Site icon nuga.co

“Aib” MU, Zalimi Moyes dan Sayangi van Gaal

Media Inggris secara serempak, Jumat, 26 September 2014, memunculkan “aib” manajemen Manchester United dengan kebijakan “pilih kasih”nya di antara Louis van Gaal dengan David Moyes dalam membeli pemain.

“David Moyes dizalimi dengan kebijakan ‘pelit” United dalam membeli pemain. Hanya Juan Mata dan Fellaini. Lainnya, no,” tulis “Mirror” dengan sinis. Lebih lanjut “Mirror” memberi keleluasaan kepada van Gaal untuk belanja besar dengan enam pemain di jendela transfer pertama.

“Bahkan van Gaal dipersilakan untuk menambah pemain belakang dalam transfer musim dingin Januari mendatang. Ini sudah keterlaluan. Kalau Moyes diberi keleluasaan seperti van Gaal, United sudah jadi juara dan bisa berlaga di pentas Europa,” tulis Mirror” meradang.

Sedangkan “Daily Mail,” dengan nada yang lebih lunak menulis, perlakuan berbeda Manchester United pada Louis van Gaal dan David Moyes adalah sebuah ketidakadilan. “Jika ‘Setan Merah’ sekarang bisa belanja jor-joran, mengapa mereka tak melakukan hal yang sama dengan Moyes musim lalu?” tanya “Daily Mail.”

Musim lalu cuma Marouane Fellaini yang jadi pembelian Moyes di bursa transfer musim panas, setelah beberapa pemain top dikait-kaitkan dengan MU. Itu pun manajemen baru mendatangkan Fellaini dari Everton di detik-detik akhir jelang penutupan.

Bisa dilihat bagaimana skuat MU saat itu sulit bersaing di papan atas dan mereka pun mengalami sejumlah hasil buruk. Sudah begitu pembelian Juan Mata pun dibilang terlambat karena baru dilakukan di Januari.

Alhasil MU pun mengalami musim terburuknya selama berkiprah di Premier League, finis posisi tujuh dan gagal lolos ke kompetisi Eropa, yang berujung pemecatan Moyes di bulan April.

Kondisi berbeda kemudian ditemui Van Gaal musim ini. Sejak awal kedatangannya ia sudah diberi kebebasan membeli pemain yang diinginkannya di mana Luke Shaw dan Ander Herrera dibeli. Lalu menyusul nama-nama seperti Marcos Rojo, Angel Di Maria, Radamel Falcao, dan Daley Blind.

Meski demikian toh penampilan MU sejauh ini masih angin-anginan dan Van Gaal boleh dibilang masih aman dari kritik.

Hal ini kemudian yang kemudian dipertanyakan oleh manajer West Ham United Sam Allardyce yang heran mengapa manajemen klub tidak melakukan hal serupa, saat Moyes ditunjuk menggantikan Sir Alex Ferguson musim lalu.

Bukan pekerjaan mudah tentunya mengisi posisi Fergie dan dengan apa yang didapat Moyes di awal tugasnya dinilai sudah menyulitkan kerja manajer asal Skotlandia itu.

“Jika saya ada di posisi David , saya berpikir mengapa mereka tidak mengeluarkan uang untuk saya. Ada rasa cepat puas dari United dengan tidak mengeluarkan banyak uang untuk membeli pemain yang David inginkan. Lalu akhirnya kini muncul kepanikan,” tutur Allardyce seperti dikutip Soccernet.

“Dia jelas merasa bahwa kerjanya akan lebih baik jika dia mendapat pemain yang diinginkannya dan dia bilang pada saya bahwa dia tidak mendapatkannya sama sekali,” sambungnya.

“Sulit bagi siapapun untuk mengisi posisi Alex Ferguson, tapi akan semakin sulit ketika Anda tidak mendapatkan apa yang diinginkan saat mengambil pekerjaan itu. Sangat disayangkan mengingat dia sudah bekerja dengan baik di Everton dan Sir Alex melihat fakta bahwa dia ingin melakukan yang sama di United seperti yang sudah dilakukannya di Everton.”

“Saya yakin tidak ada satupun orang yang bakal sukses musim ini – sejarah mengatakannya. Contoh saja yang lain saat Brian Clough menggantikan pelatih legenda Don Revie dan hanya bertahan 44 hari saja,” demikian Dia.

MU kemudian mengangkat Louis van Gaal menjadi pelatih pada Juli 2014. Pelatih yang membawa Belanda menjadi second runner-up Piala Dunia 2014 ini melambungkan keyakinan pendukung dengan membawa MU menjuarai turnamen persahabatan International Champions Cup, di Amerika Serikat.

Namun, Inggris memberikan ujian kepada Van Gaal. Di bawah asuhannya, MU hanya meraih satu kemenangan dalam lima pertandingan Premier League plus kekalahan 0-4 dari Milton Keynes Dons putaran kedua Piala Liga.

Mengacu hasil lima laga perdana Premier League, Moyes lebih baik dari Van Gaal. Bersama Moyes, MU memenangi dua dari lima laga pertama Premier League 2013-2014.

Van Gaal beralasan tentang tim yang ia warisi tidak seimbang sehingga butuh waktu untuk membentuk skuad yang ideal dan kompetitif. Namun, menurut pelatih West Ham, Sam Allardyce, MU mungkin tak akan berada dalam situasi seperti saat ini, jika mendukung Moyes seperti mereka mendukung Van Gaal.

Louis van Gaal membeberkan bahwa menangani Manchester United adalah pekerjaan yang paling sulit selama kariernya. Ia juga mengeluh tentang kondisi kebugaran para pemainnya.

Mantan nakhoda Barcelona dan Bayern Munich itu mengalami masa kelam pada awal jabatannya di OId Trafford. Ya, United dibawanya baru merasakan satu kali kemenangan dari lima pertandingan Premier League.

“Ini adalah pekerjaan tersulit saya. Tapi kami harus melihatnya dalam waktu satu tahun. Sebagai manajer, Anda sudah tahu ini adalah tantangan besar. Klub ini sedang masa transisi, tapi kami akan mengatasi beberapa masalah,” kata Van Gaal, seperti dilansir Soccerway, Jumat, 26 September 2014.

Isu cedera yang menghampiri beberapa pemain United dinilai sebagai salah satu faktor terpuruknya performa tim. Adapun kebugaran skuad juga semakin menipis karena pada hari Sabtu, The Red Devils akan bertemu West Ham United.

“Saya tidak berpikir bahwa pemain-pemain saya adalah robot. Mereka juga manusia dan membuat kesalahan. Saya juga hanya manajer yang selalu ingin mengevaluasi dan mendiskusikan hal-hal.

Exit mobile version