“Sail Sabang” Yang Menembus Dunia

Penulis: Darmansyah

Senin, 4 Desember 2017 | 11:05 WIB

Dibaca: 2 kali

Penyelenggaraan Sail Sabang ikut berimbas ke wisata selamnya.

Pamornya makin ngehits. Bahkan menjadi salah satu persinggahan wajib para wisatawan saat bervakansi.

Spot-spot snorkling, diving, juga freediving, makin banyak diminati wisatawan.

Aceh punya semuanya. Melalui Sail Sabang, semua potensi itu diangkat. Dipromosikan

Saat menggelar freediving competition, nama Aceh langsung viral kemana-mana.

Dari dunia nyata hingga dunia maya, semua kompak membicarakan kedahsyatan spot diving di provinsi ini. Atlet dunia ikut mengakuinya.

Wiiliam Trubridge misalnya. Atlet freediving pemegang rekor dunia asal Selandia Baru itu begitu terpesona dengan Teluk Balohan

Ia bersama empat puluh atlet freediving dunia lainnya ambil bagian di ajang tersebut.

“Ombaknya cukup baik, kejernihan airnya juga bagus. Semua kondisi itu sangat menyenangkan buat kami para freedivers,” ujar pemecah rekor dunia untuk kategori Free Immersion dan Constant Weight Without Fins .

Dengan kedalaman lebih dari  seratus tiga puluh meter di tengah arus laut yang bersahabat, Sabang pun bakal menjadi incaran para atlet freediving.

Sebab para atlet akan berlomba memecahkan rekor dunia yang saat ini mencapai seratus dua puluh sembilan meter.

Sabang memang punya spot terbaik di dunia. Kalau ingin memecahkan rekor dunia disinlah tempatnya.

Tidak hanya untuk freediving, Aceh juga punya lebih banyak spot untuk diving.

Sedikitnya ada tiga puluh  titik diving terbaik.

Sebut saja Batee Tokong. Daratan dalam laut yang memanjang ke permukaan dan membentuk tebing setinggi dua puluh lima meter.

Di sinilah lokasi favorit kawanan hiu. Tak pelak di sini pula favorit para diver.

Ada juga Pantee Peunateung. Rumah bagi terumbu karang sedalam 30 meter ini laiknya akuarium hidup. Setelah itu Arus Balee. Spot diving ini berada di tengah-tengah dua pulau kecil.

Pulau Rubia dan Seulako. Di sinilah lokasi bagi para diver bisa bertemu makhluk penghuni Samudera Hindia.

Dengan arus ombak yang tak begitu kuat, Arus Balee jadi spot diving yang cocok untuk pemula.

Kalau belum cukup, masih ada spot diving lainnya seperti Batee Gla, Limbo Gapang, Sophie Rickmers dan Sumur Tiga. Semuanya juga menawarkan eksotisme bahwa laut yang oke punya.

Tone-nya sangat positif.  Dan bisa  langsung action membuat program untuk mengembangkan prestasi selam dari Aceh.

Aceh itu keren. Olahraga selam jangan hanya sebatas pada olahraga, tapi juga harus berkembang pada tatanan rekreasi. Khususnya wisata selam.

Aceh punya misi yang besar dalam memajukan olahraga selam di daerahnya.

Termasuk mengembangkannya menjadi wisata yang diminati para wisatawan.

Saat ini olah raga selam di Aceh terus berkembang dan peminatnya terus meningkatk.

Aceh ini pun akan terus mengembangkan olahraga selam dan mengombinasikannya dengan pariwisata.

Di antaranya adalah dengan menggandeng komunitas selam yang ada di Aceh untuk bersama-sama memajukan wisata selam. Termasuk juga penyelenggaraan event-event selam baik skala nasional maupun internasional

Menteri Pariwisata Arief Yahya makin happy. Dia makin bersemangat lantaran semua lini bergerak membantu pariwisata.

Sebagai daerah paling barat Indonesia, Aceh dinilai menyimpan banyak potensi.

Itu artinya, daerah ini butuh banyak pemikiran-pemikiran kreatif untuk dapat mengembangkannya melalui berbagai kegiatan. Termasuk di dalamnya memasukkan nilai komersial.

“Ini namanya Indonesia Incorporated. Semua lini bergerak memajukan wisata selam di Aceh. Kalau semuanya kompak bersatu memajukan pariwisata, kita akan “Bigger-Broader-Better together”.

“ Jika kita maju serentak dan solid, maka kemenangan demi kemenangan bisa kita wujudkan,” ujar Menpar Arief

Promosinya Sail Sabang  langsung menembus SEA Yachting Magazine yang notabene merupakan majalah Yahct terbesar di Asia Tenggara.

Semua warna dan kemasan evennya langsung diarahkan ke kantong-kantong komunitas yachter dunia.

Ya, kibaran nama Sail Sabang memang makin ngehits di level dunia. Di edisi terbaru SEA Yachting Magazine, Pulau Weh ikut dikupas tuntas satu halaman.

Desainnya sangat menarik. Foto-foto keindahan Pulau Weh terpampang dengan jelas. Semuanya Full Colour. Tampilannya pun sangat artistik.

Yachter-yachter dunia yang belum tahu Pulau Weh di Aceh dijamin akan terkesima. Yang belum kenal dengan Sail Sabang, juga bakal dibuat penasaran lantaran semua info menarik terkait even di Aceh itu terpublish dengan lengkap.

Arah liputannya pun jelas. Semua yachter dunia dipandu untuk datang ke Aceh.

Melihat langsung keindahan bahari di sekitar Sabang. Ujungnya, mereka faham tentang konsep Marine Tourism Triangle Cooperation antara Langkawi-Phuket-Sabang yang digagas Menpar Arief Yahya.

Sail Sabang adalah festival berlayar nasional Indonesia yang digelar di ujung utara pulau Sumatera.

Pemerintah Indonesia dengan Wonderful Indonesia serta pemerintah kota Sabang akan membuat satu pekan penyelenggaraan Sail Sabang yang menyenangkan dengan ragam kegiatan yang bisa dilihat, dilakukan dan dirasakan.

Komentar