Site icon nuga.co

“Kasar,” Atletico Dikalahkan Leverkusen

Bayer Leverkusen mematikan langkah agresif Atletico Madrid, pada laga leg pertama babak “knock-out” enam belas besar Liga Champions, di Bay Arena, Kamis dinihari WIB, 26 Februari 2015, dengan menyalin semua permainan klub Vicente Calderon itu, keras agresif dan nyaris kasar.

Dengan cara bermain seperti yang ditampilkan Atletico, Leverkusen memenangkan laga dengan gol tunggal, satu berbanding kosong, dan menatap laga tandangnya di leg kedua dengan penuh optimisme di Vicento Calderon 19 Maret 2015.

Diego Simeone, pelatih Atletico dengan nada kesal, menyebut Leverkusen menang berkat tampil intens dan agresif seperti timnya selama ini.

Bayer tampill dominan dalam penguasaan bola, apalagi sejak Atletico bermain dengan sepuluh orang Meski timpang dalam ball possession, keduanya relatif berimbang soal peluang.

“Ini adalah laga yang aneh, tidak satupun dari kedua tim menciptakan banyak peluang. Di babak kedua, segalanya seimbang dan kami mencoba memakai senjata kami,” kata Simeone di situs resmi UEFA.

“Saya pulang dengan cukup puas, karena saya sudah harus menggunakan dua pergantian pemain di babak pertama,” tambahnya, menyinggung pergantian Guilherme Siquera dan Saul Niguez.

Simeone mengakui timnya kesulitan karena tekanan dari para pemain Leverkusen. Statistik menunjukkan seluruh pemain tuan rumah melakukan pressing mulai dari para pemain di lini depan.

Whoscored mencatat tiga gelandang serang Leverkusen turut melakukan aksi bertahan. Son Heung-Min melakukan tiga tekel, kemudian Hakan Calhanoglu melakukan dua tekel dan satu intersepsi, sementara Karim Bellarabi melakukan satu tekel dan satu intersepsi.

“Mereka bermain seperti yang mereka inginkan dan melakukannya dengan sangat baik. Mereka bermain sangat mirip dengan gaya kami,” sambung Simeone.

“Masing-masing dari kami punya sebuah peluang bersih dan mereka berhasil memanfaatkannya sedang kami tidak. Hasilnya bisa saja lebih buruk,” demikian dia.

Gelandang Atletico, Gabi Fernandez, mengakui Bayer Leverkusen tampil apik dan layak menang.
Namun demikian, Gabi tetap yakin kelolosan bisa diraih timnya mengingat leg kedua digelar di kandang.

“Ini adalah laga yang sulit. Mereka tampil intens dan banyak melakukan tekanan. Mereka siap untuk melakukan itu dan itulah yang membuat kami kalah,” kata Gabi di situs resmi UEFA.

Gabi tahu akan sulit untuk mencetak gol dan bermain di bawah tekanan, tapi kami sekarang memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan.

“Intensitas mereka membuahkan kemenangan tapi mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan. Mereka pantas menang,” lanjutnya.

Meski kalah, peluang Atletico masih cukup baik. Dengan leg kedua digelar di Vicente Calderon, mereka setidaknya punya dukungan suporter dalam misinya membalikkan kedudukan.

“Masih ada leg kedua dan kami akan mencoba melakukan upaya terbaik untuk membalikkan keadaan. Ini sulit diterima, tapi saya percaya diri kami bisa lolos,” demikian kapten Los Colchoneros ini.

Sementara itu, gelandang Bayer Leverkusen, Hakan Calhanoglu, yakin timnya bisa menyingkirkan Atletico Madrid.

“Kami tahu betapa kuatnya Atletico saat bermain di kandang sendiri. Namun, jika kami bermain seperti pada laga ini, maka kami posisi bagus untuk melaju ke babak delapan besar,” kata Calhanoglu.

Calhanoglu lantas memuji rekan setimnya, Karim Bellarabi, yang memberikan umpan untuk terciptanya gol semata wayang Leverkusen. Bellarabi mengumpan Calhanoglu menggunakan tumit, meski mendapat pengawalan ketat dari Diego Godin dan Jesus Gamez.

“Kami telah membuktikan kekuatan tim selama Liga Champions musim ini. Hari ini juga tidak ada yang berbeda. Aku juga memiliki hubungan sangat baik dengan Karim Bellarabi. Dia memberikanku umpan yang bagus dan aku harus menyelesaikannya,” lanjut pemain Turki itu.

Exit mobile version