Site icon nuga.co

City Tercampak di Lomba Akhir Liga Primer

Manchester City mulai keteteran di akhir balapan Premier League, yang menyisakan tujuh laga lagi, ketika dihempaskan Crystal Palace, dua gol berbanding satu, dalam laga monoton, membosankan dan berjalan lamban, di Selhurst Park, Selasa dinihari WIB, 07 April 2015.

Kekalahan menyakitkan ini membuat City, yang sebelumnya punya satu laga sisa di banding rivalnya, Chelsea, Arsenal dan Manchester United, harus bertahan di posisi empat klasemen dengan jarak sembilan poin dari “The Blues,” dua angka dari The Gunners dan satu poin lainnya dari Setan Merah.

Kekalahan ini pula yang akan menjadi masalah bagi City ketika harus datang memainkan laga “derby manchester” di Old Trafford melawan tim satu kotanya Manchester United, Minggu malam WIB, 12 April 2015.

Setelah menjadi juara Premier League musim lalu, Manchester City di awal musim ini tampil impresif dan berkejaran dengan Chelsea di puncak klasemen. Tapi di ujung lomba mereka menemukan hambatan ketidak stabilan mental.

“Mereka punya masalah di mental, itu jelas. Tim ini tidak bisa mempertahankan kesuksesan, dan saya pikir itu adalah sesuatu yang buruk,” komentar Gary Neville ketika memandu pertandingan lewat “Sky Sports,” Selasa dinihari WIB.

“Ketika sebuah tim sudah berhasil menjadi juara, mereka harus kembali lagi dengan rasa lapar yang sama dan mereka tidak seperti itu. Mereka kehilangan rasa lapar itu. Mereka berada di puncak gunung, lalu terjun bebas.”

Neville menyebut, City kesulitan membongkar pertahanan rapat Palace yang kerap menaruh enam hingga tujuh pemain di kotak penalti sendiri.

Dalam keadaan tersebut, dengan area kotak penalti yang cukup padat, City seharusnya melebarkan permainan ke sisi sayap. Namun, pemain-pemain sayap mereka tidak ada yang tampil cukup bagus.

“Mereka tidak bisa membongkar pertahanan Crystal Palace yang begitu rapat dan gigih. Mereka juga tidak punya kualitas yang cukup bagus untuk bermain melebar.”

“Kekurangan itu benar-benar merugikan City malam ini. City tidak punya cukup kekuatan untuk meruntuhkan mereka,” kata Neville.

Tentang komentar Neville, pelatih City Manuel Pellegrini membantah timnya tampil buruk. Kekalahan tersebut, kata manajer asal Chile itu, hanya ketidakberuntungan semata.

“Saya puas dengan cara tim saya bermain karena saya pikir, kami bermain amat bagus,” ujarnya kepada Sky Sports.

“Biasanya, kami menang jika tampil seperti ini. Kami menciptakan banyak peluang dan kami tidak beruntung lantaran gagal menciptakan lebih banyak gol.”

Meski kalah dominan, bek Palace, Scott Dann, menilai timnya layak mengalahkan City.

Palace seefisien mungkin memanfaatkan kans yang mereka miliki.

Hasilnya, dua dari tiga attempts on target mereka pada laga tersebut berbuah menjadi gol. Di lini belakang, Palace bertahan amat rapat. Tidak jarang ada enam hingga tujuh pemain mengisi kotak penalti tim besutan Alan Pardew tersebut.

“Ketika Anda melawan tim besar, Anda butuh berbagai macam hal, kami luar biasa hari ini dan layak mendapatkan tiga poin,” ujar Dann seperti dilansir Sky Sports.

Khusus untuk Murray, dia kini sudah mencetak lima gol dalam lima penampilannya di liga. “Ini adalah malam yang indah untuk klub kami. Saya jelas menikmatinya,” kata Murray.

Tentang peluang City menjadi juara, Pellegrini pun enggan membicarakan soal itu Dia hanya ingin timnya tampil sebaik mungkin dalam tujuh laga sisa.

“Kami tidak mau membicarakan titel juara, kami hanya ingin berusaha memenangi laga-laga selanjutnya.”

“Tiap Anda kehilangan poin, itu menjadi pukulan telak. Pada akhir musim, poin-poin yang hilang itu bisa merugikan Anda.”

“Tujuh laga ke depan bakal menjadi laga-laga penting. Biasanya, sebuah tim juara hanya unggul satu atau dua poin atas tim di bawah mereka. Jadi, kami harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin. Masih ada dua puluh satu poin yang bisa diraih,” kata Pellegrini.

Manuel Pellegrini juga mengeluhkan gol pertama Palace yang dinilainya offside.

City merasa gol itu tidak sah, dengan mengklaim bahwa Murray dan Scott Dann berada dalam posisi offside dalam prosesnya. Tapi wasit tidak menyatakan demikian.

“Kami memainkan sebuah pertandingan yang bagus dari awal sampai akhir dan memiliki banyak sekali peluang. Kami kalah karena Palace mencetak sebuah gol offside dan sebuah tendangan bebas yang cantik,” manajer City itu kepada Sky Sports.

“Saya tidak ingin mmbicarakan ini dengan wasit, bukan kewajiban manajer untuk menganalisa wasit,” sambung Pellegrini.

“Anda yang bertanya kepada saya mengapa kami kalah dan saya ulangi lagi, karena sebuah gol offside dan sebuah gol dari tendangan bebas yang cantik,” lugas dia.

sumber : sky sport dan daily mail

Exit mobile version