Site icon nuga.co

Barca Diguncang Rumor “Tsunami” Berita

“Tsunami” rumor yang dihantamkan lewat gelombang berita besar media global terhadap pertikaian di Barcelona, kini, makin memperparah eksistensi klub Catalan itu dan kemungkinan bangunan prestasi besarnya akan rubuh bersamaan spekulasi “pergi” Lionel Messi ke salah satu klub Premier League.

Surat kabar Inggris terbitan London “Daily Star,” yang beritanya jarang meleset, menyiramkan minyak rumor ke bara api yang memanggang perseteruan Lionel Messi dan pelatihnya Luiz Enrique.

“ Chelsea menggulirkan isu panas transfer Lionel Messi dari Barcelona. Keretakan hubungan Messi dengan pelatihnya, Luis Enrique coba dimanfaatkan The Blues,” tulis “Daily Star.”

Menurut “Daily Star,” tim milik Roman Abrahamovich telah menyiapkan dana sebesar dua ratus juta poundsterling yang sesuai dengan klausul pelepasan Messi. Chelsea bahkan siap memenuhi tuntuan gaji Messi dengan kontrak enam musim.

Walau pun sudah menegaskan bahwa tidak ada keretakan hubungan antara Messi dengan pelatihnya Enrique, Barcelona masih bimbang dengan situasi yang berkembang dengan cepat di jendela transfer yang sedang terbuka sekarang ini.

“Bukan hanya Messi, Enrique, Zubizareta atau Puyol. Barcelona memang sedang dihimpit krisis. Ada masalah internal klub yang membuat semuanya bisa berubah di Barca,” tulis “Daily Star.”.

“Saya tak mengonfirmasi maupun menyangkal laporan-laporan tersebut,-keretakan Messi-Enrique. Segala hal yang menjadi bagian tim, selalu berada di ruang ganti. Saya memiliki hubungan yang sama dengan seluruh pemain, itulah yang saya lakukan awal musim ini. Tidak ada yang berubah,” ucap Enrique beberapa waktu yang lalu.

Isu keretakan internal Barcelona terjadi setelah laga kontra Real Sociedad yang berujung kekalahan satu gol untuk “Blaugarana”. Messi kala itu menunjukkan ekspresi kekecewaan karena dicadangkan Enrique dan baru turun di babak kedua.

Keadaan bertambah parah setelah Direktur Sepakbola Andoni Zubizarreta di PHK. Keputusannya untuk pergi pun diikuti asistennya, Carles Puyol.

Selain Chelsea, seperti diungkapkan gelandang Paris Saint-Germain, Javier Pastore, timnya bisa saja menampung Lionel Messi jika sang pemain memutuskan untuk meninggalkan Barcelona.

Dengan kondisi keuangan klub yang berlimpah, raksasa Ligue 1 tak akan menemui kesulitan untuk mendatangkan La Pulga.

Kabar seputar ketidaknyamanan Messi di Camp Nou, akhir-akhir ini kerap menjadi berita utama di media Spanyol. Apalagi pemain jebolan La Masia itu, saat ini tengah diisukan memiliki hubungan yang tak baik dengan sang pelatih, Luis Enrique dan klub.

Situasi di dalam internal klub pun semakin tak menentu, setelah Direktur Olahraga Barca, Andoni Zubizarreta diberhentikan dari jabatannya. Praktis, kekisruhan ini bisa menyebabkan pemain bintang mereka hengkang.

Mengetahui kondisi tersebut, sejumlah klub kaya raya Eropa diyakini akan mengambil kesempatan untuk membajak Messi. Salah satunya PSG, yang memiliki kemungkinan kuat untuk menebus klausul pelepasan El Messiah sebesar 250 juta euro.

“Apabila Messi meninggalkan Barcelona, pemilik PSG akan berada di urutan terdepan untuk membelinya. Uang tidak jadi masalah. Klub ini punya banyak sumber dana untuk memboyong ‘Messi-Messi’ lainnya,” kata Pastore, seperti dikutip Goal, Kamis, 08 Januari 2015

Kabar terbaru datang dari “Marca,” sebuah media Spanyol paling berpengaruh. Menurut “Marca,” Pelatih Barcelona, Luis Enrique, telah diultimatum petinggi klub terkait hasil minor yang kerap didapatkan pasukannya.

Ultimatum ini dilontarkan klub beberapa jam menjelang El Barca melakoni laga Copa Del Rey kontra Elche, Jumat dini hari WIB, 09 Januari 2015.

Rentetan performa dan hasil minor yang menghampiri Barca diyakini membuat presiden klub, Josep Maria Bartomeu ingin memperbaiki klub secara menyeluruh. Hingga akhirnya, salah satu kemungkinan yang bakal terjadi adalah dipecatnya Enrique dari kursi kepelatihan.

Entrenador yang juga merupakan mantan pemain Los Cules akan diberi kesempatan, dalam dua pertandingan untuk membuktikan kualitas strategi racikannya, dengan menghadapi Elche dan Atletico Madrid di pentas La Liga.

Mendengar kabar tersebut, eks pelatih Celta Vigo itu langsung mengeluarkan suaranya. Ia membantah segala rumor terkait masa depannya di Camp Nou.

“Saya belum menerima ultimatum. Saya tidak pernah memiliki ancaman tersebut dalam seluruh karier saya. Bagi saya, situasi ini harus dipandang optimis. Kami masih dapat bersaing di tiga kompetisi. Saya tidak punya keluhan tentang fans kami,” ungkap Enrique, seperti dilansir Bleacher Report, Kamis, 08 Januari 2015.

“Saya bahagia seperti hari pertama kali saya datang ke sini. Saya pikir cara klub dan pemain memperlakukan saya sangat baik. Kami tahu bahwa ada hal-hal yang harus diperbaiki dan kami akan memperbaikinya, kami perlu melakukan itu untuk memenangkan gelar,” tegas Enrique.

Kekisruhan yang terjadi di dalam tubuh Barcelona, tampaknya akan cepat-cepat diambil tindakan. Salah satunya dengan mempercepat pemilihan presiden klub pada akhir musim ini, atau bisa dibilang lebih cepat dari jadwal semula.

Rentetan prestasi Barca harus terhenti, saat Sandro Rosell memilih mundur dari jabatannya sebagai presiden klub di awal 2014. Kekosongan posisi tersebut, lantas diambil Josep Maria Bartomeu.

Bukannya membuat raksasa Katalunya kembali merajai Eropa, kepemimpinan Bartomeu justru kerap menghadirkan berbagai macam masalah. Mulai dari kekalahan demi kekalahan yang didapat Barca, dan terkini Lionel Messi diyakini sudah tak nyaman berkiprah di Camp Nou.

Melihat problema tersebut, Bartomeu sebagai orang nomor satu di Barca saat ini ingin melangsungkan pemilihan presiden lebih awal. Di mana eks presiden, Joan Laporta diketahui juga siap maju kembali.

“Kami akan mengadakan pemilu (pemilihan presiden) pada akhir musim. Alasan utamanya adalah karena kami ingin menurunkan ketegangan seputar klub saat ini. Ketegangan telah dibesar-besarkan, klub sebenarnya baik-baik saja,” jelas Bartomeu kepada Football Espana, Kamis.

“Saya meminta seluruh kandidat untuk fair play selama kampanye, saat mereka berbicara kepada orang yang akan memberikan suara untuk mereka. Pada akhirnya yang terpenting adalah tim berjuang meraih gelar juara. Jadi semua orang, termasuk para kandidat dan suporter harus bekerja ke arah tersebut,” tambahnya.

Exit mobile version