Kolesterol? Jangan Dipersepsikan “Jahat”

Penulis: Darmansyah

Rabu, 14 Januari 2015 | 14:54 WIB

Dibaca: 0 kali

Kolesterol? Ya!

Tapi banyak orang terjebok dengan pengertian ini dengan satu kata,”jahat.”
Lantas apa iya kolesteral harus dipersepsikan dengan kata”jahat.”

Tentu tidak. Sebab kolesterol, secara akademik tidak harus dipersepsikan sebagai “jahat” atau “hantu” untuk kesehatan.

Paling tidak Anda harus tahu dulu mana kolesterol jahat dan mana kolesterol baik.

Coba kita cari tahu dulu apa itu kolesterol jahat dan kolesterol baik.

Kolesterol jahat dalam khazanah ilmu kedokteran disebut dengan “LDL.” Low-density lipoprotein.

Kolesterol jahat di dalam tubuh bisa sangat membahayakan. Kolesterol LDL bisa menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan serangan jantung atau stroke. Karena itu, kolesterol LDL tidak boleh tinggi.

Lantas bagaimana posisi kolesterol baik. Atau HDL, lengkapnya “high-density lipoprotein”
Nah, jenis kolesterol ini justru perlu ditingkatkan.

Bagaimana dengan kolesterol jahat atau LDL memberi sumbangan buruk bagi tubuh?

Kolesterol ‘jahat’ karena memberikan kontribusi untuk plak, penebalan, deposit keras yang dapat menyumbat arteri dan membuatnya kurang fleksibel. Kondisi ini dikenal sebagai aterosklerosis.

Jika gumpalan terbentuk dan arteri menyempit, serangan jantung atau stroke dapat terjadi.

Kolesterol LDL akan membahayakan tubuh bila kadarnya tinggi di dalam darah.
Sebaliknya, kolesterol HDL justru bermanfaat bagi tubuh jika kadarnya tinggi.

Mengapa?

Kolesterol HDL berperan terbalik dengan LDL. Kolesterol HDL dianggap kolesterol ‘baik’ karena membantu menghilangkan kolesterol LDL dari arteri.

Para ahli percaya HDL bertindak sebagai pemulung, membawa kolesterol LDL dari arteri dan kembali ke hati, di mana kolesterol jahat dipecah dan dikeluarkan dari tubuh, seperti dilansir dari laman “heart.org.”

Untuk menurunkan risiko penyakit jantung, Anda tidak hanya perlu menurunkan kadar kolesterol LDL, tetapi juga meningkatkan kadar kolesterol HDL.

Anda bisa melakukan tes darah untuk memeriksa kadar kolesterol. Jika Anda seorang pria dan tingkat HDL Anda di bawah empat puluh, atau seorang wanita dengan tingkat HDL lebih rendah dari lima puluh, Anda akan lebih mudah untuk terserang penyakit jantung.

Memiliki tingkat HDL minimal enam puluh dapat membantu melindungi Anda dari penyakit jantung.

Bagaimana caranya meningkatkan HDL? Dari laman situs”Web MD,” kita diberitahu t cara meningkatkan kadar kolesterol baik.

Caranya, lakukan pergerakan aktif secara dan Anda pasti mendapatkan bonus peningkatan HDL.Setidaknya lakukan aktivitas moderat minimal tiga puluh menit sehari, setiap hari dalam seminggu.

Nah pergerakan aktif ini akan mampu menurunkan berat badan. Sebab jika Anda bisa menurunkan beberapa kilogram dari bobot tubuh maka dapat membantu meningkatkan kadar HDL, serta menurunkan kadar LDL si kolesterol jahat.

Nah, kalau asupan cerdaskan cara Anda memilih. Lemak yang baik, misalnya.
Lemak yang baik adalah lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda. Anda akan menemukan ini pada makanan nabati, kacang-kacangan, dan ikan seperti salmon atau tuna.

Selain itu mencampakkan kebiasaan merokok dapat meningkatkan tingkat HDL Anda.
Lantas apa itu kolesterol?

Kolesterol adalah molekul penting dalam tubuh.

Sebagian besar kolesterol diproduksi oleh organ hati, juga bisa diperoleh melalui makanan yang Anda konsumsi. Dalam jumlah yang normal kolesterol melayani beberapa fungsi yang sangat penting dalam tubuh.

Fungsi kolesterol antara lain sebagai prekursor untuk banyak hormon, termasuk testosteron dan estrogen, menjaga cairan sel membran, dan berkontribusi terhadap pembentukan asam empedu yang membantu mencerna lemak.

Setelah diproduksi di hati, kolesterol siap untuk pindah ke dalam aliran darah dan pergi ke berbagai organ dan jaringan dalam tubuh. Sesampai di sana, kolesterol akan melakukan berbagai fungsi.

Namun, kolesterol tidak masuk ke dalam aliran darah dengan sendirinya, lantaran terlalu berlemak untuk bisa diserap langsung ke dalam aliran darah.

Oleh karena itu, kolesterol memerlukan protein lain untuk mengangkutnya. Protein yang membawa kolesterol dalam darah disebut sebagai apolipoprotein.

Apolipoprotein bertanggung jawab untuk mengangkut kolesterol ke tujuan yang benar. Ketika apolipoprotein dan molekul kolesterol berkumpul di dalam hati, sekarang disebut sebagai lipoprotein.

Lipoprotein terjadi dalam berbagai ukuran. Masing-masing ukuran melakukan fungsi yang berbeda. Satu hal yang perlu diingat, semakin banyak kolesterol dan kurangnya lipoprotein yang dimiliki, membuatnya menjadi molekul yang kurang stabil dan semakin besar kemungkinan Anda bisa berada pada risiko penyakit jantung.

Komentar