Tamatnya Era Diktator Bernie di F1

Penulis: Darmansyah

Selasa, 24 Januari 2017 | 09:58 WIB

Dibaca: 0 kali

Era dictator Bernie  Ecclestone sebagai “pemilik” Formula One selama empat puluh tahun hari ini sudah tamat.

Tutup buku.

“Ia di paksa  mundur dari posisinya pekan ini,” tulis  BBC Sport.

Saat ini Ecclestone masih berlibur di resort ski.

Pejabat senior di tim Formula One  memperkirakan, seandainya pengunduran diri Ecclestone tidak terjadi pekan ini maka akan terjadi maksimal dalam satu bulan ke depan.

Pengunduran diri Ecclestone sendiri bertepatan dengan perampungan akuisisi Formula One oleh perusahaan raksasa Amerika Serikat, Liberty Media.

Pada September lalu, Ecclestone mengungkapkan dirinya sempat diminta untuk bertahan tiga tahun lagi sebagai bos

Namun berembus kabar Liberty Media ingin melakukan perombakan total sehingga Ecclestone diyakini tersingkir.

Liberty Media juga telah menyiapkan Chase Carey, mantan petinggi eksekutif 21st Century Fox, untuk menempati pos yang akan ditinggalkan Ecclestone.

Mantan Direktur Teknik Ferrari dan mantan Kepala Tim Mercedes, Ross Brawn, diperkirakan mendapat peran menjalin hubungan dengan tim-tim Formula One dalam aspek teknis dan segala sesuatu yang terkait balapan.

Sementara itu, Sean Bratches yang pernah menjadi kepala eksekutif media olahraga ESPN, akan mengendalikan sisi komersial, termasuk aspek pemasaran, hak siar, dan juga kerja sama sponsor.

Pada pekan lalu, otoritas balapan dunia  atau FIA telah menyetujui akusisi ajang balapan  itu oleh Liberty Media

Restu dari FIA ini sebelumnya menjadi satu-satunya halangan Liberty Media untuk merampungkan proses akuisisi.

Ini adalah transaksi dengan nilai terbesar di dunia olahraga.

Akuisisi ini membuat Liberty Media memiliki kendali penuh pada ajang balapan yang sangat menguntungkan dan bernilai miliaran dolar yang didapatkan dari hak siar dan sponsor.

Di saat bersamaan, beberapa tim Formula 1 dan juga sirkuit tuan rumah menderita masalah keuangan.

Liberty Media, yang akan mengubah namanya menjadi Grup Formula One setelah proses akuisisi rampung

Sebenarnya, kisah hidup Ecclestone  sebagai tokoh sentral di Formula One adalah cerita menarik.

Anak seorang nelayan, ia meninggalkan bangku sekolah di usia enam belas tahun dan mendapatkan pemasukan dari menjual komponen cadangan motor.

Pendekatannya dalam berjualan, yang masih ia pegang hingga saat ini, membuatnya memiliki mata rantai pemasok komponen mobil paling besar di Britania Raya –Compton & Ecclestone– sebelum ia mengalihkan perhatian pada Formula One.

Pintu masuk keterlibatannya di dunia balapan ini adalah dengan membeli tim Brabham

Menikmati beberapa kesuksesan sebagai bos tim, termasuk membawa Nelson Piquet menjadi juara dunia, ia menjual tim itu dengan harga empat puluh kali lipat dari uang yang ia keluarkan pada lima belas tahun sebelumnya.

Ecclestone juga menjadi kepala Asosiasi Konstruktor Formula One.

Kemudian terjadi pertarungan perebutan kekuasaan melawan Federasi Balapan Mobil Internasional dan presidennya, Jean-Marie Balestre, dengan Ecclestone keluar sebagai

Sejak itu, FOCA memiliki hak untuk menegosiasikan kontrak televisi untuk Grand Prix. Sejak saat itu juga Ecclestone menjadi dalang bagi olahraga tersebut.

Dari saat itu ia mengubah Formula One dari semula olahraga yang hanya digemari para penyuka balapan, menjadi hiburan dengan penonton paling banyak.

Bernie Ecclestone yang selama ini sangat identik dengan Formula Satu

Posisi Ecclestone bakal digantikan oleh Chase Carey.

Ecclestone yang lekat dengan F1 selama empat dekade terakhir akhirnya tak akan lagi jadi sosok vital di balik ajang balap jet darat tersebut. Ecclestone mengakui bahwa dirinya tak lagi menjabat sebagai Formula One.

“Saya digulingkan hari ini. Saya pergi dan ini sudah resmi. Saya bukan lagi pemimpin dari perusahaan ini. Posisi saya diambil oleh Chase Carey,” ujar Ecclestone seperti dikutip dari Motorsport.

Ecclestone akan menjadi Presiden Kehormatan

Meski demikian, Ecclestone tak begitu antusias mengomentari posisi barunya tersebut.

“Posisi saya dalam istilah orang Amerika, adalah Presiden Kehormatan. Saya punya jabatan itu sekarang meskipun saya tak tahu apa arti dari jabatan tersebut,” kata Ecclestone.

Ecclestone sendiri tetap menegaskan sosoknya bakal menghadiri beberapa balapan meski tak lagi jadi CEO.

“Saya masih memiliki banyak teman dan saya juga masih memiliki cukup uang untuk datang ke sejumlah balapan,” ucap Ecclestone.

“Saya meragukan hal itu. Namun yang pasti, saya harus berbicara dengan Presiden FIA Jean Todt terlebih dulu,” ujar Ecclestone.

Komentar