Site icon nuga.co

Belanda Menangi Laga Lewat “Kengototan”

“De Oranye” Netherland, Belanda, tidak hanya menuntaskan “dendam” empat tahunannya di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, tapi juga tampil fenomenal di pembuka laga Grup B “World Cup” Brasil 2014, ketika melawan Spanyol di Arena Fonte Nova, Salvador, Sabtu dinihari WIB, 14 Juni 2013, dengan skor lima banding satu.

Kemenangan besar Belanda ini mengejutkan dan memusnahkan semua prediksi pengamat bahwa Spanyol-lah yang memiliki peluang besar untuk menang. Bahkan, rumah judi paling “top” dunia “Bwin,” juga terjungkal karena “ko-ofesien” nilai yang diberikannya bagi kemenangan Spanyol nihil.

Belanda, malam itu, atau siang waktu Brasil, memang bermain “kesetanan” dengan satu tekad mengakhiri penantian dendamnya atas gol tungal Andres Iniesta yang menggagalkan mereka tampil sebagai juara dunia di Soccer City, Afrika Selatan, 11 Juli 2010.

Setelahnya, Belanda dan Spanyol tak pernah bertemu lagi, hingga pada laga perdana Grup B Piala Dunia, di Arena Fonte Nova, Salvador, Jumat atau Sabtu dini hari WIB.

Sempat diragukan karena membawa banyak pemain-pemain muda, Belanda ingin mengatakan kepada pengamat, prediksi dan tim peserta bahwa mereka datang dengan satu mengakhiri dominasi Spanyol sebagai calon juara terkuat.

Oranje memang tertinggal lebih di awal laga atas eksekusi penalti Xabi Alonso. Tapi anak asuh Louis van Gaal bangkit dengan gempita setelah Robin van Persie menyamakan kedudukan dengan sundulan spektakuler di ujung laga babak pertama..

Dengan penuh perhitungan, Van Persie mengejar umpan Daley Blind ke kotak penalti dan pada kesempatan pertama, menyundulnya. Bola sundulannya masuk sudut kiri atas gawang Iker Casillas dan angka di papan skor menjadi satu banding satu.

Setelah menyamakan kedudukan, Belanda menjadi lebih agresif dan “ngotot”. Mereka mengejar bola ke mana-mana dan selalu berusaha mengalirkan serangan dengan cepat, lugas, dan penuh tenaga, yang membuat Spanyol tak punya kesempatan memainkan umpan-umpan pendek dan membangun serangan.

Gol pertama Belanda merupakan buah pergerakan elegan Van Persie, tetapi gol-gol setelahnya menunjukkan “kengototan” dan semangat tak mau kalah. Belanda betul-betul memberikan segalanya untuk meraih kemenangan setiap kesempatan menguasai bola.

Adalah peran dinamis Arjen Robben yang membuat Belanda berputar semakin cepat dan mematikan. Robben tidak hanya menggerakkan serangan dan menyetop aliran bola Iniesta, tapi juga membawa Belanda unggul dua berbanding satu lewat akselerasi penuh tenaga dan semangat juang tinggi.

Setelah menerima umpan Daley Blind di luar kotak penalti, Robben menggiring bola masuk kotak penalti. Ketika berhadapan dengan Sergio Ramos dan Gerard Pique, Robben membuang bola ke kiri dan kemudian melepaskan tendangan kaki kiri yang membuat bola melesat masuk gawang Iker Casillas.

Kengototan yang terukur kembali tampak pada gol ketiga yang dicetak bek Stefan de Vrij. Dalam kawalan Casillas, Van Persie mencoba menjangkau umpan Wesley Sneijder, tetapi gagal. Bola terus bergulir ke arah tiang kiri gawang.

Cesar Azpilicueta berada dalam posisi siap mengantisipasi bola, tetapi ia kecolongan oleh De Vrij yang melompat dan menyundul bola masuk sudut kiri bawah gawang.

