Site icon nuga.co

Berita Besar Liga Primer, Ranieri Dipecat

Berita besar datang dari Premier League.

Claudio Ranieri dipecat.

Ya. Leicester City mengambil keputusan memecat sang pelatihnya Claudio Ranieri.

Pemecaan itu berlangsung di tengah spekulasi para pengamat bahwa Leicester masih mempertimbangkan dua pilihan.

“Pecat atau pertahankan,” tulis daily mail, sehari sebelumnya.

Keptusannya?

“Pecat,” tulis “mail” lagi hari ini, Jumat, 24 Februari 2017.

Pemecatan ini berlangsung setelah  sembilan bulan sejak Leicester City mengangkat trofi Liga Primer

Claudio Ranieri kini meninggalkan klub setelah mereka hanya terpaut satu poin dari zona degradaso.

Pria asal Italia  itu  sejak dua bulan terakhir berada  bawah sorotan, karena Leicester tak mampu mencapai standar mereka setelah memperoleh gelar kemenangan yang luar biasa pada Liga Primer musim lalu.

The Foxes telah kalah pada tujuh dari sembilan pertandingan terakhir mereka, termasuk Liga Champions pada Rabu lalu. Leg pertama babak enam belas besar, Leicester kalah  melawan Sevilla di Spanyol.

Bunyi pernyataan pemecatan itu sendiri sangat sederhana.

“Leicester City Football Club malam ini berpisah dengan manajer tim pertama, Claudio Ranieri,” kata klub itu dalam pernyataan resmi.

Claudio, ditunjuk sebagai manajer City pada bulan Juli dua tahun silam.

Pada musim lalu ia  membawa Foxes meraih kemenangan terbesar dalam sejarah klub selama seratus tiga puluh tiga tahun, juara di Inggris.

Statusnya sebagai manajer Leicester City paling sukses tak mungkin dipertanyakan

“Bagaimanapun juga, hasil domestik saat ini telah menempatkan klub di Liga Primer di bawah ancaman dan dewan  enggan merasa ada perubahan kepemimpinan, meski diakui menyakitkan, ini diperlukan demi kepentingan terbaik klub.”

Wakil Ketua Aiyawatt Srivaddhanaprabha berkata, “Ini keputusan yang paling sulit, kami telah berada hampir tujuh tahun sejak King Power mengambil kepemilikan Leicester City. Tapi kami berkewajiban menempatkan kepentingan jangka panjang klub di atas semua perasaan sentimen pribadi, tidak peduli seberapa kuat sentimen itu.”

“Claudio telah membawa kualitas yang luar biasa ke kantornya. Manajemennya yang terampil, kekuatan motivasi dan pendekatan yang terukur telah mencerminkan pengalaman yang kaya, kami tahu dia akan membawa Leicester City.”

Kehangatan, pesona dan kharisma Claudio telah mengubah persepsi klub dan membesarkan tim pada skala global. “Kami akan selamanya berterima kasih kepadanya atas bantuannya membawa kami pada sebuah pencapaian,” katanya.

Mantan pemain Leicester City yang kini menjadi pengamat sepak bola, Gary Lineker, berang dengan keputusan klub favoritnya itu untuk mendepak Claudio Ranieri.

Lineker bahkan menyatakan pemecatan itu sebagai aksi yang tidak bisa dimaafkan.

“Setelah semua yang dilakukan Claudio Ranieri untuk Leicester City, memecatnya saat ini tak bisa dijelaskan, tak bisa dipercaya, dan juga teramat menyedihkan,” kata Lineker lewat akun Twitternya.

Pemain yang tujuh musim membela The Foxes itu juga menyatakan bahwa pemecatan tersebut membuktikan bahwa sepak bola yang ia kenal dulu telah hilang.

Hal senada juga diungkapkan Michael Owen, bahwa pemecatan itu adalah hal yang sangat memalukan.

“Hari ini saya kehilangan rasa hormat saya pada sepak bola. Para pemain dan pengemar Leicester City telah dikecewakan,” ujar Owen.

Awal Februari lalu, manajemen City sendiri pernah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Ranieri mendapatkan dukungan penuh.

Namun tepat enam belas hari kemudian mereka melepas Ranieri.

Pada musim panas lalu, Ranieri menandantangani perpanjangan kontrak selama empat musim.

Wakil Pemimpin Klub, Aiyawatt Srivaddhanaprabha, menyatakan “pemecatan itu adalah hal tersulit yang harus mereka lakukan semenjak King Power mengambil kepemimpinan tujuh tahun lalu.”

“Tapi kami punya tanggung jawab untuk menempatkan kepentingan jangka panjang klub di atas seluruh sentimen pribadi kami, tak memandang seberapa kuat sentimen itu.”

Banyak respons bermunculan menyusul pemecatan pelatih asal Italia tersebut.

“Hasil domestik membuat posisi klub di Liga Primer saat ini dalam ancaman, dan dewan klub memutuskan sekarang saat yang tepat untuk mengubah pemimpin, meski keputusan yang berat, tapi penting untuk klub,” demikian pernyataan resmi Leicester.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak Ranieri sejak keputusan pemecatan. Namun, banyak pihak yang merespons pemecatan pelatih asal Italia tersebut.

Salah satunya akun Don Ranieri, yang mengutip lirik lagu Green Day berjudul Good Riddance  melalui akun Instagram dan Twitter.

Mantan bomber timnas Inggris Gary Lineker menganggap Leicester mengambil keputusan yang menyedihkan. Sementara mantan bek Liverpool Jamie Carragher keputusan Leicester sebagai lelucon.

Ranieri merupakan manajer tersukses Leicester sejauh ini setelah sukses membawa The Foxes menjadi juara Liga Primer Inggris musim lalu.

Hingga kini Leicester belum mengumumkan pengganti Ranieri. Manajemen Leicester menunjuk asisten manajer Craig Shakespeare dan pelatih tim pertama Mike Stowell untuk menangani Jamie Vardy dan kawan-kawan

Exit mobile version