Site icon nuga.co

Brasil Bermain dengan Semi Bertahan

Brasil akan bermain semi bertahan dengan menempatkan tiga gelandang untuk men”:jagal” serangan Jerman, dan membuat garis demarkasi yang horizontal sebagai titik start “attacking” yang cepat dan akurat ketika kedua tim bertanding di semifinal Piala Dunia 2014, Rabu dinihari WIB, 09 Juli 2014, di Estadio Meneirao, Belo Horizonte.

Dengan tiga gelandang sebagai “breaker” dan “destroyer” ini Luiz Felipe Scolari berencana merusak lini tengah Jerman untuk memenangkan duel p[enguasaan lapangan. Scolari sudah memastikan opsi menurunkan tiga gelandang untuk mendukung strateginya ini.

Dikenal sebagai pelatih dengan kecerdesan di atas rata-rata, Scolari, seperti diungkapkan dalam tulisan pengamat sepakbola paling jenius Martin Keown di surat kabar terbitan London, Inggris, “Daily Mail, pelatih Brasil itu ingin membuat Jerman frustrasi oleh “tembok” kokoh “Selecao.”

Dengan tiga gelandang bertahan, Scolari juga ingin mengingatkan Jerman bahwa mereka akan bermain “keras” dan melakukan “tackling-tackling” mematikan untuk menghancurkan daya tahan pemain “der Panzer.

Dengan menempat tiga gelandang bertahan sekaligus, Brasil akan memusnah efektifitas Bastian Schweinsteiger, Mesut Oezil, Mario Goetze dan Thomas Mueller melakukan serangan. Tiga gelandang Jerman itu adalah tipikal gelandang serang yang mampu mengancam pertahanan A Selecao.

Scolari pernah menangani timnas Portugal selama lima tahun, dan dalam kurun waktu tersebut, ia pernah dua kali bertemu Die Mannschaft serta selalu menang berkat salah satu gelandang terbaiknya.

Scolari menyatakan yakin taktik tersebut bisa melemahkan kekuatan barisan gelandang Jerman yang kuat. “Bermain dengan tiga gelandang bertahan adalah opsi,” ucap Scolari kepada FIFA.com.

“Jika aku punya dua pemain di posisi itu, maka dua full back akan punya keleluasaan, tapi aku mungkin bisa menambah satu pemain yang menyebabkan sedikit kerusakan lagi pada skuat Jerman,” ujarnya.

Scolari belum mengumumkan siapa saja nama tiga pemain yang mengisi pos gelandang bertahan. Dalam lima pertandingan terakhir sebelum masuk semifinal, Scolari selalu menaruh dua gelandang bertahan dengan nama-nama yang berkisar di antara tiga nama, yaitu Paulinho, Luis Gustavo dan Fernandinho.

Paulinho dan Luis Gustavo selalu jadi pilihan pengisi posisi tersebut selama di fase grup. Ketika menghadapi Chile di perdelapan final, mantan pelatih Chelsea ini memberi posisi gelandang bertahan kepada Fernandinho dan Luis Gustavo, sedangkan Paulinho duduk manis di bangku cadangan.

Pada babak selanjutnya kontra Kolombia, giliran Luis Gustavo yang dicadangkan. Scolari memasang Paulinho dan Fernandinho jadi jangkar.

Selain memainkan tiga gelandang bertahan, Scolari juga akan mempertaruhkan kolektivitas tim dalam laga melawan Jerman. “Selecao” diyakini mampu menembus final turnamen empat tahunan ini walaupun tanpa seorang Neymar yang dibekap cedera tulang punggung.

Sebagai seorang individu, absennya Neymar adalah sebuah kehilangan besar. Tak ada satupun di dalam tim yang mempunyai kekuatan sepertinya. Tapi secara unit kami dapat berbenah. Mengisi posisi Neymar dengan pemain yang lain dan itu akan bagus bagi Brasil.

Penyerang lainnya, Fred, hingga kini baru berhasil mencetak 1 gol saja. Sementara satu orang penyerang lagi, Jo, belum pernah mencetak satu gol pun.

Ia juga memberikan solusi atas absennya kapten sekaligus bek andalan Luiz Felipe Scolari, Thiago Silva. Menurutnya, Dante bisa diandalkan untuk menutup lubang di lini pertahanan Brasil.

“Thiago Silva dan David Luiz bermain baik di semua pertandingan yang dimainkan. Tapi, kami masih punya Dante selain Luiz, dia juga mengerti sepakbola Jerman dengan baik. .

Melaju sampai babak final berarti segalanya. Anda dapat melihat bagaimana emosionalnya seorang pemain. Dan itu akan sangat sangat spesial bagi mereka. Saya berharap untuk melihat permainan yang hebat besok dan saya juga berharap Brasil dapat melaju ke final.

Selain melakukan “update” permainan, Brasil juga sudah menyelesaikan persoalan absennya Thiago Silva. Seluruh personil tim Brasil sepakat Dante sebagai starter mengisi tempat Thiago.

Pilihan terhadap Dante merupakan jawaban dari apa yang diisyaratkan Thiago ketika ia mendatangi Dante. Kala diberi kartu kuning kedua saat melawan Kolombia Dia memberi dorongan penyemangat untuk rekannya itu agar bisa tampil solid kala dirinya absen.

“Saya mengatakan ‘ini mungkin menjadi kesempatanmu untuk turun ke lapangan dan menunjukkan semua kemampuanmu’,” tutur Silva seperti dikutip Reuters.

“Dia adalah salah satu pemain pertama yang menyambut saya, dan saya mengatakan ‘lihatlah, kesempatan akan datang’,” tambahnya.

“Tapi, terserah pelatih apakah akan memilihnya. Dante pastinya siap. Dia adalah seseorang yang bekerja sangat keras. Dia adalah salah satu pemain yang datang pertama ke latihan dan salah satu yang pulang paling akhir,” ujar Silva.

Exit mobile version