Site icon nuga.co

Conte: Mou Jangan terlalu Banyak Omong

Hampir semua media di Inggris hari ini, Sabtu, sehari menjelang laga “klasik” Manchester United versus Chelsea di Piala FA, menebarkan “racun” permusuhan lewat pernyataan “panas” dua pelatih masing-masing tim, Jose Mourinho dan Antonio Conte.

Antonio Conte lebih dulu memberikan komentarnya dengan  menyindir Jose Mourinho, agar tak terlalu banyak bicara dan fokus pada pertandingan nanti.

Seperti yang diketahui, Conte dan Mourinho memang memiliki karakteristik yang cukup berbeda.

Conte adalah sosok yang lebih tenang dan jarang memprovokasi pelatih lawan.

Sebaliknya, Mourinho dikenal sebagai sosok yang kerap melontar perang urat syaraf kepada calon lawannya.

Hal ini yang dipandang Conte untuk tidak dilakukan oleh Mourinho.

Manajer asal Italia ini dengan tegas mengatakan, permainan pikiran dan perang urat syaraf tidak akan berpengaruh apa-apa dalam sebuah pertandingan, apalagi memberikan kemenangan.

Conte menegaskan jika ia lebih memilih untuk fokus mempersiapkan timnya dalam laga nanti, dibanding meladeni perang urat syaraf dengan calon lawannya.

“Permainan pemikiran tidak akan membawa Anda kepada kemenangan. Yang terpenting adalah apa yang terjadi di lapangan. Untuk menyiapkan tim di jalur yang tepat, dengan organisasi permainan yang baik,” ujar Conte dikutip 101 Greatgoals.

“Berbicara soal sepakbola, berpikir tentang tim saya, mencoba melalui pekerjaan untuk meningkatkan para pemain. Hal ini yang terpenting bagi saya dan bagi setiap pelatih,” katanya.

Chelsea akan menjamu MU di Stamford Bridge dalam laga babak perempat final putaran keenam Piala FA, 14 Maret 2017.

Meskipun jadwal pertandingan Man United padat, Mourinho mengatakan tidak akan “memainkan anak-anak”, mengacu kepada Kepala Akademi Man United, Nicky Butt, saat melawan mantan klubnya itu.

Ia menyatakan, MU harus mempertahankan gelar yang didapatkan musim lalu itu.

Mourinho sendiri akan mengalami dilema pemilihan pemain karena baru saja menjalani pertandingan di markas FC Rostov di Rusia pada enam belas Besar Liga Europa.

Perjalanan jauh serta tuntutan untuk memprioritaskan Liga Inggris diperkirakan akan membuat Mourinho memilih pemain muda melawan Chelsea.

Apalagi MU juga akan menjamu Rostov pada pertengahan pekan depan.

Namun ia menampik anggapan itu dan bertekad untuk tampil baik di seluruh kompetisi tersisa.

“Kami harus tetap membuka dua pintu,” kata Mourinho.

“Kami harus tetap melaju di Liga Primer Inggris, dan jika Anda berada di perempat final, kami ingin pintu kami terbuka di Liga Europa. Kami harus mencoba dengan segala cara,” katanya.

“Kami punya piala di kantung kami dan itu memang perasaan yang bagus untuk semua orang.  MU adalah pemenang kompetisi ini musim lalu.”

Pada musim ini, Man United telah berhasil memenangi gelar Piala Liga Inggris dan Community Shield. Pada klasemen sementara Premier League, mereka menempati posisi keenam.

Terkait hal itu, Mourinho menginginkan timnya tetap fokus dan bersaing untuk meraih gelar berikutnya.

“Kami harus terus meraih poin di Premier League. Di Liga Europa, jika kami berhasil melewati babak 16 besar, ‘pintu akan terbuka’,” katanya.

“Kami harus mencoba dengan segala cara. Kami memiliki trofi yang selalu memberikan perasaan yang baik untuk semua pendukung,” ujar mantan pelatih Chelsea dan Real Madrid ini.

Sementara itu, gelandang jangkung MU asal BelgiaMarouane Fellaini yakin timnya akan bisa merespons positif kala bertemu Chelsea.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Kami memang kalah beberapa bulan lalu dari Chelsea, tapi kini kami berjumpa di Piala FA, mari kita lihat apa yang akan terjadi,” ujar Fellaini, dikutip Standard.

“Chelsea pemuncak klasemen Premier League, mereka punya kepercayaan diri lebih dan pemain berkualitas. Tapi kami juga akan menunjukkan kualtas kami dan kepercayaan diri yang lebih besar,” katanya.

Exit mobile version