Neymar: “Saya Sudah Menuntaskan Janji”

Penulis: Darmansyah

Kamis, 9 Maret 2017 | 08:42 WIB

Dibaca: 1 kali

Neymar berhasil menuntaskan janjinya kepada para pemain Barcelona.

Janji untuk mencetak dua gol dalam laga melawan Paris Saint Germain di leg kedua enam belas Besar Liga Champions, Kamis dinihari WIB.

Sehari sebelum laga, seperti ditulis laman media “sport,” Neymar membuat taruhan dengan rekan-rekan setimnya di ruang ganti.

“Saya  akan membobol gawang Paris Saint Germain  dua kali,” ujarnya ketika itu.

Dan, taruhan itu pun sukses ia menangkan.

Gol pertama Neymar tercipta lewat tendangan bebas yang indah dari luar kotak penalti di menit kedelapan puluh delapan.

Gol ini membuat skor menjadi empat gol berbanding satu gol dan menjaga harapan Barca lolos tetap hidup.

Dua menit kemudian Neymar ditunjuk menjadi algojo penalti setelah wasit menunjuk titik putih.

Sebelumnya, Luis Suarez yang coba menerobos ke kotak penalti dijatuhkan oleh Marquinhos.

Dengan tenang Neymar kemudian menghujamkan bola ke gawang PSG.

Di detik-detik akhir pertandingan, Sergi Roberto kemudian membawa Barcelona lolos dramatis dengan agregat gol enam gol berbanding lima gol.

Kemenangan ini juga membuat Barcelona jadi kesebelasan pertama dalam sejarah yang mampu lolos ke babak selanjutnya setelah tertinggal empat gol di leg pertama fase gugur di kompetisi Eropa.

Belum pernah ada tim lain yang melakukannya dalam seratus delapan puluh lima pertandingan sebelumnya.

“Inilah Barcelona, tim terbaik di dunia dan kami ingin melanjutkan mimpi kami di Liga Champions,” kata gelandang Barcelona, Ivan Rakitic.

Keberhasilan Barcelona itu pun dipuji Steven Gerrard yang menjadi pengamat sepak bola bersama Rio Ferdinand dan Michael Owen di laga itu.

“Selama 60 menit pertama tak pernah berhenti menekan pemain PSG. Sungguh luar biasa. PSG sempat bernafas lewat gol Edinson Cavani, namun di ujung laga tekanan muncul kembali [dari Barcelona,” kata Gerrard.

Sementara itu gelandang Barcelona Arda Turan menilai, keajaiban merupakan hal normal bagi skuatnya.

“Anda menyebutnya keajaiban, kami menyebutnya hal normal. Anda menyebut tim sepak bola, kami menyebutnya Barcelona,” tegas Arda Turan seperti dikutup daari Squawka.

Salah satu yang membuat heboh kemenangan Barca adalah tiga gol mereka hanya dalam waktu delapan menit.

Sergi Roberto yang mampu membawa Barca ke perempat final dengan golnya lewat assist Neymar.

Roberto tampil dari bangku cadangan menggantikan Rafinha  dan ia sendiri tidak menyangka bisa mencetak gol krusial tersebut.

“Saya tidak tahu bagaimana bisa cetak gol. Saya hanya berada pada posisi tepat, saya sangat senang,” ujar Sergi Roberto seperti dikutip dari Squawka.

“Jika ada yang bisa membuktikan, hanya Barca yang berhasil untuk pertandingan ini.”

Bek tengah Barcelona, Gerard Pique, juga merespons kemenangan telak kesebelasannya atas Paris Saint Germain dengan sebuah gurauan.

Ia mengatakan, kesuksesan Barca membuat sejarah lolos ke fase selanjutnya akan mendorong penduduk kotanya untuk bercinta.

“Sembilan bulan lagi rumah-rumah sakit di Barcelona harus memiliki lebih banyak lagi perawat, karena malam ini akan ada banyak orang yang bercinta,” kata Pique seusai pertandingan, seperti dikutip dari Squawka News.

“Ini adalah sebuah keajaiban. Keajaiban ini terjadi pada tim yang selalu yakin hingga menit terakhir.”

Sementara itu, pelatih Paris Saint Germain, Unai Emery, menyebut bahwa dua penalti yang diberikan wasit untuk Barcelona –satu dieksekusi Messi dan satu oleh Neymar– membantu musuhnya untuk lolos.

Akan tetapi, ia mengakui bahwa Barcelona memang berjuang keras untuk mendapatkan tiket ke perempat final.

“Kami tak bertanding sesuai dengan keinginan kami. Dan, posisi wasit memang sering kali menguntungkan Barcelona. Tapi Barcelona bermain dengan semangat yang hebat untuk memenangi laga ini,” ucap Emery.

Unai Emery menyebut para pemain Paris Saint Germain kehilangan konsentrasi di menit-menit akhir jelang pertandingan dan hal itu membuat kesebelasannya tersingkir secara dramatis di tangan Barcelona.

“Di menit-menit terakhir, kami kehilangan segala yang telah kami bangun dengan kerja keras. Tak ada penjelasan soal yang terjadi di menit-menit akhir,” kata Emery kepada media, seperti dikutip dari Reuters.

“Kami harus menerima bahwa kami punya kesempatan untuk berkembang setelah bermain dengan bagus di leg pertama. Kami juga mendapatkan kepercayaan diri, dan kami tidak mengambilnya.”

“Di masa depan, Anda akan belajar dari pengalaman negatif dan ini adalah pengalaman yang sangat negatif untuk para pemain kami. Untuk saya dan juga para staf.”

Sementara itu, presiden PSG Nasser Al-Khelaifi mengatakan bahwa timnya tak punya alasan untuk tidak lolos ke perempat final.

Ini adalah kali pertama di bawah kepemimpinannya dan Qatar Investment Authority yang dimulai pada enam tahun silam, PSG gagal melaju dari enam belas Besar.

“Tak boleh ada alasan. Kami tidak bermain sama sekali di babak pertama. Setelah menang 4-0 di leg pertama, hal ini sangat sukar diterima. Tapi kami tak punya pilihan,” katanya.

“Setelah leg pertama, kami punya banyak alasan untuk percaya kami bisa lolos ke perempat final. Tapi kami tahu bahwa tak ada garansi di dalam sepak bola.”

Komentar