Sail Sabang: Kupi Aceh Yang Laris Manis

Penulis: Darmansyah

Kamis, 7 Desember 2017 | 10:37 WIB

Dibaca: 0 kali

Sail Sabang menginggalkan jejak  positif bagi pariwisata Aceh.

Ya, even yang terselenggara di Phuket dan Langkawi itu juga membuat kopi Aceh dan kulinernya kian dicari.

Alhamdulillah Sail Sabang bawa banyak berkah.

Kopinya makin terkenal.

Makin laku.

Semuanya laris.

Kedai-kedai kopi di sana selalu penuh. Dari pagi hingga dini hari, tempat nongkrong ini selalu ramai pengunjung.

Seperti banyak dikenal Aceh adalah salah satu daerah produsen kopi kelas dunia.

Sejak era kolonial Belanda hingga sekarang, Aceh punya dua daerah sentra produksi kopi yang terkenal, yakni Ulee Kareng dan Gayo

Kopi Ulee Kareng yang termasuk jenis kopi Robusta dihasilkan dari Kecamatan Ulee Kareng. Sementara kopi Gayo termasuk jenis

Kopi Arabika. Di pasar dunia, kopi Gayo bahkan sudah masuk kelas kopi premium.

Kedua jenis kopi inilah yang mengharumkan nama Aceh sebagai salah satu produsen kopi terbaik di Tanah Air yang merajai empat puluh persen pasar dalam negeri.

Khusus untuk Kopi Ulee Kareng lebih gampang dijumpai.

Hampir semua kedai kopi di Banda Aceh menyuguhkan kopi produksi daerah ini. Proses pengolahan bubuk kopinya sangat unik.

Bubuk kopi tidak sekedar diseduh dengan air panas. Kopinya ikut dimasak. Alhasil, aroma dan citarasa kopi yang keluar benar-benar kuat.

Kopi yang telah dimasak ini kemudian mengalami beberapa kali proses penyaringan menggunakan saringan berbentuk kerucut.

Kopi andalan di sini adalah kopi hitam Aceh. Biasanya disajikan dalam gelas kaca. Tidak manis, namun tetap ramah di lambung. Selain kopi hitam, di sini juga ada teh tarik dan kopi susu.

Sepintas melihat tampilannya, kopi ini mirip dengan kopi susu. Tetapi yang khas  adalah komposisi susu dan gulanya yang tidak dominan. Ini membuat keharuman dan citarasa kopinya lebih terasa. Campuran kopi saring, susu kental dan gula ini kemudian dikocok hingga berbusa.

Bukan hanya kopi Aceh, makanan juga laku keras.

Mie Aceh, nasi kari, sate gurita, sayur pliek U

Kue Karra dan kue-kue basah, semuanya ikut diburu wisatawan.

Kesan yang terasa, Sail Sabang  membuat Aceh menggeliat.

Sudah kebiasaan orang kalau datang ke sebuah daerah mereka ingin tahu makanan khas daerah tersebut.

Dengan adanya Sail Sabang ini, kita tak hanya mengenalkan kuliner khas Sabang khususnya dan Aceh, tetapi juga memberi manfaat bagi usaha masyarakat di sini. Tentu ini rezeki buat mereka

Pelaku usaha kuliner, travel dan usaha lainnya harus benar-benar pandai memanfaatkan momen  ini. “Ini kesempatan buat mengembangkan usaha mereka.

Usai event ini mereka harus bisa melanjutkan gairah wisata yang sudah menggeliat ini. Sehingga apa yang dilakukan sat ini dengan dukungan pemerintah pusat bisa benar-benar terasa manfaatnya.

Kuliner yang merupakan bagian dari budaya daerah memang melekat dengan pariwisata.

“Setiap wilayah punya kekhasan sendiri, termasuk kulinernya. Rasanya belum lengkap jika datang ke sebuah daerah tanpa menikmati kuliner khas daerah tersebut,” ujar Wawan.

Sail Sabang yang digaungkan Kementerian Pariwisata itu juga sukses membuat Pulau Weh menggeliat.

Keindahan alam Pulau Weh dan berbagai acara yang disuguhkan, membuat wisatawan yang datang tak ragu melayangkan dua jempol.

Sail Sabang tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga sukses dalam tindak lanjutnya.

Sail Sabang tidak hanya sukses di penyelenggaraannya. Itu juga harus sukses di tindak lanjutnya

Levelnya pun akan terus didorong naik kelas seiring dengan di-createnya poros Sabang, Phuket, Langkawi.

Sabang harus menjadi international hub. Harus memiliki event rutin dari Segitiga Sabang-Phuket-Langkawi

Komentar