Site icon nuga.co

“Blunder” Barca di Amsterdam ArenA

Barcelona membuat “blunder” di Amsterdam ArenA, Rabu, 27 November 2013, dinihari WIB, pada laga “matchday” ke lima Grup H Champions League, dan dikalahkan Ayax 1-2, dalam pertandingan paling menawan dari dua klub pemilik “short passing,” total football dan tiki-taka, warisan legenda Johan Cruyff.

“Blaugrana” terjebak dalam situasi “over-estimate” yang membuatnya bermain monoton dan tak mampu menjawab kebutuhan “super performance” dalam menghadapi pola permainan yang sama, walau pun Ayax tampil dengan sepuluh pemain, uasi Joel Veltman diusir dari lapangan usai “menakali” Neymar.

Ayax, seperti dikatakan Johan Cruyff, legenda kedua klub, yang memilih netral atas laga kedua “warisan”nya itu, sudah bermain benar menghadapi Barcelona yang unggul materi. “Mereka bisa kalah materi pemain, tapi tidak menyerah dalam menjalankan disiplin total football,” katanya usai pertandingan.

Menurut Cruyff, Barca secara “ball possession” masih berada di atas Ayax. Tapi mereka lupa bahwa penguasaan bola tidak harus bermain “safety.”

“Saya tidak mencampuri Tata, tapi ingin mengingatkannya bahwa mengasuh klub di daratan Europa adalah pekerjaan paling menyiksa. Harus ada sebuah fase ketika adaptasi kepelatihan bisa diajarkan oleh studi lapangan,” kata Cruyff mengingat Gerrardo “Tata” Martino, pelatih Barca asal Argentina yang baru memulai debutnya musim ini di laga-laga Europa.

Cruyff yang duduk berdampingan dengan Ronald Koeman, pelatih Yayenoord, yang juga mantan kapten Barcelona, di tribune kehormatan, memang tampil netral dengan mengenakan syal berlogo Champions League. Ia sempat berdiri ketika Ayax menyarangkan gol kedua, dan menuding Joel Veltman yang membuat Neymar kesakitan.

Bahkan ketika pertandingan usai Cruyff dan Koeman turun dari bangkunya dan mendatangi kedua tim dan bersalaman sambil memberi aplaus untuk Martino.

Kekalahan Barca di Amsterdam ArenA adalah yang pertama ketika tim Nou Camp itu dilatih oleh Martino. Untuk itu, tak salah jika Martino tampak kecewa dengan permainan anak asuhnya itu.. Lebih buruk lagi, walau tampil lebih dominan, Los Cules ketinggalan dua gol lebih dulu lewat Thulani Serero dan Danny Hoesen.

Di babak kedua Ajax yang sudah bermain dengan sepuluh orang usai Joel Veltman dikartu merah akibat melanggar Neymar, ternyata belum cukup untuk memenangkan Barca. Penalti Xavi memang mampu memangkas jarak namun dengan keunggulan jumlah pemain Barca tak mampu menambah golnya dan akhirnya kalah.

“Kami kekurangan intensitas di babak pertama, perbedaan dengan Ajax terlalu besar. Kami seharusnya berbicara tentang apa yang terjadi. Tim ini jadi yang pertama harus mengkritik diri sendiri. Kami butuh belajar dari kesalahan-kesalahan ini,” ujar Martino yang dikutip “ FourFourTwo”.

“Kami menekan dengan baik di babak pertama, tapi kami kalah di semua duel karena kurangnya intensitas. Di Liga Champions, Anda harus intens selama p[ertandingan.”

“Kami tidak bisa mengulang performa seperti di babak pertama kali. Di babak knock out Anda bisa tersingkir jika tampil buruk di babak pertama seperti itu,” kata Martino sembari memperingatkan.

Barca, yang sudah mengemas sepuluh poin, gagal mendapatkan posisi sebagai juara Grup H dan harus bertanding kembali dengan Celtic di Nou Camp untuk memastikan mereka keluar juara grup di laga penyisihan terakhir.

Pelatih Barcelona, Gerardo Martino, mengungkapkan bahwa dirinya lebih mengutamakan kesuksesan meraih trofi juara di akhir musim nanti ketimbang memikirkan kekalahan dari Ayax..

Kekalahan dari Ayax menyebab Martino gagal menyamai catatan tidak terkalahkan di 21 pertandingan awal musim di seluruh kompetisi bersama Blaugrana yang sebelumnya dipegang oleh Guardiola

“Saya hanya ingin catatan klub di tahun 2010 yang sukses meraih enam trofi di sepanjang tahun kembali terulang. Saya tidak ingin membandingkan diri saya dengan Guardiola, karena saya hanya melihat mereka dari televisi pada saat itu, yang mana Anda semua juga tahu mereka seperti apa,” ujar Martino, seperti dilansir Football-Espana.

“Kami memiliki komitmen dari apa yang telah kami tunjukkan sejauh ini. Karena klub juga mempunyai filosofi bermain yang telah mengantar banyak kesuksesan selama ini. Namun kami harus terus berkembang agar semua orang tahu bahwa klub ini mampu melakukan segalanya,” sambungnya dengan nada serius kepada wartawan “marca.”.

Tentang kekalahan tim dari Ayax Martino mengatakan, “Saya selalu menganggap Ajax sebagai tim yang hebat dan tahu apa yang harus mereka lakukan di lapangan. Mereka sangat baik secara teknik dan tahu cara menghadapi gaya permainan lawan. Untuk itulah ketika kalah saya mengucapkan selamat untuk mereka.”

Saya tidak tahu apakah mereka bermain buruk atau tidak saat bermain di Amsterdam ArenA, namun tujuan kami jelas bahwa harus meraih kemenangan di laga nanti,” tambah pelatih asal Argentina itu.

Ketika saya berjalan di lorong-lorong stadion, saya melihat foto-foto orang yang bertanggung jawab atas gaya permainan Barcelona saat ini. Banyak pemain Belanda dan juga Ajax di sana, yang mana mereka sudah pasti sangat penting bagi gaya permainan yang ditunjukkan klub ini,” tutup Martino.

Exit mobile version