Korban DS Tak Ingin Bertemu Saipul

Penulis: Darmansyah

Jumat, 26 Februari 2016 | 10:04 WIB

Dibaca: 0 kali

Korban pencabulan Saipul Jamil, remaja sekolahan, DS, menampik untuk dipertemukan kembali dengan penyanyi dangdut itu karena masih menyimpan kemarahan, dendam dan trauma.

“DS belum mau ketemu Saipul Jamil karena masih trauma,” tutur seorang penyidik, Jumat, 26 Februari 2016, ketika ditanyakan apakah perlu untuk melengkapi berita acara dengan mempertemukan keduanya.

DS yang masih duduk di bangku SMA itu telah meminta perlindungan dari Komisi Perlindangan Anak Indonesia .

Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh, memastikan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan secara psikis terhadap korban.

“Agar jangan sampai trauma. Ada pendampinan psikologi maupun psikiatris. Korban harus dipastikan pemulihan psikisnya,” ujar Asrorun sebelum memasuki ruang pemeriksaan.

DS kini mengalami trauma.

Dia sering mengigau dan mimpi buruk ketika tidur.

Anak alami trauma, trauma yang dialami terkait kejadian yang menimpa di rumah tersangka SJ.

Tak hanya itu, ia sering “mendengar” bisikan-bisikan suara Saipul.

Bahkan kalau sendirian korban masih sering dengar bisikan suara SJ di telinganya

KPAI concern atas kasus pencabulan yang dialami DS atas tiga hal, rehabilitasi, pendidikan dan hak-hak dasar anak, da tahap awal assessment atas korban ditangani Ibu Nur Hidayah, korban secara kusus konseling di assessment oleh tenaga ahli.

Pada acara Indonesia Lawyers Club di TV One, penyidik mengungkapkan, telah berkali-kali menanyai DS soal identitas orang yang dilaporkan.

“Diulang sampai lebih dari tiga kali, siapa, siapa, siapa”

Ari menjelaskan penegasan seperti itu perlu dilakukan.

“Karena kami ingin meyakinkan betul bahwa yang disampaikan korban bukan rekayasa seperti yang pernah terjadi sebelum-sebelumnya,” lanjut penyidik.

Kepolisian menyadari bahwa dalam beberapa peristiwa ada orang yang melaporkan public figure dengan tujuan mencari popularitas.

Sampai akhirnya Kanit melaporkan kepada saya dan kami bersama-sama menginterogasi anak tersebut.

Sampai akhirnya korban menyakinkan penyidik tentang laporannya itu

“Pak, kalau tidak terjadi betulan saya enggak mungkin lari ke sini tidak akan ke sini. Dan saya tidak didampingi keluarga saya,” ujarnya menirukan perkataan korban.

Setelah berdiskusi, kepolisian memutuskan untuk membawa DS ke rumah Saipul

“Sebelum berita ini melebar ke mana-mana dan tidak menjadi fitnah mengingat orang yang akan kami datangi adalah seorang public figure yang saat ini seperti kita ketahui bersama sedang naik daun,” ujarnya

Karena itu polisi mendatangi rumah Saipul dengan membawa korban.

Aparat kepolisian mengapresiasi langkah korban yang cepat melaporkan pedangdut Saipul Jamil terkait dugaan tindak pidana pencabulan.

“Tidak meng-keep sendiri dan berakibat kerugian mereka korban, kami apresiasi korban,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro, Iqbal

Iqbal mengimbau agar korban terduga pelecehan seksual dan masyarakat harus memiliki kesadaran dan kepedulian.

“Dilakukan, dua wujud tolak pelecehan seksual secara keras,” tegas Iqbal.

Sejauh ini, Iqbal mengungkapkan, jumlah korban dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mantan suami penyanyi Dewi Persik itu sebanyak satu orang

Iqbal menyatakan, penyidik Polsek Metro Kelapa Gading, Jakarta Utara, meyakini, kasus Saipul akan bergulir hingga persidangan dengan alat bukti.

Penyidik kepolisian mengantongi alat bukti, antara lain keterangan saksi, pengakuan tersangka, dan petunjuk lainnya, seperti pakaian yang digunakan korban ataupun Saipul Jamil.

Iqbal juga memastikan, penyidik memiliki kewenangan dan pertimbangan subyektif untuk menahan Saipul yang tersandung kasus pencabulan.

DS bertemu Saipul sebanyak tiga kali sejak dua pekan lalu seusai menonton acara ajang pencarian bakat yang disiarkan stasiun televisi swasta.

Awalnya, Saipul mengajak DS tidur dan memintanya memijit di kediamannya. Namun, artis itu selanjutnya bertindak asusila terhadap anak remaja tersebut.

Komentar