close
Nugatama

Rossi Kini “Boss” di Movistar Yamaha

Kepergian Jorge Lorenzo ke Ducati untuk dua musim kontrak di akhir balapan tahun ini, membuat Valentino Rossi nyaman menikmati posisinya sebagai “bossas” tanpa harus dicekoki oleh kenyinyiran media yang memperbandingkan prestasinya dengan  pebalap asal Spanyol itu.

“Rossi bisa menikmati kesendiriannya sebagai bos,” tulis “marca,” Rabu, 20 April 2016 setengah mengejek.

“Marca” meyakini kepindahan pembalap Lorenzo ke Ducati  akan memberi kebebasan untuk Valentino Rossi menjadi “bos” di tim yang berbasis di Lesmo, Italia, tersebut.

Selain itu, “marca juga mengutip pernyataan  pandit MotoGP, sekaligus jurnalis senior Australia, Guido Meda, yang  mengungkapkan, dengan keadaan yang terjadi belakangan ini, khususnya sejak insiden di MotoGP musim lalu, Rossi dan Lorenzo adalah dua sosok yang seharusnya tidak dalam satu tempat yang sama.

“Menempatkan Lorenzo dan Rossi dalam satu kotak yang sama akan memberikan Anda lebih banyak masalah. Hidup berdampingan yang terjadi di antara Rossi dan Lorenzo tidak bisa memberikan ketenangan,” kata Meda, sebagaimana dimuat Calcio Web.

“Dengan cara seperti ini, akan memberikan kebebasan kepada Valentino yang bisa merasa sedikit seperti bos,” sambungnya.

Guido Meda. Meda mengaku bisa memahami mengapa pada akhirnya Lorenzo memilih untuk hengkang dari Movistar Yamaha.

Menurut Meda, penyebab Lorenzo setuju untuk gabung Ducati karena hubungan yang dimilikinya dengan Rossi.

Dari apa yang terlihat saat ini, menjadi rekan setim The Doctor –julukan Rossi– sangat menyulitkan untuk pembalap  tersebut.

“Lorenzo memulai kejuaraan dunia musim ini dengan mental yang sangat kuat. Tapi, kontrak baru yang dengan cepat diberikan Yamaha kepada Valentino Rossi membuat hal jadi terasa lebih pahit,” kata Meda.

“Yamaha memberikan Rossi kontrak yang membuat Lorenzo memilih untuk bergabung Ducati. Berada di samping Rossi terasa begitu sulit untuknya,” sambungnya.

Yamaha diketahui memang sudah lebih dulu memperpanjang kontrak VR46, bahkan sebelum seri pertama MotoGP 2016 dimulai.

Hal tersebut diyakini sangat menyakiti perasaan X-Fuera yang terlihat seperti dinomorduakan tim yang berbasis di Lesmo, Italia, tersebut.

Guido Meda, menilai peluang untuk sukses bersama Ducati menjadi alasan utama Jorge Lorenzo setuju hengkang dari Movistar Yamaha.

Meda merasa, Lorenzo ingin sukses di tempat Valentino Rossi gagal.

Lorenzo baru saja gabung Ducati hingga akhir musim 2018.

Banyak yang menduga, memburuknya hubungan dengan Rossi menjadi penyebab utama Lorenzo memutuskan untuk hengkang dari tim yang sudah dibelanya sejak delapan tahun silam.

Menurut Meda, Lorenzo ingin membuktikan dirinya lebih baik ketimbang Rossi.

Karena itulah, pembalap tersebut akhirnya memilih gabung ke Ducati, tim yang juga pernah dibela The Doctor.

VR46 memang pernah membela Ducati selama dua musim.

Sayangnya, kesuksesan yang pernah didapatkan beberapa musim sebelumnya bersama Yamaha gagal diulanginya di Ducati.

“Lorenzo bergabung dengan tim Italia itu karena dia ingin meraih kesuksesan di saat Rossi mengalami kegagalan, meskipun mereka berada di waktu yang berbeda,” tutur Meda, sebagaimana diberitakan

Selain masalah dengan Rossi, Lorenzo juga ingin mengujikualitas motor Ducat

“Ada beberapa kontrak pembalap terbaik yang akan habis musim ini. Kami telah menghubungi pihak Lorenzo dari jauh-jauh hari. Kami percaya dengan kualitas motor kami.”

“Sejauh ini kami berhasil membuktikan diri,” ujar Ciabatti bos Ducati, seperti dilansir GP One

Ciabatti juga menyatakan optimis kalau Lorenzo bakal mampu bersaing dengan pembalap lainnya pada musim depan. Sejauh ini, ia sudah berhasil mengantongi dua kemenangan.

Pada seri pertama di Qatar, Lorenzo berhasil menjadi pembalap tercepat. Kemenangan kedua dikantonginya saat menjajal GP Amerika Serikat.

Pada seri ketiga itu, Lorenzo berhasil menduduki podium kedua.

Tags : slide