Tomat Menghindari Manusia dari Kanker

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 10 Januari 2015 | 19:44 WIB

Dibaca: 2 kali

Mulai sekarang rajinlah minum jus tomat. Apa manfaatnya?

Sebuah studi dari “Jhon Hopkins University” memberitahu bahwa minum jus tomat setiap sehari sangat ampuh membuang racun dan mencegah virus berbahaya yang masuk ke dalam tubuh manusia.

Situs “Medicmegic,” Sabtu, 10 Januari 2015 selain selain mendapatkan vitamin c, tomat dapat membantu manusia mencegah beragam penyakit. Salah satunya mencegah kanker.

Studi yang dilakukan peneliti dari Johns Hopkins University mengungkapkan bahwa dua pertiga orang dewasa menderita kanker karena karena mutasi acak pada gen seseorang.

David Katz, MD, MPH, dari Universitas Yale Prevention Research Center mengatakan sel yang terlihat mutasi acak bisa dipicu banyak faktor termasuk gaya hidup tidak sehat.

Semakin gaya hidup yang tidak sehat hidup, tingkat mutasi lebih tinggi. Kedua lembaga penelitian itu menganjurkan minum jus tomat untuk menghalangi mutasi sel kanker karena tomat mampu mencegahnya.

Tomat tak hanya sedap untuk masakan, tapi juga berkhasiat untuk kesehatan. Studi yang dimuat di Journal of the National Cancer Institute menguatkan bahwa mengkonsumsi tomat dalam jumlah cukup dapat menurunkan resiko kanker, meski tidak semua jenis kanker.

Dari tujuh puluh dua penelitian yang dilakukan, lima puluh tujuh menyatakan terdapat keterkaitan konsumsi tomat dengan penurunan resiko kanker, demikian menurut keterangan Dr. Edward Giovannucci dari Harvard Medical School.

“Data yang ada hampir semua mengaitkan konsumsi tomat dengan kanker prostat, paru-paru dan sistem pencernaan,” ungkap Giovannucci.

Penemuannya juga menunjukan bahwa konsumsi tomat dapat menurunkan resiko kanker lain seperti pankreas, usus besar, payudara dan leher rahim.

“Sangat baik mengkonsumsi tomat sebagai pola makan sehat, seperti konsumsi buah atau sayuran lainnya,” ungkap Dr Moshe Shike direktur Cancer Prevention and Wellness Program, Cancer Center, New York, kolega Giovannuci.

Giovannucci sendiri melakukan penelitian mengenai tomat dalam bentuk apapun, baik mentah, saus, pasta, sup atau salad. Khasiat ditemukan dalam semua olahan tersebut, penelitian juga menyimpulkan bahwa kandungan manfaat tomat tidak terganggu dengan pemasakan dan pengolahan.

Hanya saja, terkadang tomat dicampur dengan lemak dan gula yang tidak baik bagi kesehatan jika dikonsumsi terlalu banyak. seperti tomat segar dikonsumsi bersamaan dengan keju.

Sumber lemak tinggi itulah yang harus dikurangi.

Namun jika dibandingkan dari semua jenisnya tomat, yang paling baik dikonsumsi adalah tomat merah atau tomat buah.

Tomat berwarna merah mengandung vitamin c dan vitamin a lima kali lebih banyak dibandingkan dengan tomat sayur. Semakin matang tomat, semakin kaya kandungan vitaminnya.

Zat-zat dalam tomat saat dimasak dengan sayuran lain pun tidak hilang malah menghancurkan radikal bebas dalam masakan.

Selain vitamin c pigmen merah pada tomat juga mempunyai nilai lebih. Semakin merah tomat semakin banyak mengandung lycopene, nama zat antioksidan yang dapat menghancurkan radikal bebas dalam tubuh akibat rokok, polusi dan sinar ultraviolet.

Kandungan lycopene inilah yang berkhasiat membantu mencegah kerusakan sel–pemicu kanker leher rahim, kanker prostat, kanker perut dan kanker pankreas.

Berbeda dengan sayuran lain yang lebih bermanfaat jika dikonsumsi segar atau bahka mentah, ternyata tomat lebih baik dicampur dengan masakan atau dihancurkan sebelum dikonsumsi.

Para peneliti menemukan lycopene yang dikeluarkan pada tomat tersebut lebih banyak dibandingkan bila langsung dimakan tanpa diolah dahulu

Sayangnya, meskipun kandungan lycopennya berlimpah, pasta tomat dan saus tomat yang dijual dipasaran sudah banyak dibubuhi zat aditif seperti pewarna atau pengawet sintetis.

Sangat dianjurkan membuat saus atau pasta tomat sendiri sehingga kandungan bermanfaat tomat tidak tercemari dengan zat-zat berbahaya yang justru memicu rusaknya sel-sel tubuh.

Selain tomat merah, kini, di Amerika Serikat sudah dikembangkan proyek tomat hitam yang sangat ampuh melawan kanker. Tomat hitam ini selain kaya akan antioksidan, di balik warna barunya yang penuh misteri ini, angka antioksidan meningkat pesat.

Tomat hitam jadi buah sayur yang kaya dan ampuh untuk mencegah penyakit kanker.

Adalah Ray Brown, seorang ilmuwan yang rutin mengembangkan tomat hitam ini.

Lewat penelitiannya bersama teman-temannya, produk anti kanker ini kemudian dikembangkan dan dijual agar bisa ditanam oleh masyarakat luas di halaman rumahnya.

Tomat yang awalnya dikembangkan di Oregon State University, Amerika ini merupakan bagian dari proyek Indigo Rose. Di mana para ilmuwan bersatu untuk mengembangkan produk buah atau sayur dan memaksimalkan kandungan di dalamnya.

Tomat hitam ini pada awalnya berwarna kemerahan, kemudian menjadi cokelat, biru keunguan, dan nyaris hitam pekat. Diklaim kaya akan antosianin, sebuah bahan yang ditemukan pada buah dan sayur yang dapat mengatasi sakit diabetes, kanker bahkan obesitas.

Dengan meningkatkan kandungan antosianin ini, tomat hitam akan semakin ampuh mengatasi problem penyakit di atas.

Komentar