Site icon nuga.co

Ayax Benar-benar Tak Berdaya di Nou Camp

Messi, Neymar dan Sandro Ramirez mengalahkan Ayax. Klub Amsterdam yang menjadi kembaran permainan sepakbola indah “tiki taka”nya Johan Cruyff hanya bisa memberikan satu gol tanpa kemenangan lewat Al Ghazi.

Kekalahan di Nou Camp, Rabu dinihari WIB, 22 Oktober 2014, itu membuat Johan Cruyff cemas, sebab sehari sebelumnya ia melecut Ayax untuk menang di Nou Camp. “Sebuah harapan yang sulit. Ayax kalah semuanya,” kata Cruyfff yang datang menyaksikan pertandingan bekas dua klubnya itu.

Barca memang mengalahkan Ajax Amsterdam pada laga Grup F Liga Champions 2014-2015. Di awal laga, tuan rumah tampil dominan hingga mencetak dua gol saat laga berjalan setengah babak pertama.

Sementara Ajax mulai menemukan pola permainan mereka sejak menit 35 dan berlanjut pada awal babak kedua. Luis Enrique menarik keluar sejumlah pemain utama untuk mengistirahatkannya jelang El Clasico akhir pekan nanti.

Kemenangan ini tetap membuat Barcelona berada di urutan kedua Grup F dengan enam poin. Posisi teratas di tempati Paris Saint-Germain dengan tujuh poin setelah menang atas APOEL. Sementara bagi Ajax, posisinya masih berada di peringkat ketiga dengan dua poin.

Gol pembuka Barcelona dicetak oleh Neymar pada menit, berawal dari aksi individu Lionel Messi, bola kemudian diumpan kepada Neymar yang berada di sisi kiri. Dengan tenang, Neymar melepaskan tendangan melengkung yang bersarang di pojok gawang Ajax.

Barcelona berhasil menambah keunggulan. Kali ini, Andres Iniesta berperan besar atas gol yang diciptakan Messi. Umpan terobosan tajam Iniesta mampu dikontrol sempurna oleh Messi. Tinggal berhadapan dengan kiper Jasper Cillessen, Messi mencetak gol lewat kaki kirinya.

Ajax mampu memperkecil skor. Dari sebuah kemelut di depan gawang Barcelona, Anwar El Ghazi, sukses membobol gawang Marc Andre ter-Stegen.
Legenda sepakbola Belanda Johan Cruyff, yang datang menyemangati mantan klubnya Ayax Amsterdam yang pernah melekatkan nama besar untuknya kala di latih Rinus Michels semula berharap klub Amsterdam itu bisa mengalahkan klubnya yang lain, Barcelona.

Sehari sebelumnya kepada pelatih Ajax Amsterdam, Frank de Boer, mantan playmaker paling sensasional itu, mengirim pesan dengan bahasa jelas, untuk kali ini, Anda bisa mengalahkan Barcelona.

“Kenapa tidak,” katanya dengan nada tinggi ketika di wawancarai wartawan “de Telegraff,” tentang kemungkinan Ayax mengalahkan Barca. “Semuanya bisa terjadi dan Ayax harus meyakini itu akan terlaksana.”

Johan memberikan wawancara itu secara khusus karena de Boer sadar jika menghadapi Barcelona tak akan jadi pertandingan mudah. Karena itulah Cruyff, meminta timnya untuk tampil maksimal dan penuh percaya diri.

Tapi Ayax kalah segalanya di Nou Camp. Mereka dipermainkan oleh Messi dan Neymar. Bahkan mereka berada dibawah tekanan secara terus menerus.

Musim lalu, kedua tim sudah saling berhadapan di fase grup. Setelah takluk empat gol tanpa balas di Camp Nou, Ajax lantas memetik kemenangan dua banding satu gol saat bermain di kandang sendiri.

Semula hasil itu membuat De Boer optimistis menatap laga pertandingan melawan Barca. Namun, dia juga meminta timnya untuk bertanding dengan penuh kepercayaan diri.

“Kami bisa mendapat hasil dalam pertandingan ini. Tahun lalu saat Ajax mengalahkan Barcelona di Amsterdam kami melihat bahwa kami bisa mendapat sesuatu dari pertandingan seperti itu,” ujar De Boer seperti dikutip Soccerway.

“Tapi untuk itu, kami harus tampil maksimal. Barcelona ada di level yang lebih tinggi daripada kami dan punya lebih banyak pengalaman. Untuk setiap tim yang bermain di sini, sulit untuk mendapat poin, tapi kami akan mencoba.”

“Bagi saya, yang paling penting adalah kami bermain dengan gaya kami dan dengan kepercayaan diri. Saya yakin kami sudah berkembang dan kami tidak inferior. Ini adalah momen kami, kami hanya harus menjaga keyakinan pada filosofi kami,” katanya.

Duel Barcelona melawan Ajax Amsterdam dalam lanjutan penyisihan Liga Champions, Rabu dinihari itu, dianggap sebagai bigmatch bersejarah di kancah Eropa.

Apa sebab?

Pasalnya kedua tim merupakan tim-tim elite Eropa yang sama-sama pernah meraih empat trofi Liga Champions. Alhasil, laga di Camp Nou dinihari nanti akan menjadi pertaruhan gengsi kedua tim.

Meski empat kali menjuarai Eropa, kedua tim ternyata baru dua kali bertemu di kancah Eropa. Terjadi di babak penyisihan Liga Champions musim lalu. Kedua tim saling berbagi kemenangan.

Barcelona mengalami tren tidak bagus dalam beberapa laga terakhir mereka di Liga Champions. Barca hanya meraih satu kemenangan dari empat laga terakhir mereka di Liga Champions.

Tren kurang meyakinkan juga dibukukan Ajax Amsterdam. Raksasa Belanda itu hanya bisa meraih hasil imbang di tiga laga terakhir mereka di Liga Champions.

Ajax juga punya rekor buruk jika bertandang ke kandang lawan. Mereka tidak pernah menang dari delapan kunjungan mereka ke gawang lawan.

Ajax juga punya rekor kurang bagus setiap melawan tim asal Spanyol. Dari sepuluh pertemuan melawan tim-tim Spanyol, Ajax hanya menang sekali dan kalah sembilan kali.

Exit mobile version