Site icon nuga.co

Brasil Belum Menemukan Momentumnya

Brasil belum menemukan momentumnya. Laga persahabatan Maracana yang dihelat “selecao” Brasil sebagai misi balas dendam terhadap “The Three Lions” Inggris, usai mereka dikalahkan di Wembley Februari lalu, tak menjadi kenyataan. Kedua tim, Minggu dini hari WIB, bermain imbang 2-2.
Bintang Brasil Neymar, hanya bisa bersungut terhadap hasil laga itu setelah “gocekannya” ala “YouTube” di babak pertama yang tak mampu dikonversi menjadi gol..

“Pertandingan yang bagus Kami telah melakukan aksi yang memikat di lapangan. Banyak peluang yang kami ciptakan. Sayangnya, kami tak mencetak gol pada babak pertama saat banyak melakukan tekanan. Kami telah menjelma menjadi tim yang lebih baik dan terus mengalami peningkatan,” ujar Neymar, seperti dilansir Goal, Senin.

Bagi mantan pemain Santos, yang musim kompetisi mendatang akan bermain bersama Barcelona di La Liga dan Liga Europa, setiap pemain yang ada di skuad memiliki kualitas untuk memberi kontribusi penting bagi tim. Tentu saja, saya akan lebih senang jika saya bisa lebih banyak melakukan sentuhan pada bola..

Neymar juga mengatakan bahwa nilai positif yang dapat diambil dari pertandingan tersebut adalah seluruh pemain sudah saling mengenal dan memahami satu sama lain. Neymar, usai laga Brasil melawan Inggris itu langusng terbang dari Rio de Janeiro ke Barcelona untuk diperkenalkan kepada publik Nou Camp. Sebelum diperkenalkan kepada 50.000 publik Catalan, Neymar terlebih dahulu diperiksa kesehatannya oleh tim medis yang kemudiannya dilanjutkan dengan penyerahan kostum Barca dengan nomor yang masih dirahasiakan.

Menurutnya, permainan Selecao pada paruh pertama benar-benar menunjukkan adanya peningkatan meskipun gagal menyarangkan satu pun gol. Brasil memang gagal membalas kekalahan. Skuad Tiga Singa dengan gagahnya mampu menahan imbang Brasil di hadapan publiknya.

Brasil seperti biasanya, mengambil inisiatif serangan . Menekan sejak awal dengan tempo tinggi dengan pola 4-3-3 yang variatif umpan pendek tapi sangat cepat. Peluang pertama didapat Neymar da Silva dengan tendangan volinya di menit keempat dari assist Hulk de Souza. Sayang, masih bisa diblok Michael Carrick sebelum membahayakan gawang Joe Hart.

Peluang emas tuan rumah berikutnya baru didapat 13 menit berselang. Aktornya lagi-lagi Neymar dengan memanfaatkan blunder Glen Johnson di dalam area terlarang. Beruntung, Hart masih sigap menyelamatkan dengan apik.

Memasuki medio interval perdana, serangan-serangan yang coba dibangun Inggris acap mentok di lini tengah. Adapun Brasil, sempat memperoleh kesempatan berikutnya di menit ke-27. Through-pass Hulk hampir membuka keunggulan. Lagi-lagi Hart berperan besar dengan lebih dulu memotong bola sebelum dikonversi Luiz Gustavo.

Akhirnya, Inggris punya satu peluang emas untuk lebih dulu unggul di penghujung babak pertama, tepatnya di menit ke-38. Sebuah umpan manis dari Johnson, harusnya membuahkan gol pembuka. Tapi nahas, finishing Theo Walcott masih bisa dihentikan Júlio César.

Begitupun dengan kans yang dimiliki Lampard pada menit ke-41. Tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti Brasil, juga dibendung kiper yang masih bernaung di Queens Park Rangers itu. Hingga jeda, skor kacamata alias 0-0 masih terpampang di papan skor Maracaña.

Di babak kedua Brasil masih melakukan pendekatan yang sama – menekan sejak menit-menit pertama. Inggris juga belum menemukan permainan terbaiknya hingga akhirnya “terhukum”, 12 menit setelah babak kedua dimulai.

Gol pemecah kebuntuan yang menyemarakkan stadion keramat Brasil itu tercipta dari kaki Fred Guedes. Bomber berusia 29 tahun itu mendapat durian “runtuh”, usai memaksimalkan bola liar hasil sepakan Hernanes Andrade yang membentur mistar terlebih dulu.

Namun 10 menit kemudian, publik tuan rumah terdiam lantaran keunggulan 1-0 Brasil tak bertahan lama. Alex Oxlade-Chamberlain yang baru masuk menggantikan Johnson, menyelesaikan sentuhan dari Wayne Rooney. César tak kuasa menghentikan dan skor kembali imbang, 1-1 untuk kedua tim.

Perlahan permainan tim asuhan Roy Hodgson membaik dan puncaknya, Rooney membalikkan keunggulan, 2-1 di menit ke-79. Punggawa Manchester United itu merangsek hingga dekat garis penalti untuk kemudian, mendentumkan tembakan keras yang kembali tak sanggup diselamatkan César.

Seisi Maracana kembali bergemuruh saat pertandingan berumur 82 menit. Dibidani umpan Lucas Moura, Paulinho Júnior melayangkan voli indah. Hart yang sudah mati langkah, hanya bisa memelototi bola yang mengoyak jaring gawangnya untuk kedua kali. Stand kembali sama kuat, 2-2.

Seleção coba terus membangun gempuran demi membalas kekalahan 1-2 pada pertemuan pertama mereka tahun ini Februari silam. Namun hingga wasit Wilmar Roldán asal Kolombia meniup peluit panjang, skor 2-2 tetap awet.

Exit mobile version