Site icon nuga.co

Barca Patahkan Penghalang di Vicente

Barcelona mematahkan tiga penghalang sekaligus untuk memenangkan laga leg kedua “La Copa,” dikenal dengan Copa del Rey, Kamis dinihari WIB, 29 Januari 2015, di Vicente Calderon, atas Atletico Madrid, berupa lapangan yang buruk, ganasnya penonton dan gol cepat Fernando Torees.

Ketiga penghalang itu sepertinya terakumulasi di awal babak pertama ketika klub Nou Camp itu mengalami kemacetan dalam membangun serangan. Penonton yang berisik dan lapangan yang buruk, karena rumputnya yang panjang, mengakibatkan operan pendek sulit dilakukan Barca.

Parahnya lagi, Fernando Torres kembali bikin gol di bawah satu menit ke gawang Barcelona yang menjadikan Barca kehilangan keseimbangan

Laga di Vicente Calderon, bagi Atletico hanya ada satu doktrin, harus menang untuk bisa lolos ke semifinal. Dan bukan cuma sekadar menang, Los Rojiblancos wajib unggul lebih dari satu gol demi membalikkan keadaan karena mereka kalah satu gol saat bertamu ke Camp Nou di laga leg pertama “La Copa.”.

Di depan pendukungnya sendiri Atletico sepertinya akan bisa mewujudkan target itu karena mereka sudah unggul saat laga baru berjalan tiga puluh delapan detik. Adalah Torres yang membuat pendukung Atletico bergemuruh.

Dapat umpan dari tengah lapangan, Torres dengan lihai memperdaya Javier Mascherano dan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Bola yang dia sepak mengenai tiang sebelum akhirnya masuk ke gawang.

Gol tersebut mengingatkan akan aksinya di Santiago Bernabeu pada babak enam belas besar. Ketika itu Torres mencetak dua gol di masing-masing babak, yang unik gol-gol tersebut juga tercipta dalam hitungan detik.

Berlainan dengan di Bernabue yang golnya mampu memberi Atletico tiket ke babak delapan besar, maka dinihari tadi gol Torres tidak banyak membantu.karena Barca menang agregat gol empat banding dua.

Diberitakan oleh “Marca,” edisi “English”nya, 29 Januari 2015, laga kedua tim papan atas La Liga itu berlangsung sengit dan keras,

Menurut Luis Enrique, hasil itu didapat karena timnya bisa mengatasi kondisi lapangan yang buruk dan membalas dengan cepat gol Fernando Torres.

Soal kondisi lapangan tidak oke sudah diinformasikan oleh Diego Simeone dalam konferensi pers sebelum laga. Pelatih asal Argentina itu menyebut rumput Vicente Calderon sudah panjang dan bakal menyulitkan umpan-umpan pendek khas The Catalans.

Meski bermain dengan kondisi lapangan tidak ideal, Barcelona pada akhirnya tetap meraih kemenangan. Lionel Messi dkk mengandalkan serangan balik cepat melalui umpan-umpan panjang dari tengah lapangan. Serangan balik inilah yang berujung terciptanya dua gol Neymar.

“Tim saya jelas sekali bisa mengatasi kesulitan yang disebabkan oleh lapangan. Kami punya kemampuan khusus pada lapangan yang membuat bola memantul seperti kelinci,” ungkap Enrique usai pertandingan.

“Atletico tim yang luar biasa. Simeone melakukan pekerjaan yang hebat, memenangi gelar dengan luar biasa. Kali ini kami mendapat keuntungan dari penampilan oke kami,” lanjut dia di Football Espana.

Terkait laga sengit dan panas yang utamanya terjadi di babak pertama, Enrique menyebut Barca sudah memprediksikan hal tersebut. Satu hal yang tidak terprediksi adalah gol cepat Fernando Torres, yang bisa dibalas dalam kurun delapan menit.

“Kami sangat mendominasi penguasaan bola karena lawan bermain dalam jumlah yang sedikit di babak kedua.”

“ Kami memprediksikan pertandingan seperti itu, tapi sulit untuk melakukan counter terhadap tim seperti ini, terutama setelah apa yang terjadi di menit pertama,” terang Enrique.

Laga dua tim papan atas Spanyol ini juga ditandai dengan kejadian yang mengejutkan ketika Arda Turan yang frustrasi sampai menimpuk asisten wasit dengan menggunakan sepatu.

Frustrasi Turan ini dimulai ketika Barcelona memainkan ball possession di awal babak kedua. Sebelum kejadian itu timpuk sepatu ke asisten wasit itu Turan melakukan beberapa pelanggaran keras.

Kartu kuning pun banyak dikeluarkan wasit, yang salah satunya ditujukan pada Arda Turan.

Apa yang terjadi pada gelandang Atletico itu sangat tidak biasa terjadi. Tiba-tiba saja dia melempar sepatu ke arah asisten wasit yang berdiri tak jauh darinya.

Kejadian itu berawal dari perebutan bola yang dia lakukan dengan Dani Alves. Kehilangan penguasaan si kulit bundar dan sepatunya sampai terlepas, Turan sepertinya berharap dapat pelanggaran.

Nyatanya wasit dan hakim garis tidak menyatakan demikian. Maka sepatu yang dia pungut dari atas rumput bukannya dipakai kembali tapi justru ditimpuk ke arah asisten wasit.

Untungnya akurasi lemparan pemain asal Turki itu tidak oke. Sepatu yang dia layangkan meleset jauh dari sasaran.

Mungkin sadar dirinya tidak bisa melanjutkan laga hanya dengan satu sepatu, dia lantas meminta sepatunya dikembalikan.

Seorang staf Atletico mengambil sepatu tersebut dan menyerahkan padanya. Selain dapat sepatunya kembali dia juga dapat kartu kuning dari wasit

Exit mobile version