Sri Mulyani Jadi Orang Nomor Dua di Bank Dunia

Penulis: Darmansyah

Kamis, 5 September 2013 | 09:48 WIB

Dibaca: 0 kali

Dihujat dalam kasus Bank Century di dalam negeri, ternyata karir Sri Mulyani, mantan Menteri Keuangan, menterang di “World Bank.” Perempuan yang dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu yang dua tahun lalu diangkat sebagai salah seorang Direktur Pelaksana Bank Dunia, kini mendapat jabatan bari sebagai Chief Operating Officer.

Dengan posisi barunya itu Sri Mulyani langsung menjadi orang nomor dua di Bank Dunia. Ia akan mengendalikan seluruh pelaksanaa operasi “World Bank” dan menjadi coordinator para direktur pelaksana.
Dalam keterangan Bank Dunia yang dikutip “nuga.co”, Kamis 5 September 2013, Sri Mulyani berarti menjadi orang nomor dua di institusi internasional tersebut.

“Sebagai Chief Operating Officer, Sri Mulyani bertanggung jawab untuk operasi di semua wilayah dan jaringan meliputi bidang tematik pembangunan manusia, pembangunan berkelanjutan, kemiskinan dan manajemen ekonomi,” tulis Bank Dunia.

Sri Mulyani gabung di Bank Dunia pada Juni 2010. Sri Mulyani juga sempat masuk dalam jajaran ‘The World’s Most Powerful Women 2013 atau ‘Wanita Paling Berpengaruh di 2013’ versi Forbes. Direktur Bank Dunia ini menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang masuk dalam jajaran tersebut.

Forbes sendiri menulis Sri Mulyani merupakan wanita paling senior yang duduk di bank dunia sejak Mei 2010 sebagai Direktur. Ia mengawasi negara-negara di bagian Asia dan Afrika, Amerika Latin hingga Timur Tengah. Sri Mulyani juga pernah berhasil membawa Indonesia bertahan dari ‘serangan’ krisis keuangan global tanpa ‘cedera’ sedikitpun ketika menjadi Menteri Keuangan.

Sebagai catatan Forbes di 2013, Bank Dunia berhasil memberikan tekanan kepada Bangladesh untuk merombak undang-undang tenaga kerja ketika serangkaian kecelakaan hingga menyebabkan kematian terjadi di negara tersebut.

Ketika duduk di Bank Dunia, Sri Mulyani pernah menyampaikan sebuah opininya tentang bagaimana kemiskinan tidak bisa diberantas tanpa pemerintahan yang baik. Artikel ini tertuang pertama kali di Thomson Reuters Foundation-TrustLaw pada 16 Mei 2013 dan dipublikasikan juga dalam situs resmi bank dunia.

Komentar