Site icon nuga.co

Argentina Kalahkan Italia di Roma

Tanpa Lionel Messi, Argentina bermain atraktif dengan membuka serangan untuk melakukan aksi represif lewat eksplorasi “swing position” antar pemain dengan mengandalkan akselarasi individual yang matang untuk menaklukkan Italia 2-1 di Stadion Olimpico, Roma, Kamis dinihari WIB.

Pertandingan persahabatan ini, seperti dikatakan Lionel Messi, yang absen karena cedera ringan, merupakan sinyal dalam menghadapi persaingan keras di Piala Dunia 2014 Brazil tahun depan. “Argentina sebuah tim yang sangat kompetitif untuk merebut gelar,” ujar Messi.

Bagi Italia, kekalahan 1-2 ini merupakan pelajaran untuk membangun tim yang lebih padu. Penampilan Italia Kamis dinihari WIB masih complang setelah mereka mampu menempatkan diri di posisi ketiga Piala Konfederasi di Brasil dua bulan lalu.

Meski bermain di kandang sendiri, Italia dibuat tak berdaya oleh gaya permainan represif dengan paduan “attacking” kejut dari Argentina. Dua gol kemenangan skuad “Tango” dicetak oleh Gonzalo Higuain dan Ever Benega. Sementara Italia memangkas skor lewat kreasi Lorenzo Insigne.

Kedua tim bermain dengan tempo cepat pada menit-menit awal pertandingan. Namun, Argentina mampu mencuri gol lebih dulu melalui aksi Higuain pada menit ke-20. Menerima umpan dari Angel Di Maria, bomber Napoli itu melepaskan tendangan kaki kanan keras yang tak dapat dihalau kiper Italia, Gianluigi Buffon.

Argentina tampil berani walau berstatus sebagai tim tamu. Meski tanpa Lionel Messi, Argentina mampu mendominasi tekanan sejak menit awal. Tapi Italia yang melahirkan peluang pertama di menit ke-14. Namun kans Claudio Marchisio dari sudut sempit, masih bisa diblok Javier Mascherano.

Peluang kedua Gli Azzurri baru muncul lagi di menit ke-18 via tendangan bebas dari jarak 30 yard. Sayang, eksekusi Antonio Candreva masih melambung ke atas mistar gawang. Tiga menit berselang, Italia malah tertinggal lebih dulu.

Sebelum menutup interval perdana, tuan rumah coba menyamakan kedudukan pada menit ke-39. Candreva yang mengirim crossing mendatar, nyaris berbuah gol andai saja Pablo Osvaldo mampu menggapai bola dengan kakinya. Hingga turun minum, Italia tertinggal 0-1 dari Argentina.

Tertinggal, Italia kemudian berusaha keluar dari tekanan. Skuad asuhan Cesare Prandelli itu beberapa kali mendapatkan peluang untuk menyamakan gol pada babak pertama. Kesempatan terbaik datang dari upaya Claudio Marchisio pada menit ke-41. Sayang, ia gagal memanfaatkan umpan silang Antonio Candreva dengan baik.

Selepas turun minum, kedua tim melakukan sejumlah pergantian. Perubahan itu pun berjalan baik bagi Argentina karena Banega, yang baru masuk menggantikan Erik Lamela, mampu menggandakan keunggulan Argentina 0-2 saat paruh kedua baru berjalan empat menit.

Berawal dari serangan balik, Higuain melepaskan umpan matang kepada Benega. Tanpa ampun, Benega kemudian melepaskan tendangan keras yang bolanya masuk ke pojok kiri gawang Buffon.

Pada menit ke-68, Italia sebenarnya mampu menceploskan bola ke gawang Argentina melalui usaha Alberto Aquilani. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena Aquilani dinilai hakim garis lebih dulu berada di posisi offside.

Gol yang ditunggu-tunggu publik Roma pun tiba setelah Lorenzo Insigne mampu mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-75. Menerima umpan Pablo Daniel Osvaldo, Insigne dengan cerdik melepaskan tendangan terarah ke pojok kiri gawang Argentina.

Memasuki menit-menit akhir, Argentina masih mampu menekan Italia. Pada menit ke-81, Argentina hampir saja kembali mencetak gol jika saja kiper Federico Marchetti tidak melakukan penyelamatan gemilang saat menahan tendangan Di Maria. Skor 1-2 untuk Argentina pun bertahan hingga laga usai.

Exit mobile version