Ini Dia Pernyataan Pertama Zidane

Penulis: Darmansyah

Selasa, 5 Januari 2016 | 15:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Apa yang dikatakan Zinedine Zidane ketika menerima kepercayaan sebagai pelatih Real Madrid?

“Hari ini adalah hari penting untuk saya. Saya merasa sedikit emosional melebihi ketika saya direkrut sebagai pemain,” kata Zidane.

Ya itu kalimat pertama ketika dikeroyok wartawan usai Florentino Perez mengumumkan sang legenda Perancia asal Aljazair itu menerima jabatan kepelatihan di Santiago Bernabue.

Zidane sendiri turut hadir saat namanya diumumkan sebagai pelatih baru Real Madrid pada konferensi pers, Senin malam WIB, 04 Januari 2016.

Di kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan targetnya.

Zidane?

Ia bukan sosok asing untuk Madrid.

Selain mengabdi dengan lima jabatan berbeda sejak enam tahun terakhir, dia juga sempat menjadi pemain Madrid selama lima musim di awal abad ini.

Ketika memutuskan pindah dari Juventus ke Madrid pada musim, Zidane mematahkan rekor transfer dunia.
Tujuh puluh lima juta juta euro.

Namun, pria berkebangsaan Perancis ini mengaku lebih berkesan saat ditunjuk sebagai pelatih.

Zidane juga telah menetapkan target untuk memenangi trofi pada akhir musim ini.

Tak peduli, Los Blancos tengah tertinggal empat poin dari Atletico Madrid sebagai pemuncak klasemen La Liga.

“Kami memiliki tim dan suporter terbaik dunia. Apa yang akan saya lakukan yakni memberikan hal terbaik untuk tim demi memenangi sesuatu pada akhir musim,” tutur dia.

Untuk Anda tahu, pilihan terhadap Zidane juga merupakan sejarah Real Madrid.

Zidane merupakan pelatih pertama dengan kebangsaan Perancis.

Dia juga tercatat sebagai pelatih termuda Los Blancos dalam sepuluh tahun terakhir.

Zidane bukanlah sosok pertama yang berkarier untuk Madrid baik sebagai pemain maupun pelatih.

Sebelumnya, ada Garcia Remon, Camacho, Del Bosque, Valdano, Alfredo Di Stefano, Molowny, Amancio, Miguel Munoz.

Berlainan dengan Zidane yang antusias dengan jabatan kepelatihannya, Rafael Benitez, menolak menjawab soal pemecatan dirinya.

Dia lebih senang memuji perjuangan keras para pemainnya pada laga versus Valencia.

Pemecatan Benitez benar-benar terjadi setelah Real Madrid hanya bermain imbang melawan Valencia di Stadion Mestalla.

Sebelumnya, sejumlah media massa di Spanyol telah mengembuskan isu pemecatan Benitez.

Rrumor kala itu, dewan direksi Real Madrid akan mengadakan rapat pada, yang diduga membahas masa depan Benitez.

Benitez mengakui tak bisa menghentikan pemecatan itu.

Namun, eks pelatih Valencia itu hanya santai usai dipecat.

“Anda berhak mengajukan pertanyaan seputar pemecatan. Jangan melihat hasil semata,” kata Benitez saat menjawab pertanyaan wartawan soal masa depannya.

“Usaha dari tim ini pantas mendapatkan pujian, lebih dari apa pun. Saya memang tak punya kuasa terkait pemecatani itu. Yang bisa saya komentari adalah perjuangan keras tim ini pantas mendapat pujian,” ucapnya lagi.

Sementara itu raksasa media Spanyol “marca,” menuding Presiden Real Madrid Florentino Perez sebagai tukang depak pelatih. Rafael Benitez menjadi korban kesepuluhnya.

Benitez hanya menjabat selama seratus delapan puluh tujuh hari hari.

Namun, dia bukanlah pelatih dengan masa bakti tersingkat pada masa kepemimpinan Florentino Perez.

Jose Antonio Camacho, Mariano Garcia Remon, dan Juan Ramon Lopez Caro lengser hanya kurang dari tiga bulan.

Nama terakhir berstatus sebagai pelatih interim setelah Vanderlei Luxemburgo dipecat.

Komentar