Usai Terseok Leicester Juara Liga Primer

Penulis: Darmansyah

Selasa, 3 Mei 2016 | 09:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Klub papan “bawah” Liga Primer, Leicester City, yang sebelumnya terlunta-lunta di antara pedihnya ancaman degradasi dan beban promosi, Senin malam WIB, 03 Mei 2016,  mengukuhkan dirinya sebagai juara league usai mendapat kepastian Tottenhamp Hotspur  hanya bisa bermain imbang melawan Chelsea di Stamford Bridge.

Leicester memang menggantungkan asanya lewat pertandingan Hotspur  melawan Chelsea karena mereka gagal memenangkan laga di Old Trafford ketika dijamu Manchester United dengan skor satu gol berbanding satu.

Dengan selisih tujuh angka dari Hotspur,   usai hasil seri versus Chelsea, dua gol berbanding dua, Leicester bisa langsung berpesta karena sisa dua pertandingan Premier League  hanya akan menambah enam angka bagi setiap klub di liga.

Keberhasilan Leicester City menjadi juara Liga Primer Inggris ini sekaligus melepaskan status  melepaskan status ‘Mr Runner-up’  bagi Claudio Rannieri, sang pelatih, yang sudah disandangnya  lebih dari satu dekade terakhir.

Ranieri juga memiliki julukan lain,  ‘Tinkerman,’ karena sering melakukan rotasi pemain.

Julukan ‘Mr Runner-up’ didapat Ranieri karena prestasi terbaik asal Italia itu di liga adalah selalu menjadi runner-up,  baik kala bersama Chelsea, Juventus, AS Roma, dan AS Monaco.

Ranieri untuk kali pertama menjadi runner-up liga bersama Chelsea di dua belas tahun silam. Meski mendapat suntikan dana hingga seratus dua puluh juta poundsterling dari Roman Abramovich, Ranieri hanya mampu membawa The Blues menjadi runner-up Liga Primer setelah kalah dari Arsenal.

Selanjutnya Ranieri menjadi runner-up di Serie A bersama Juventus di tujuh musim lalu.

Mantan pelatih Parma dan Valencia itu kalah dari Inter Milan besutan Jose Mourinho, pelatih yang menggantikan posisinya setelah dipecat Chelsea.

Di musim berikutnya Ranieri kembali dikalahkan Mourinho. Kali ini bersama AS Roma, Ranieri hanya mampu menjadi runner-up di Serie A dan Coppa Italia setelah kalah dari Inter Milan yang di akhir musim meraih treble.

Awal musim ini Ranieri ditunjuk menjadi manajer Leicester City menggantikan posisi Nigel Pearson.

Ranieri diragukan banyak pihak, bahkan oleh legenda Leicester Gary Lineker. Namun, Ranieri berhasil menciptakan keajaiban dengan membawa Leicester menjadi juara Liga Primer.

Ranieri menjadi pelatih kedelapan sejak era Liga Primer Inggris dimulai, dua puluh tiga tahun silam,  setelah Kenny Dalglish, Sir Alex Ferguson, Arsene Wenger, Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, Roberto Mancini, dan Manuel Pellegrini.

Sebelumnya, tak banyak orang yang bertaruh  Leicester akan jadi juara.

“hany tujuh puluh dua orang,” tulis “daily mail, Selasa, 03 Mei 2016.

Dan kini mereka dipastikan akan kaya mendadak menyusul keberhasilan Leicester City menjadi juara Liga Primer

“ Hanya tujuh pula dua  orang yang bertaruh Leicester akan juara Liga Primer sebelum musim ini bergulir,”  tulis “mirror” senada dengan “daily mail” di hari yang sama..

Setelah nyaris terdegradasi dari Liga Primer musim lalu, Leicester difavoritkan lima ribu berbanding sati untuk bisa menjadi juara musim ini.

Perbandingan itu dirilis dua perusahaan judi ternama Inggris: Ladbrokes dan William Hill sebelum Liga Primer bergulir, Agustus tahun silam.

“Leicester lolos dari lubang jarum musim lalu, dan semua tanda-tanda yang kami miliki adalah mereka akan kembali menuju degradasi lagi musim ini,” ujar perwakilan Ladbrokes, David Williams, sebelum musim ini bergulir seperti dikutip dari ESPN.

Orang yang bertaruh Leicester juara lewat Ladbrokes adalah empat puluh tujuh  orang, sementara William Hill mencatat hanya ada dua puluh lima orang yang memilih The Foxes sebagai jagoan mereka di awal musim.

Leicester memastikan gelar Liga Primer Inggris setelah Tottenham Hotspur hanya mampu bermain imbang  melawan Chelsea di Stamford Bridge.

Keunggulan tujuh poin Leicester tidak mungkin dikejar Tottenham dengan dua laga tersisa.

Komentar