Kopi Bisa Menurunkan Kepikunan, Lho!

Penulis: Darmansyah

Kamis, 28 Januari 2016 | 10:56 WIB

Dibaca: 2 kali

Anda doyan minuman kopi?

Pernah mendengar informasi ini?

Sebuah penelitian terbaru yang dimuat “ Journal of Neuroinflammation,” dari sebuah studi Amerika Serikat menunjukkan, kopi bisa menurunkan risiko kepikunan.

Studi ini dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah akan penyakit alzheimer.

Dari mana dasar ilmiahnya?

Penghalang vital antara otak dan suplai darah utama pada kelinci dengan diet kaya lemak terlindungi, terutama pada kelinci yang diberi suplemen kafein.

Dalam percobaan, para peneliti dari University of North Dakota, AS, hanya memberi secangkir kopi pada kelinci setiap hari. Ini merupakan bukti terbaik dari manfaat kopi.

Penghalang darah otak merupakan filter yang melindungi sistem saraf pusat dari bahan kimia, yang berpotensi membahayakan, beredar di aliran darah.

Penelitian lain menunjukkan, kadar tinggi dari kolesterol darah bisa membuat penghalang ini “bocor”. Hal ini membuat otak rentan terhadap kerusakan.

Setelah dua belas minggu diberi diet tinggi kolesterol, penyekat darah otak pada kelinci yang diberi kafein jauh lebih utuh ketimbang yang tanpa kafein.

“Kafein muncul untuk menghambat beberapa efek perusak dari kolesterol yang membuat penyekat darah otak bocor,” ujar Dr. Jonathan Geiger, pemimpin penelitian ini, seperti dikutip BBC.

Sebagai catatan, kolesterol tinggi merupakan faktor risiko penyakit alzheimer.

Kafein merupakan obat yang memiliki kemampuan untuk menstabilkan penyekat darah otak.

Hal ini bisa menjadi bagian penting dalam terapi untuk meredakan gangguan neurologis.

Kopi dan teh sudah menjadi minuman favorit bagi banyak orang di seluruh dunia.

Tapi efek menguntungkan dari kafein pada kopi sebagai obat psikoaktif yang dapat memelihara fungsi otak mulai dihargai baru-baru ini.

Penelitian terbaru oleh pakar internasional dari University of Lisbon dan University of Coimbra, Portugal menemukan bahwa kafein dalam kopi dan teh dapat melindungi terhadap penurunan kognitif yang terlihat pada demensia dan penyakit Alzheimer.

“Studi epidemiologis pertama menunjukkan hubungan terbalik antara konsumsi kafein dengan kejadian penyakit Parkinson.”

“ Kemudian beberapa studi epidemiologi lanjutan menunjukkan bahwa konsumsi jumlah moderat kafein juga berbanding terbalik dengan penurunan kognitif yang terkait dengan penuaan serta kejadian penyakit Alzheimer,” jelas Alexandre de Mendonca

Selain kopi pahit, teh pahit juga dapat melawan kepikunan.

Uji laboratorium menemukan bahwa minum secangkir teh hitam dan hijau secara teratur dapat menghambat aktivitas enzim tertentu di otak yang membawa pada Alzheimer

Berdasarkan jurnal Phytotherapy Research, Alzheimer ditandai dengan penurunan asetilkolin.

Kopi dan teh pahit dapat menghambat aktivitas enzim acetylcholinesterase, yang memecah bahan kimia atau neurotransmiter dan asetilkolin.

Selain itu kopi, teh hitam dan teh hijau juga menghambat aktivitas enzim butyrylcholinesterase, yang ditemukan dalam deposit protein pada otak penderita Alzheimer.

“Meskipun tidak ada obat untuk Alzheimer, kopi dan teh berpotensi menjadi senjata lain yang digunakan untuk mengobati penyakit ini dan memperlambat perkembangannya,” ungkap Dr Ed Okello, peneliti dari Medicinal Plant Research Centre di Newcastle University, Inggris.

Tapi ingat harus kopi atau teh pahit cukup tiap pagi saja.

Karena minum kopi secara berlebihan dapat meningkatkan serangan stroke akibat kerusakan pada dinding pembuluh darah.

Pada wanita hamil dapat meningkatkan denyut jantung, menyerang plasenta, masuk ke dalam sirkulasi darah dan yang lebih parah bisa menyebabkan kematian.

Penelitian lainnya yang dimuat “Journal of the National Cancer Institute” tak kalah menggembirakannya.

Studi itu mengungkapkan kopi dapat menurunkan risiko terkena kanker kulit.

Penelitian berdurasi sepuluh tahun itu menghasilkan orang yang sering minum kopi memiliki risiko lebih kecil terkena melanoma dibandingkan orang yang jarang atau tidak mengonsumsi kopi.

Studi ini bukan yang pertama kalinya menyebarkan kabar baik tentang manfaat kopi.

“Kopi kaya akan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan,” ungkap Joy Baueur, pakar nutrisi dan kesehatan Everyday Health & The Today Show.

Selain menurunkan risiko terkena kanker kulit, kopi juga dapat menangkal berbagai masalah kesehatan.

Penyakit demensia atau pikun memang akan dialami kebanyakan orang sejalan dengan pertambahan usia.

Tapi menurut studi, dengan minum kopi atau teh pahit tiap pagi bisa memperlambat dan melawan kepikunan.

Kopi dan teh sudah menjadi minuman favorit bagi banyak orang di seluruh dunia.

Tapi efek menguntungkan dari kafein pada kopi sebagai obat psikoaktif yang dapat memelihara fungsi otak mulai dihargai baru-baru ini.

Komentar