Site icon nuga.co

Barca Akhiri Mimpi Buruk di Celtic Park

Hanya satu gol Barcelona mampu menaklukkan Celtic, dengan sepuluh pemain, di Park Celtic dan tanpa Lionel Messi. Barcelona bukan hanya “down” di laga tandangnya, Rabu, 02 Oktober 2013, dinihari WIB, tapi juga berantakan dalam menjalani permainan “tiki-taka” yang dominasinya melempam.

Sekali lagi, Gerardo “Tata” Martino, membuat alasan bahwa timnya mengalami kesulitan saat menghadapi Celtic, pada match day kedua fase grup Liga Champions. Ia mengulang lagi tentang perana Messi. “Pertandingan akan menjadi lebih mudah jika ada Lionel Messi,”ujarnya.

Messi tidak tampil pada laga itu karena cedera pada paha kanan. Cedera itu ia alami pada pertandingan La Liga ketika melawan Almeria, Sabtu pekan lalu. Messi memerlukan waktu dua atau tiga pekan untuk memulihkan cedera otot “hamstring”nya.

Tanpa Messi, Barcelona memang meraih kemenangan 1-0. Gol tunggal Cesc Fabregas di pertengahan babak kedua setelah Scott Brown diganjar kartu merah karena dinilai melanggar Neymar.

“Kami mendominasi penguasaan bola dan mengendalikan pertandingan dengan baik. Awalnya, kami tak menemukan irama permainan yang jelas, tetapi setelahnya, di babak kedua, kami jauh lebih tenang,” ujar Martino.

Tentang Messi! “Mustahil tak merindukan Messi. Ada saat-saat kami mengalami situasi-situasi seperti ini. Kami tetap, berusaha bermain dengan baik, dan berusaha menang. Menurut saya, itulah yang kami lakukan malam ini,” tambahnya.

Dengan raihan tiga angka ini, makin mengokohkan posisi Barcelona berada di puncak klasemen Grup H dengan poin enam, unggul dua angka dari AC Milan di peringkat kedua. Sementara, Celtic terpuruk di dasar klasemen karena belum pernah meraih poin dari total dua laganya.

Pada pertandingan tersebut, meski tampil tanpa pemain andalannya, Lionel Messi, Barcelona tetap menguasai jalannya laga di babak pertama. Beberapa kali skuad Blaugrana mencoba menembus barisan pertahanan dari sisi sayap yang diisi Pedro dan Neymar.

Namun, sejumlah upaya mereka terkadang menemui jalan buntu karena barisan belakang Celtic tampil cukup disiplin. Bahkan, terhitung sekitar tujuh pemain Celtic berada di area pertahanan jika para pemain Barca menguasai bola.

Meski terus berada di bawah tekanan, Celtic bukan tanpa serangan. Pada menit kelima, Celtic sempat mendapatkan kesempatan emas untuk unggul lebih dulu. Sayang, tendangan keras Georgios Samaras masih dapat ditepis cukup baik oleh kiper Barcelona, Victor Valdes.

Sementara, peluang terbaik Barcelona di paruh ini tercipta pada menit ke-44 melalui aksi Xavi Hernandez. Akan tetapi, bola tendangan bebas Xavi masih dapat diblok oleh kiper Celtic, Fraser Forster.

Selepas turun minum, Celtic harus bermain dengan 10 pemain setelah Scott Brown mendapat kartu merah dari wasit karena dianggap melanggar Neymar dengan sengaja. Hal itu pun semakin membuat Barcelona nyaman menguasai jalannya pertandingan.

Meski begitu, Barcelona masih kesulitan menembus rapatnya barisan pertahanan Celtic. Pasalnya, setelah kartu merah tersebut, Celtic menaruh hampir semua pemainnya di area pertahanannya saat Barcelona menguasai bola.

Celtic yang hanya mengandalkan serangan balik justru mendapat peluang emas lebih dulu di babak kedua ini. Pada menit ke-73, James Forrest melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Namun, lagi-lagi Valdes melakukan penyelamatan gemilang sehingga hanya menghasilkan tendangan pojok bagi tim tuan rumah.

Berawal dari tendangan pojok itu, Celtic pun kembali memperoleh peluang emas untuk mencetak gol. Sayang, usaha mereka belum membuahkan hasil karena bola sundulan Charlie Mulgrew hanya menyamping tipis di sisi kiri gawang Barcelona.

Dua menit berselang, Barcelona akhirnya mampu unggul lewat gol Fabregas. Berawal serangan balik, Pedro mengirimkan umpan silang dari sisi kanan yang langsung disambut Fabregas dengan sundulan akurat yang masuk ke pojok kiri gawang Celtic.

Tertinggal, Celtic masih berusaha membalas. Samaras sempat membuat barisan pertahanan Barcelona kerepotan melalui aksinya pada menit ke-83. Sayang, umpan silangnya ke tengah kotak penalti Barcelona tidak disambut pemain lain sehingga peluang itu terbuang sia-sia.

Dua menit menjelang akhir laga, Barcelona kembali mendapatkan peluang emas. Kali ini giliran Neymar dan Alexis Sanchez yang mempunyai kesempatan. Akan tetapi, tiga kesempatan emas dari dua pemain itu kembali dapat digagalkan Forster yang tampil cukup baik sepanjang pertandingan ini. Skor 1-0 untuk kemenangan Barcelona pun bertahan hingga usai.

Sepanjang pertandingan, menurut catatan UEFA, Barcelona menguasai bola sebanyak 72 persen dan menciptakan tujuh tembakan akurat dari 13 usaha. Adapun Celtic melepaskan tiga peluang emas dari empat percobaan.

Exit mobile version