Site icon nuga.co

Balotelli,”Si Tukang Rusuh” Itu Bikin Gol

Mario Balotelli, striker Liverpool, “Si Gila” yang bikin rusuh sepakbola Premier League, Rabu dinihari WIB, 29 Oktober 2014, mengakhiri sorotan media Inggris setelah memberi kontribusi gol untuk Liverpool di laga Piala Liga dan menyelamatkan “The Reds” dari hasil imbang dari Swansea.

Balotelli, yang pernah dicekik Roberto Mancini kala masih di Manchester City, untuk kemudian dijual ke AC Milan, dan kembali ke Premier League setelah dicampakkan klub San Siro itu ke Anfield, masih jauh dari kata memuaskan di penampilannya.

Sebelum pertandingan melawan Swansea di ajang Piala Liga Inggris, Rabu dinihari WIB tadi, Baloteli baru mencetak sebiji gol dari sebelas kali penampilannya di semua kompetisi.

Maka kritikan pun mengalir untuk penyerang internasional Italia itu. Belum lagi sorotan pada perilaku Balotelli di luar lapangan. Terakhir, dia dikiritik karena bertukar kaus dengan Pepe saat pergantian babak kala Liverpool menjamu Real Madrid di Liga Champions.

Ketika Liverpool menjamu Swansea di Anfield di babak keempat Piala Liga Inggris, Balotelli akhirnya mencetak gol lagi. Dia menjebol gawang Swansea untuk menyamakan kedudukan dan membuat Liverpool lolos setelah Dejan Lovren bikin gol di injury time.

Lovren mengakui bahwa gol yang dicetak Balotelli mengangkat beban klubnya. Kini dia berharap gol-gol akan terus mengalir dari Balotelli.

“Saya pikir itu adalah kelegaan untuk semuanya karena saya yakin Mario akan mencetak gol hari ini atau besok, jadi itu hanya soal waktu,” sahut Lovren kepada Sky Sports.

“Setiap orang punya keyakinan pada Mario, dia bekerja sangat keras saat latihan, jadi gol itu akan datang seiring dengan berjalannya waktu,” lanjut bek internasional Kroasia itu.

“Ketika Anda mencetak gol, semua beban berat yang ada di pundak terangkat. Dan saya tahu sekarang waktunya akan tiba,” katanya menambahkan.

Dalam laga di Anfield itu, kandang Liverpool, “The Reds” memang tidak mudah untuk bisa menyingkirkan Swansea City.. Meski sempat tertinggal lebih dulu, The Reds tak pernah berpikir bakal tersingkir karena mereka yakin bakal menang.

Liverpool sulit untuk menjebol jala Gerhard Tremmel dan justru harus kebobolan lebih dulu.. Setelah itu Liverpool kian bernafsu untuk bikin gol sambil dibayangi kemungkinan bakal adanya gol kedua Swansea, yang berarti menamatkan perjuangan mereka.

Asisten manajer Colin Pascoe yang menggantikan Brendan Rodgers dalam sesi jumpa pers usai laga, mengatakan bahwa ia selalu yakin bahwa Liverpool bakal memenangi laga ini. Dengan performa yang ditunjukkan sejak menit awal maka gol disebut tinggal menunggu waktu untuk datang.

“Dengan cara kami bermain saya pikir kami selalu akan membuat peluang, ujar Pascoe di situs resmi klub.

“Saya rasa kami kurang beruntung saat tertinggal karena cara kami bermain di laga ini adalah yang terbaik sepanjang musim ini, dengan karakter yang ditunjukkan para pemain untuk tetap berusaha serta meraih kemenangan,” sambungnya.

“Pada akhirnya kami pun menang – meski datangnya sangat telat. Kami benar-benar merasa sangat puas,” demikian dia.

Exit mobile version