Site icon nuga.co

Chelsea Dilanda Gosip Retaknya Hubungan Terry-Benitez

Stamford Bridge kembali diguncang isu  “dendam”  pelatih “caretaker”  The Blues Rafael “Rafa” Benitez terhadap  John Terry sehubungan dengan kebijakan sang pelatih membangkucadangkan “freeback” yang sekaligus kapten tim itu. Para pemain meminta Rafa untuk mengungkap fakta yang sebenarnya tentang langkahnya yang lebih banyak mendudukkan Terry di posisi “second line up.”

Protes pemain ini dinyatakan  para pemain untuk menampik alasan Rafa Benitez  tentang kondisi fisik  bek The Blues, yang selalu dikataknnya secara berulang  tidak sehat sehingga jarang ditampilkan di lapangan.

Di beberapa media lokal Inggris, Benitez sebelumnya mengatakan bahwa Terry sering absen pada saat latihan rutin karena kondisinya yang sedang sakit. Tapi Terry membantahnya, “Saya ingin meluruskan ini, selama ini saya sehat walafiat dan sering latihan.”

Pemain berusia 32 tahun ini sudah di sebanyak 13 pertandingan musim ini duduk di kursi cadangan. Ia alpa dua kali di pertandingan Chelsea  di UEFA Champions League, enam kali di Liga Premier, satu kali di Europe League, tiga kali di Piala FA, dan satu kali absen di ajang Capital One Cup.

Setelah Terry mencetak dua gol di pertandingan melawan Fulham, hari Kamis lalu, Bernitez berkomentar, “Seandainya Terry sering latihan dan performanya seperti saat itu, maka ia pasti akan sering kutampilkan di lapangan.”

Benitez mungkin menghubungkan mengabsenkan Terry di pertandingan penting itu karena alasan, pemain  itu belum memberi sinyal apakah a akan menandatangani kontrak baru di Chelsea atau tidak. Kapten The Blues itu belum terlalu memikirkannya untuk saat ini.

Kontrak Terry di Stamford Bridge akan habis pada musim panas tahun depan. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda Chelsea akan menawarinya kontrak anyar. Tapi, Terry santai menanggapi kondisi ini. Dia memang belum terlalu memikirkan soal kontraknya di Stamford Bridge.

“Orang-orang harus sadar bahwa saya masih punya sisa kontrak setahun setelah musim ini selesai,” ucap Terry kepada Sky Sports News HD.

“Orang-orang bicara soal tidak adanya kontrak baru atau hal semacam itu. Tapi, itu bahkan tidak ada dalam agenda pada saat ini.  Mereka mungkin akan mengajak saya duduk bersama setelah musim ini selesai dan kemudian kami akan mulai bicara. Apakah saya akan bilang ya atau tidak, saya akan memberikan yang terbaik sampai kontrak saya di Chelsea berakhir,” kata bek berusia 32 tahun ini.

Terry di era kepelatihan Rafael Benitez memang sudah  terbiasa dengan bangku cadangan. Benitez menerapkan kebijakan rotasi dan membuat Terry tak selalu masuk starting line-up.  Padahal dimasa kepelatihan Mourinho, Vila Boaz dan Di Matteo Terry selalu menempati daftar “starter.”

“Saya akan terus melakukan apa saja yang mungkin saya lakukan, apakah saya bermain atau tidak, untuk mengantarkan klub ini ke arah yang kami inginkan,” ujar Terry.

Belum lagi usai denga kontroversinya dengan Rafael Benitez mengenai posisinya dalam daftar “strating line up,”  Terry  mengatakan ia menerima kebijakan rotasi skuadnya. Sepanjang tahun ini  Terry hanya tampil tiga kali pertandingan Liga Primer. Namanya dicoret dari tim inti untuk pertandingan Piala FA setelah timnya kalah dari Manchester City di semifinal, Ahad, 14 April 2013 silam.

Jarangnya Terry diturunkan dalam skuad inti telah memunculkan kabar hubungan antara pemain berusia 32 tahun itu dan pelatihnya. Tapi, Terry membantah kabar itu. “Tidak ada keretakan hubungan saya dengan pelatih.”

Terry berusaha memaklumi keputusan sang pelatih. Baginya, tidak ada gunanya kecewa, karena ini sudah menjadi kebijakan pelatih demi kebaikan The Blues. “Ketika tidak dimainkan, saya berusaha bersikap bijak, namun ketika ada kesempatan tampil saya akan berusaha sebaik mungkin,” kata Terry. “Hal itu saya buktikan ketika melawan Fulham.”

Belum usai dengan kasusnya dengan Benitez,  John Terry, Jumat kemarin  bikin ulah lagi dengan  terang-terangan menunjukkan sikap antipatinya terhadap Federasi Sepak Bola Inggris (FA). Ia  menolak berjabat tangan dengan Chairman David Bernstein saat penyerahan trofi Liga Champions

Terry yang  pensiun dari timnas Inggris pada September lalu, setelah jabatan kaptennya dilucuti FA karena dinilai terbukti melontarkan kata-kata rasial terhadap bek Queens Park Rangers, Anton Ferdinand.

Meski telah dibebaskan dari tuduhan oleh Pengadilan Tinggi Westminster, FA kembali memproses kasus tersebut dan menjatuhkan sanksi. Selain melucuti ban kapten tim Tiga Singa, Terry juga diskors empat pertandingan domestik.

Dan, peran Bernstein mencopot ban kapten Inggris masih terekam di dalam benak Terry, saat ia tak mengangsurkan tangannya kepada pria berusia 69 tahun yang mengajaknya berjabat tangan itu. Selain Terry, Bernstein bersalaman dengan para pemain Chelsea lainnya, seperti Branislav Ivanovic, Fernando Torres, dan Petr Cech dalam acara yang dihelat di London’s Banqueting House.

“Dengar, (sanksi kasus) itu sangat menyulitkanku. Ia (Bernstein) jelas orang yang bicara tentang diriku di pengadilan dan banyak berbicara. Aku tak ingin bicara lagi dan disiarkan,” tegas Terry kepada Sky Sport News.

Saat ditanya apakah ia menjabat tangan Bernstein, Terry menjawab singkat, “Tidak.”

Ketika dikonfirmasi kepada sang pimpinan FA, Bernstein mengungkapkan, “Saya tak memperhatikan. Hubungan saya dengan semua orang di sini benar-benar fantastis. Saya tak memperhatikan satu hal (yang salah) dan saya pikir sudah seharusnya kita bicara hal yang lebih positif daripada sesuatu yang tak berdasar.”

Bernstein pun lantas mengakui hubungannya dengan Terry “sedikit berjarak”, tetapi ia berharap besar bisa kembali membangun jembatan komunikasi untuk rekonsiliasi.

 

Exit mobile version