Van Persie juga menunjukkan kengototan ketika mencetak gol keempat Belanda. Setelah sama-sama terjatuh dengan Casillas dalam perebutan bola, Van Persie bangkit mendahului Casillas dan kemudian menyontek bola liar masuk gawang dengan kaki kiri.

Misi balas dendam Belanda diselesaikan dengan meyakinkan oleh Robben. Ia berlari mengalahkan Ramos untuk menguasai umpan Wesley Sneijder. Ia kemudian menggiring bola masuk kotak penalti.

Casillas menjatuhkan diri untuk mengantisipasi pergerakan Robben, tetapi Robben membuang bola ke kiri. Casillas bereaksi cepat bangkit dan menjatuhkan diri untuk menutup ruang, tetapi Robben masih sempat membuang bola ke kiri dan kemudian menembakkan bola ke sudut kiri atas gawang dengan tendangan kaki kiri.

Kekalahan itu menjadi pukulan keras bagi Spanyol. Pemain-pemain La Furia Roja di kursi cadangan terdiam sampai kesadaran mereka digugah oleh pelatih Vicente del Bosque, menjelang akhir pertandingan.

Di kubu Belanda, pelatih Louis van Gaal dan pemain-pemain di kursi cadangan bergembira, tetapi tidak berlebihan. Van Gaal tahu, tugas terbesarnya saat ini adalah mengingatkan anak-anak didiknya bahwa meski tampil meyakinkan, mereka belum meraih apa-apa.

Salah satu dari lima gol Belanda yang bersarang di gawang Spanyol datang karena kesalahan Iker Casillas. Sang kapten tak menyangkal dirinya tampil kurang maksimal, sementara sang lawan malah fenomenal.

Seperti halnya seluruh penggawa Spanyol yang tampil buruk dalam laga tersebut, Iker Casillas pun bernasib sama. Dia malah membuat kesalahan fatal karena kehilangan kontrol bola yang kemudian direbut Robin van Persie dan dikonversi menjadi gol keempat Belanda.

“Mereka menjalani pertandingan yang fenomenal. Saya tidak tampil bagus dan apa yang sudah terjadi biarlah terjadi. Itu adalah pertandingan di mana Belanda tampil lebih baik, tapi mulai sekarang Anda harus memikirkan Chile dan menganggapnya sebagai pertandingan terakhir di dunia ini dan itu merupakan satu-satunya kami bisa menaruh harapan,” sahut Casillas di AS.

Soal kritik yang dipastikan membanjiri skuat Spanyol, Casillas menyebut hal itu tidak perlu didramatisir. Spanyol disebutnya sebagai tim yang matang dan bisa menghadapi kritikan dengan positif.

“Kami tidak boleh mendramatisasi. Dengan menjadi juara dunua, kami sudah cukup matang untuk menghadapi kritikan. Itu sesuatu yang normal,” tandas Casillas.

Bagi Persie, kemenangan ini disebutnya sebagai tidak nyata, dan sungguh sulit dipercaya.

“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi Belanda. Terkadang hal yang tidak bisa dijelaskan terjadi. Kami tak boleh lupa bahwa kami baru hanya mendapatkan tiga poin. Kami harus melanjutkannya. Ini adalah realitas,” ungkap Van Persie.

“Seluruh negara harus menikmati hasil ini. Aku mencetak gol penyamakedudukan di saat yang tepat. Kami menuju ruang ganti dengan perasaan yang bagus. Gol Arjen Robben untuk mengubah skor menjadi dua satu adalah momen yang luar biasa.”

“Semua orang harus menikmati ini sekarang. Besok kami akan melanjutkannya. Besok kami fokus kepada Australia. Belanda harus berpesta sekarang. Aku tidak sabar melihat beberapa foto pertandingan tadi. Selamat bersenang-senang,” tambahnya.

sumber : goal, fifa.com dan reuter

Exit mobile version