Repotnya Ketika Tahu Kolesterol Tinggi

Penulis: Darmansyah

Selasa, 26 Januari 2016 | 12:02 WIB

Dibaca: 0 kali

“Dok, apakah kolesterol saya tinggi?”

“Soalnya saya sering mengalami sakit pada bagian tengkuk, cepat lelah, mudah mengantuk dan sering kesemutan”

Itulah dialog seorang pasien yang mengungkapkan keluhannya dan minta jawaban dari sang dokter apakah ia mengalami kolesterol tinggi.

Lantas apa jawaban sang dokter.

Setengah mengangguk, sang dokter seperti mengiyakan, dan meminta si pasien untuk memeriksakan darahnya di laboratorium sebelum mengklaim penyakitnya.

Dan apakah gejala yang dikemukakan sang pasien itu merupakan tanda-tanda kolestereol?

Laman situs “healty.co,” setuju apa yang diungkapkan si pasien sebagai tanda dari seseorang menderita kolesterol.

Rasa berat di tengkuk dan pegal di pundak memang sesuatu yang sering diderita oleh pasien kolesterol tinggi.

Hal itu terjadi karena suplai darah dan oksigen terhambat akibat penumpukan plak pada pembuluh darah

Sedangkan sakit kepala juga karena adanya peningkatan kolesterol menjadikan arteriosklerosis
Aliran darah yang mengalir ke otak terhambat

Bagaimana dengan cepat mengantuk?

Cepat mengantuk, karena kolesterol menyempitkan pembuluh darah dan terkadang menutup pembuluh darah, aliran darah yang membawa oksigen ke otak terhambat sehingga seseorang cepat mengantuk.

Jika anda sering merasakan 3L yakni lemah, letih dan lesu, ada baiknya anda segera mengecek kadar kolesterol tubuh anda.

Mudah lelah, orang yang mengalami kolesterol tinggi sistem vital tubuhnya terganggu sehingga mudah lelah. Apakah anda sering bangun tidur dan terasa masih capek seharian ?

Jika anda berusia diatas tiga puluh tahun dan sering mengalami gejala ini segeralah periksa kesehatan anda secara rinci.

Bagaimana dengan sering kesemutan?

Ini terjadi karena aliran darah menggumpal dan tidak lancar.

Penderita kolesterol tinggi menahun kadang juga menderita xanthelasma atau endapan kolesterol berbentuk noda kuning muda di tengah atau di ujung kelopak mata.

Xanthoma atau benjolan padat pada tendo siku, tumit, atau lutu hanyalah pertanda yang perlu dicek secara medis untuk melihat hasil realnya.

Tetapi bagi anda yang merasa mengalami gejala diatas maka segera rubah pola hidup anda menjadi lebih sehat.

Lantas bagaimana jika anda telah melakukan tes laboratorium dan menemukan kadarnya diatas dua ratus empat puluh?

Nah, itu berarti anda memiliki kolesterol tinggi.

Segera lakukan perubahan gaya hidup, makan makanan yang rendah lemak/kolesterol, perbanyak olahraga serta turunkan berat badan.

Menghindari makanan berkolesterol tinggi merupakan suatu keharusan. hKolesterol tinggi dalam jangka panjang akan berakibat fatal.

Penyakit jantung merupakan pembunuh no satu di dunia dan diakibatkan terutama oleh kolesterol tinggi.

Anda juga harus tahu ketakutan orang pada kolesterol juga menjadi alasan mengapa banyak orang menghindari makanan tertentu.

Tetapi sebenarnya tak banyak orang yang benar-benar tahu mengenai kolesterol dan pengaruhnya pada kesehatan.

Untuk anda tahu kolesterol itu terdiri dari dua jenis.

Ada yang baik, disebut dengan HDL dan yang jahat dinamakan LDL

HDL dan LDL pada dasarnya adalah pembawa kolesterol yang disebut lipoprotein.

HDL disebut baik karena ia bekerja mengambil kolesterol yang menempel di pembuluh darah dan dibawa kembali ke liver untuk dibuang dari tubuh.

LDL sebaliknya. Terlalu banyak kolesterol jenis ini bisa menyebabkan penumpukan plak dan membuat pembuluh darah menyempit atau tersumbat.

Efeknya adalah serangan jantung atau stroke.

Hanya saja jika kadar kolesterol tinggi dalam tubuh mengakibatkan berbagai macam penyakit.

Biasanya akibat tingginya kolesterol dalam darah menyebabkan berbagai macam penyakit.

Kolesterol dapat diturunkan kadarnya dalam tubuh sebelum menjadi kolesterol jahat yang berpotensi menyebabkan penyakit.

Kolesterol dalam darah akan semakin meningkat jika kita makan makanan yang banyak mengandung lemak jenuh. selain itu gaya hidup yang tidak seimbang dan teratur juga akan menyebabkan tingginya kadar kolesterol.

Gaya hidup yang tidak seimbang dengan olahraga teratur, merokok, stress, terkena diabetes melitus, banyak minum kopi, salah diet, obesitas dan faktor keturunan juga bisa mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah.

Komentar