Site icon nuga.co

Derby Milan Tanpa Ada Yang “Korban”

Derby Milan, antara dua tim sekota dan menyimpan bara api permusuhan yang panjang, Ac Milan melawan Internazionale Milan, berakhur seri tanpa ada yang menjadi “korban” dari “perang” kata-kata kedua pendukung yang telah berlangsung berhari-hari sebelum laga di San Siro Stadion, Senin dinihari WIB tadi, 24 November 2014.

Skor akhir satu banding satu, bagi kedua kubu, bisa dikatakan hasil memuaaskan. Sebab kedua tim yang sama-sama memiliki masalah panjang dalam msuim ini, dan belum terselesaikan hingga laga yang populer dengan sebutan “Derby della Madonnina” itu.

Paling tidak dari pernyataan Roberto Mancini, pelatih yang baru satu pekan kembali melatih Inter di “part two” karirnya, “memuaskan.

Mancini, setelah dikukuhkan sebagai pelatih Nerazzurri hanya punya waktu lima hari menyiapkan tim..

“Derby selalu sulit dan yang satu ini juga tidak ada bedanya. Saya sangat senang dengan cara tim ini bergerak, karena dengan hanya lima hari bersama untuk mengubah sistem yang sudah berjalan setahun dan bermain tiga-lima-dua bukan hal yang mudah. Mereka melakukannya dengan baik,” ucap Mancini usai pertandingan.

Di San Siro, Senin dinihari WIB itu, Inter lebih dulu tertinggal akibat gol Jeremy Menez . Tim tamu baru bisa menyamakan kedudukan lewat sepakan Joel Obi.

Hasil imbang ini menjadi awal baru Mancini bersama Inter. Baru pekan lalu dia ditunjuk sebagai pelatih menggantikan Walter Mazzarri yang dipecat akibat dianggap gagal membangkitkan performa Inter.

“Saya tidak berharap ada perubahan banyak terjadi dalam waktu lima hari, terutama saat systemnya berbeda. Itu akan butuh waktu, tapi target kami adalah memenangi sebanyak mungkin pertandingan secepat mungkin, bahkan saat kami tidak seratus persen”

“Itu akan butuh waktu, meski banyak pemain ini sudah biasa memakai empat pemain bertahan teruma adi laga internasional. Itu akan membutuhkan waktu dan jujur saja saya tidak tahu akan berapa lama,” lanjutnya seperti diberitakan Football Italia.

Laga derby ini bagi Roberto Mancini merupakan ujian awal. Dan gelandang Joel Obi langsung merasakan perbedaan signifikan dalam tim, utamanya lini tengah.

Kepiawaian pelatih yang pernah membawa Manchester City juara di Premier League itu diuji sebuah laga penting, derby Milan.

Dengan waktu singkat itu, para penggawa Inter langsung merasa klop dengan sistem baru yang diterapkan Mancini. Salah satunya Obi yang mencetak satu gol dan membuat Inter seri di laga versus AC Milan itu.

“Menjadi lebih oke dan aku akhirnya bikin gol. Kami ingin menang tapi hasil seri bisa diterima,” kata Obi seperti dikutip Football Italia.

“Sepanjang pekan, pelatih mencoba opsi yang berbeda dan kami siap untuk tampil. Dia memberikan kami begitu banyak hal. Kalau kami mau mendengarkan dia, maka kami bisa mendapatkan sesuatu yang luar biasa.

“Sekarang kami mempunyai opsi lebih banyak dengan bola, khususnya kepada gelandang seperti kami. Saya lebih senang dengan sistem taktik ini. Mancini menguji saya dalam beberapa hari maka saya ngotot untuk bisa menjadi starter,” ucap pemain internasional Nigeria itu.

Bagi Obi gol tersebut menjadi gol pertamanya musim ini di Serie A.

Sementara itu, pelatih Milan, Filippo Inzaghi menyesali hasil imbang yang didapat AC Milan. Selain membuang keunggulan dan peluang emas, Rossoneri juga disebutnya kebobolan gol yang tercipta secara kebetulan.

Dalam posisi imbang tersebut Rossoneri kembali punya kesempatan mencetak gol kedua. Tapi sepakan Stephan El Shaarawy saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper melayang terlalu tingggi dan membentur mistar gawang.

“Itu mengecewakan setelah kami memimpin, punya peluang matang dan tetap gagal menang. Bagai manapun tim saya sudah memberikan segalanya dan itu merupakan pertandingan yang berimbang karena inter juga tampil bagus,” sahut Inzaghi dalam wawancara dengan Sky Sport Italia.

“Sangat disayangkan buatnya El Shaarawy, karena itu akan jadi hal besar buatnya jika bisa mencetak gol penentu dalam derby,” lanjut Inzaghi.

Terkait gol penyama kedudukan yang dibuat Obi, Inzaghi juga menyesalkan. Gol tersebut tercipta akibat Cristian Zapata melakukan kesalahan saat membuang bola dan membuat si kulit bundar mengarah ke Obi. Sepakannya dari luar kotak penalti mengarah ke sudut bawah gawang tanpa bisa dihalau Diego Lopez.

“Inter memberi tekanan tanpa memberi banyak pengaruh, tapi mereka mencetak gol berdasar kesalahan kami. Kami tahu kami harus terus bertumbuh, tapi saya yakin dengan semangat, rasa lapar dan beberapa pergerakan kami sangat baik.”

“Jelas ada kekecewaan di ruang ganti pemain, karena seluruh pemain mau tiga poin. Saat Inter saya pikir sudah kehabisan mereka mencetak gol yang seperti sebuah kebetulan. Itu bisa saja menjatuhkan semangat kami, tapi kami mampu menciptakan dua keempatan emas lagi setelahnya,” lanjut dia di Football Italia.

Filippo Inzaghi, menilai pertandingan derbi melawan Inter Milan pada lanjutan Serie-A di Stadion San Siro, berbeda dengan laga lainnya.

“Ini akan menjadi laga sulit bagi semua orang. Kami harus memulai lagi dengan performa yang kami tampikan seperti saat melawan Sampdoria. Saatnya berhenti berbicara. Kami telah melihat di lapangan siapa yang lebih kuat,” tambahnya.

Exit mobile version