfielder murni. Kendati sosoknya terlihat kurus, Herrera bisa melakukan tekel dengan akurat. Dalam lima musim terakhir, dia tercatat melakukan 3 tekel per laga.

Jika dimainkan sebagai gelandang di belakang dua penyerang, berarti Juan Mata harus digeser lebih ke dalam sebagai gelandang tengah. Di luar dua opsi itu, Di Maria juga bisa dimainkan sebagai salah seorang dari dua penyerang di depan –membuat posisinya mirip seperti Arjen Robben pada tim Belanda di Piala Dunia 2014.

Maka, tergariskan sudah cerita Di Maria selanjutnya: Bakal jadi pemain anyar United.

Pertanyaannya sekarang, apakah Di Maria adalah pemain yang tepat untuk The Red Devils.

“Paling tepat,” tulis Martin Keown, analis sepakbola Inggris terkenal. Ia menggambarkan bagaimana MU yang kepayahan dalam dua laga terakhir, di mana United dikalahkan Swansea City dan bermain imbang dengan Sunderland.

“Masalah yang dihadapi mereka cukup nyata: Ketiadaannya tenaga di lini tengah dan holding midfielder yang cukup kreatif dan mampu melindungi lini belakang,” kata Keown.

Ia mencatat dua kali Darren Fletcher diplot pada posisi tersebut, hanya satu kali dia bermain spenuh.. Pada laga melawan Sunderland, Fletcher terlihat kepayahan menghadapi gelandang-gelandang bertenaga milik The Black Cats, sampai akhirnya digantikan oleh Adnan Januzaj.

Kehadiran Januzaj pun memberikan kecepatan yang sebelumnya tidak ada pada diri Fletcher. Gelandang muda asal Belgia itu juga tidak ragu mengejar pemain lawan manakala dia kehilangan bola.

Van Gaal juga menyebut, Januzaj dimasukkannya sebagai holding midfielder lantaran dirinya butuh kreativitas di lini tengah. Pada masa pramusim, tugas ini biasanya diserahkan kepada Ander Herrera. Namun, Herrera kini tengah dibekap cedera engkel.

“Saya sudah mengatakan, MU akan mampu menjawab tantangan laga Premier League yang keras dengan hadirnya pemberi operan yang kreatif. Saya pikir, Di Maria akan mampu memberi warna bagi permainan MU,” tutup tulisan Keown.

Exit mobile version