Site icon nuga.co

Chelsea Sulit Tembus Zona Liga Champions

Chelsea diperkirakan sulit bisa menembus Liga Champions dalam posisinya di peringkat tiga Liga Primer saat ini.

Persaingan ke Liga Champions di Liga Primer makin keras bersamaan dengan makin menguatnya posisi Manchester City sebagai juara dan mati-matiannya United mempertahankan posisi nya di urutan dua liga.

Manajer Chelsea Antonio Conte sendiri mengakui kerasnya persaingan liga kali ini.

Ia menilai ambisi masuk zona Liga Champions bukan sebuah target yang mudah untuk diwujudkan timnya

Chelsea yang mengusung misi mempertahankan titel juara musim ini mulai harus berpikir realistis karena kini berada di peringkat tiga Liga Primer Inggris dan tertinggal enam belas poin dari pemuncak klasemen Manchester City.

Target realistis Chelsea kini adalah mengakhiri musim dengan duduk di zona Liga Champions.

Namun, Conte menilai hal tersebut juga bukan tugas yang gampang.

Banyaknya tim dengan kualitas setara menjadikan misi lolos ke Liga Champions juga jadi misi yang sulit.

“Kami harus berjuang untuk memperebutkan tempat di Liga Champions dengan bertahan di empat besar. Namun, hal tersebut terbilang sangat sulit,” kata Conte seperti dikutip dari situs resmi klub.

Conte menilai kekuatan yang sama rata membuat sejumlah klub besar harus menelan pil pahit di akhir musim karena gagal duduk di posisi empat besar di akhir musim.

“Liga ini tidak mudah. Musim lalu Arsenal ada di luar empat besar untuk pertama kalinya sejak 19 tahun. Dua musim lalu, Chelsea yang tersingkir dari empat besar.”

“Musim lalu Manchester United juga gagal masuk empat besar (namun lolos lewat jalur Liga Europa). Jadi, hal ini tidak akan mudah,” ucap Conte mengingatkan.

Musim ini, di luar Manchester City yang tampil perkasa, klub-klub besar lainnya memiliki kekuatan yang sama.

Manchester United yang ada di posisi kedua, hanya berjarak delapan poin dari Arsenal yang ada di posisi keenam.

Di Liga Champions musim ini Chelsea lolos ke Enam Belas Besar dan akan menghadapi Barcelona di grupnya.

Conte  yang musim lalu sukses mengantar The Blues sebagai juara Liga Primer Inggris itu optimistis Eden Hazard dan kawan-kawan dapat mengubah peruntungan Chelsea ketika berhadapan dengan salah satu raksasa Spanyol di fase gugur Liga Champions.

Dari tiga kali bertemu di babak knock-out, Chelsea hanya sekali melewati adangan Barcelona, yakni pada semifinal lima tahun silam sebelum menjadi juara Liga Champions.

Sedangkan dalam pertandingan di tahun 2006 dan 2009, Chelsea harus mengakui keunggulan Blaugrana.

“Pertandingan-pertandingan yang terjadi di masa lalu adalah sejarah, sekarang lain cerita. Ini akan sangat berbeda. Pertandingan ini merupakan kesempatan bagi para pemain untuk menunjukkan nilai sebenarnya, tentunya semua pemain harus bermain dengan baik,” ujar Conte.

Sebelum menghadapi Barcelona pada Februari, Conte menegaskan prioritasnya saat ini adalah Liga Primer Inggris.

Menurutnya liga domestik menampilkan persaingan ketat yang harus diperhatikan secara cermat.

“Prioritas kami sekarang adalah liga dan bertahan berada di zona Liga Champions. Itu adalah prioritas kami dan ketika saatnya datang, kami akan memikirkan pertandingan menghadapi Barcelona,” ujar Conte.

“Kami harus realistis, liga sangat berbahaya. Kami harus bermain dari satu laga ke laga lain dan bermain dengan kekuatan seratus dua puluh persen atau kami akan menemukan kejutan pahit di akhir musim,” tukasnya

Laga Chelsea melawan Barcelona adalah mimpi buruk yang datang secara mendadak.

Chelsea harus menerima kenyataan bertemu dengan Barcelona. Skenario pertemuan kedua tim memang sudah diprediksi sejak awal.

Status runner up yang diraih Chelsea di babak penyisihan grup membuat mereka harus bertemu tim besar atau juara grup di babak Enam Belas Besar.

Regulasi UEFA yang memastikan klub dalam satu negara tak bertemu membuat Chelsea diprediksi akan bertemu dengan dua tim besar dari negara lain.

Semula, The Blues diprediksi akan bertemu dengan Barcelona, PSG, dan Besiktas.

Prediksi tersebut ternyata tidak melenceng jauh. Klub asal London itu dipastikan akan bertemu dengan wakil dari La Liga, Barcelona.

Sebelum undian digelar, Antonio Conte memang sudah dicecar pertanyaan soal kemungkinan akan bertemu dengan klub elite, termasuk Barca dan PSG.

Dengan percaya diri Conte mengaku siap menghadapi tim manapun termasuk jika harus bertemu dengan Barca yang sudah menggenggam trofi Liga Champions sebanyak lima kali.

“Ketika Anda bermain di turnamen ini dan lolos ke babak berikutnya, Anda harus siap menghadapi tim-tim terbaik,” kata Antonio Conte kepada BBC beberapa waktu lalu.

“Kami harus tetap siap karena ini adalah turnamen yang luar biasa. Jadi, setelah performa seperti ini, sebagai pelatih, saya tentu sangat senang,” ujar Conte.

Exit mobile version