Kemenangan Barca Kontroversial?

Penulis: Darmansyah

Jumat, 10 Maret 2017 | 15:29 WIB

Dibaca: 6 kali

Kemenangan dramatis Barcelona di leg kedua enam belas besar Liga Champions tidak  disambut gegap gempita oleh semua kalangan.

Sebut saja pelatih timnas Norwegia Lars Lagerback.

Ia  mengkritik aksi teatrikal Luis Suarez saat membantu Barcelona mendepak Paris Saint Germain dengan dramatis di Liga Champions.

Baginya, kemenangan Barcelona ini penuh kontreversi.

Salah satunya adalah penalti yang didapat Barcelona di penghujung laga saat dalam situasi empat satu untuk Blaugrana.

Suarez terjatuh di kotak penalti PSG meski hanya terkena sedikit sentuhan dari pemain PSG, Marquinhos. Aksi diving yang membuat Suarez dicela Lagerback.

“Ini omong kosong, laga ini ditentukan dengan diving. Saya merasa sedih dan menyesalkan ini terjadi di sepakbola,” kata Lagerback dilansir Marca, Jumat 10 Maret 2017.

“Saya juga sangat marah karena kemenangan ini murni karena aksi teatrikal Suarez. Buat apa ada hakim garis di belakang gawang kalau tidak bisa melihat hal itu,” lanjutnya.

Tak hanya aksi diving Suarez, Barcelona juga dianggap dibantu wasit saat PSG tidak mendapat hadiah penalti meski Angel Di Maria dilanggar di kotak terlarang di menit delapan puluh enam

Lagerback merupakan pelatih kawakan di dunia sepakbola.

Nama pelatih itu mencuat saat berhasil membawa Islandia ke perempatfinal Piala Eropa taun lalu.

Berlainan dengan Lagerback, petinggi FIFA Gianni Infantino, memuji kemenangan dramatis dan sensasional

“Apa yang kita lihat adalah pertandingan yang luarbiasa. Ini menunjukkan bahwa sepakbola sungguh sebuah permainan yang fantastis,” kata Infantino, seperti dilansir Marca, Jumat 10 Maret 2017.

Namun, kemenangan Barcelona ini penuh kontroversi. Salah satunya adalah penalti yang didapat Barcelona di penghujung laga.

Apa kata Infantino?

“Apapun yang terjadi dalam sebuah laga, adil atau tidak adil, itu kita serahkan kepada keputusan yang sudah dibuat wasit pertandingan,” kata dia menanggapi kontroversi yang terjadi.

Meski demikian, dia mendungkung terobosan baru dalam pertandingan sepakbola. Yaitu dengan penggunaan video pendamping wasit yang akan membantu kinerja wasit.

Wasit nantinya bisa berkonsultasi dengan video official untuk empat situasi.

Yaitu status gol, keputusan hukuman penalti, kartu merah dan kesalahan yang teridentifikasi.

“VAR akan ada di masa depan. Agar bisa menganulir keputusan wasit yang jelas-jelas salah. Sehingga di masa depan, ketika ada kesalahan yang nyata, bisa segera dikoreksi,” katanya.

“Anda  mungkin merasa sudah melihat segalanya, tapi terkadang anda akan melihat sesuatu yang berbeda dari sudut pandang yang berbeda,” lanjutnya

Sementara itu para fans Barca masih bersorak merayakan timmya lolos dari lubang jarum.

Barcelona harus menghadapi misi mustahil saat menjamu Paris Saint Germain  di Camp Nou, Kamis dinihari WIB

Pasalnya, Lionel Messi dan kawan-kawan membutuhkan kemenangan dengan selisih 5 gol setelah di leg sebelumnya dipaksa menyerah empat gol oleh PSG.

Dalam sejarah Liga Champions, belum ada satu timpun yang mampu melakukan hal itu. Itu sebabnya, banyak yang tidak menduga PSG tinggal menunggu waktu melaju ke babak 8 besar.

Namun keajaiban muncul di Camp Nou. Barcelona mampu bangkit dan membantai PSG

Sorak sorai para pendukung Barcelona pecah saat Sergi Roberto mencetak gol terakhir di masa injury time yang menjadi penentu keberhasilan Blaugrana menggenggam tiket menuju babak 8 besar.

Seperti dilansir The Sun, kegembiraan sekitar 96 ribu fans Barca menimbulkan gemuruh di Camp Nou. Bahkan seismolog, Jordi Diaz, mengklaim perayaan gol Roberto menyebabkan gempa ringan.

Kesimpulan ini didasari hasil pencatatan seismometer yang ditempatkan di Institut Ilmu Bumi Janume Almera, sekitar lima ratus meter dari arena pertarungan. Saat gol terjadi, alat ini mencatat getaran terbesar yang pernah terekam sejak alat itu ditempatkan di sana lima tahun lalu.

Menurut Diaz, saat gol kedua dan ketiga tercipta, seismometer juga mencatat amplitudo yang berada di atas normal, tapi sempat turun lagi saat PSG mencetak gol lewat Edinson Cavani.

Perubahan kembali terlihat saat gol keempat dan kelima tercipta. Dan puncaknya terjadi saat Sergi Roberto mencetak gol keenam bagi timnya.

Gerakan berirama yang ditimbulkan pendukung tim tuan rumah saat merayakan gol ini telah ditransmisikan sebagai gelombang seismik.

Selain sepak bola, Diaz juga selama ini kerapp mengukur perubahan yang terjadi selama konser berlangsung di Camp Nou.

 

Komentar