Site icon nuga.co

Di Etihad Kemenangan Milik Arsenal

Arsenal meraih momentum impresifnya untuk mendekatkan diri ke Zona Liga Champions, setelah dua gol dari Cazorla dan Giroud menjengkangkan Manchester City di Etihad Stadium, Minggu malam WIB, 18 Januari 2015.

Laga ini, seperti ditulis “Daily Mail,” 19 Januari 2015, sangat prestise bagi Arsenal karena mereka dapat membawa pulang tiga poin dari Kota Manchester dan sedang merapat dengan selisih satu poin dari Manchester United di peringkat lima Premier League.

Santiago Cazorla yang tampil gemilang sebagai motor serangan Arsenal selain memberi satu gol untuk “The Gunners” juga membuat assist untuk gol Giroud.

Bagi Arsenal, laga ini selain mengangkat citra Arsene Wenger juga memperbaiki beberapa catatan buruk, khususnya, melawan juara bertahan Premier League dan pertandingan di kota Manchester.

Disebut Infostrada, Arsenal sudah lama tak menang di kandang juara bertahan Premier League. Terakhir kali mereka melakukannya adalah hampirtiga belas3 tahun lalu, saat menang satu gol di kandang MU pada 08 Mei 2002.

Selain itu mereka juga menyetop rentetan tujuh laga tandang tanpa kemenangan di kota Manchester. Sebelum kemenangan dua gol tanpa balas ini, Arsenal kalah enam kali dan cuma seri sekali.

Terakhir kali mereka menang di kandang City adalah pada 2010 dengan skor tiga gol. Itu juga kali terakhirnya The Citizens takluk di kandang dengan marjin minimal dua gol.

Tak cuma itu, Arsenal juga memperbaiki catatan pertemuan mereka dengan tim-tim seperti City, MU, dan Chelsea. Karena dari enam belas pertemuan sebelum ini dengan tiga tim itu, anak asuh Arsene Wenger cuma bisa meraih tujuh poin.

“Ini bukan tempat yang mudah untuk didatangi, dan Manchester City sudah menjadikan kandang mereka sedikit angker, tapi kami tampil bagus dan menang. Santi Cazorla benar-benar jadi pembeda,” ujar gelandang Arsenal, Aaron Ramsey, seperti dikutip BBC.

Manchester City bukan tidak tampil bagus. Mmereka mendominasi penuh penguasaan bola. Tapi itu tak selalu menjamin sebuah tim menang atau setidaknya bikin gol. Dan Manchester City dibuat mati kutu oleh Arsenal dan akhirnya harus bertekuk lutut.

Kedatangan Arsenal di Etihad Stadium, bagi City boleh jadi sangat pede untuk menaklukkan rivalnya itu. Sebab musim lalu saja mereka menang dengan skor telak enam gol banding tiga dan tak terkalahkan dari The Gunners sejak lima tahun lalu.

Namun saat pertandingan berlangsung yang terjadi berbeda jauh dengan yang ada di atas kertas. Arsenal mampu meredam agresivitas City yang memang kerap tampil garang di kandang sendiri.

City dibuat kesulitan menembus pertahanan Arsenal dan bahkan mereka baru bikin peluang bersih pertama di menit ke-36 lewat tandukan Sergio Aguero, yang masih melenceng dari sasaran.

Di babak kedua City tetap saja sulit mencetak gol meski sudah memasukkan dua penyerang yang ada di bangku cadangan, Stevan Jovetic dan Edin Dzeko, untuk menambah daya gedor.

“Dan kami tidak cukup kreatif – kami sama sekali kehabisan ide untuk membahayakan pertahanan mereka. Tanpa kreativitas sangat sulit mencetak gol,” ujar sang pelatih Citizen Pellegrini seperti dikutip BBC.

“Tentu saya selalu memberi kredit untuk tim pemenang. Arsenal bermain dengan konsentrasi tinggi. Kami menguasai jalannya pertandingan, menekan mereka dengan sangat baik, tapi kami tidak punya ide untuk membuat ruang di pertahanan mereka,” sambungnya.

Kekalahan dari Arsenal membuat Manchester City wajib menang di kandang Chelsea dua pekan mendatang. Namun jika nantinya The Citizens kalah, Manuel Pellegrin yakin timnya masih bisa mengejar The Blues.

Sebelum laga kontra Arsenal di Etihad Stadium, City sudah berselisih lima angka dari Chelsea yang kemarin menang besar lima gol di kandang Swansea City. Sayangnya City tak mampu mengembalikan jarak menjadi dua poin usai mereka takluk dua gol tanpa balas dari Arsenal.

Ini adalah kekalahan ketiga mereka musim ini sekaligus kegagalan kedua beruntun The Citizens meraih poin penuh (pekan lalu imbang dengan Everton, di saat Chelsea mampu menang usai kedua tim punya poin yang sama di pergantian tahun.

Kini jarak pun tetap lima poin di antara keduanya ketika Premier League berjalan dua puluh dua pekan dan pada tanggal 31 Januari 2015, Chelsea bisa melebarkan jarak menjadi delapan poin andaikan mereka mampu mengalahkan City.

“Pertandingan di Stamford Bridge sangatlah penting. Kami harus memangkas jarak menjadi tiga poin,” tegas Pellegrini seperti dikutip Sky Sports.

“Ini laga yang sangat menentukan dan saya harap kami mampu bangkit serta bermain seperti yang kami lakukan musim ini, terkecuali di laga ini (kontra Arsenal),” sambung manajer asal Chile itu.

Pada pertemuan pertama di kandang sendiri, City harus puas main imbang satu berbanding satu gol dengan Chelsea. Andaikan pun gagal menang di markas ‘Si Biru’, Pellegrini tak pesimistis soal kans timnya mempertahankan gelar juara.

“Saya pikir perburuan gelar juara belum tuntas. Bahkan jika kami tidak menang atau hanya imbang(melawan Chelsea akhir bulan ini, kami akan terus berusaha karena dalam sepakbola, anda tidak tahu apa yang akan terjadi.”

“Jalan masih panjang untuk mengejar keunggulan delapan poin Chelsea dari kami, dan kini mereka unggul lima poin.”

Exit mobile version