close
Nuga Tekno

Kehidupan di Mars Setara dengan Bumi?

Para ilmuwan antariksa makin dekat untuk menyetarakan kehidupan di Mars dengan di Bumi setelah temuan mengejutkan adanya senyawa organik di planet itu. Temuan itu dirilis Badan Antariksa Amerika Serikat di acara American Geophysical Union di San Fransisco tiga hari lalu.

Seorang ilmuan NASA, Carl Sagan, yang bekerja selama dua puluh bulan terakhir untuk menganalisa sampel dari atmosfir dan permukaan Mars menyebutkan, telah menemukan unsur organic di permukaan Mars.

Penemuan itu diperoleh dari kandungan metana di atmosfir Mars, Begitu juga dengan senyawa organik yang ditemukan pada sampel bebatuan Mars yang dibor dari sebuah batu bernama Cumberland.

Metana adalah senyawa organik paling sederhana. Ia dideteksi memakai alat bernama Sample Analysis at Mars. Alat ini dipasang di kapal robotika penjelajah Mars, Curiosity.

Tak lama setelah mendarat di Mars, ilmuwan mulai memakai SAM untuk mengukur konten kimiawi pada atmosfir Mars secara berkala. Dari banyak sampel, level metana sangat rendah. Tiba-tiba pada suatu periode, angkanya melonjak drastis.

Pendeteksian Metana di Mars sebetulnya sudah pernah diketahui pada 2003 dan 2004 ketika peneliti memakai spektrometer yang sensitif di Bumi untuk mendeteksi metana di atmosfir Mars.

Tapi para ilmuwan NASA masih belum tahu pasti bagaimana metana diproduksi di Mars. Dari eksperimen Ada dugaan prosesnya bisa terjadi secara biologi maupun tidak. Namun terdeteksinya fluktuasi kehadiran metana di Mars sendiri sudah mengejutkan para ilmuwan.

Penemuan senyawa organik kedua adalah dari material yang dibor dari Mars. Setelah mengebor di beberapa titik, Curiosity pun mengebor di sebuah batu bernama Cumberland.

Cumberland dipilih karena batu itu sejenis batu lumpur yang terbentuk dari proses bernama digenesis alias metamorfosis sedimen menjadi batu. Cairan mungkin mengalir selama proses digenesis dan senyawa perklorat (Semacam senyawa garam) dapat menghancurkan organik dalam proses itu.

Ditemukannya senyawa organik itu makin melengkapi bahan yang diperlukan untuk mencari tahu apakah Mars bisa dihuni atau pernahkah ada kehidupan di sana.

Josh Richards, seorang kandidat astronaut dalam proyek Mars One dan satu tim dari mahasiswa University of Western Australia telah mendesain sistem yang dapat memproduksi oksigen di Mars.

Sistem bernama Helena itu didesain untuk memproduksi oksigen dari air yang diekstraksi dari tanah di permukaan Mars.

Bersama 60 mahasiswa dari University of Western Australia, Richards, fisikawan asal Perth itu, mengembangkan sistem Helena, berupa sebuah kapsul waktu yang didesain dari ide sejumlah pengguna sosial media di seluruh dunia.

Mars One adalah proyek ambisius yang ingin mengirimkan empat manusia, sebagai pelopor lahirnya koloni manusia di Mars. Mereka rencananya akan diberangkatkan pada 2024.

Richards mengatakan kepada kantor berita Australian Broadcasting Corporation , Selasa, 16 Desember 2014, bahwa sistem Helena mampu memisahkan molekul oksigen dan hidrogen memakai elektrolisis.

“Apa yang ingin kami lakukan adalah memanfaatkan air yang akan diproduksi oleh kapal pendarat Mars One,” kata Richards.

Lalu dengan listrik dari panel surya, oksigen dan hidrogen dalam air akan dipisahkan. “Sehingga kami membuktikan bahwa Anda bisa memproduksi oksigen di Mars, yang bisa dimanfaatkan pemukim Mars di masa depan,” ujarnya.

Helena adalah tokoh fiksi dalam karya sastrawan William Shakespeare. Ada kutipan yang khas dalam kisah Helena: “I have seen a medicine..That’s able to breathe life into a stone.”

Proyek Helena adalah satu dari 10 finalis kompetisi internasional yang diadakan menyongsong rencana eksperimen ke Planet Mars. Pemenangnya akan diumumkan pada 5 Januari 2015.

Proyek lain datang dari Amerika Serikat, yang dapat mengubah urin menjadi air minum, serta proyek dari Inggris yang dapat menumbuhkan tanaman di rumah kaca kecil yang dibangun dari material yang ditemukan di Planet Mars.

“Proyek kami adalah teknologi yang sangat penting yang akan kita butuhkan ketika menaruh manusia di Mars, dan itu juga sesuatu yang terbukti sangat sederhana,” katanya.