Gempa Dahsyat di Pidie Jaya

Penulis: Darmansyah

Rabu, 7 Desember 2016 | 09:57 WIB

Dibaca: 6 kali

Gempa dangkal di Pidie Jaya, Aceh, Rabu subuh, atau tepatnya pukul nol lima koma nol tiga WIB, 07 Desember 2016, dengan skala richter enam koma lima skala richter, membawa malapetaka hebat  terhadap korban jiwa akibat banyaknya bangunan yang ambruk.

Hingga tulisan ini dirilis, menurut badan penanggulangan bencana Pidie Jaya, sudah dicatat delapan belas penduduk meninggal dunia serta ratusan lainnya menderita luka-luka akibat tertimpa bangunan yang rubuh.

Sebut saja di  Desa Keude Lueng Putu, Kecamatan Bandar Baroe, penduduk  masih mencari korban yang tertimpa di reruntuhan bangunan

Salah seorang warga Lueng Putu, Murdhani, mengatakan, dia bersama warga lainnya sedang melakukan pembersihan reruntuhan toko.

“Pemilik toko Haji Jailani dan istrinya diduga masih berada di reruntuhan bangunan tokonya. Karena malam hari, Haji Jailaini menginap di toko dan sampai sekarang belum temukan,” sebutnya.

Dia menyebutkan, sebanyak delapan toko di Lueng Putu ambruk.

“Kami berusaha terus mencari korban lainnya juga. Polisi, TNI, dan masyarakat saling bekerja sama,” ujar dia.

BMKG yang semula memerilis kekuatan gempa pada Rabu subuh itu lima enam koma empat. Tapi menjelang siang mereka mengubahnya menjadi enam koma lima skala richter.

Pusat gempa  tepatnya terletak pada kedalaman sepuluh kilometer  Timur Laut, Kabupaten Pidie Jaya.

Tentang korban, menurut rilis terakhir, terus bertambah.

Informasi terakhirnya menyebut jumlah korban meninggal dunia berjumlah dua puluh orang.

“Informasi terakhir ada dua puluh orang meninggal dunia, evakuasi masih terus dilakukan,” kata Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi.

Menurutnya, untuk mengevakuasi korban yang kemungkinan tertimbun, sejumlah alat berat diturunkan. Said berharap, pemerintah daerah sekitar turut membantu evakuasi.

“Kalau masalah jumlah alat berat, tidak masalah. Tetapi kami juga meminta bantuan dari kabupaten sekitar,” ujar Said.

Gempa juga mengakibatkan belasan bangunan roboh, termasuk masjid. Bukan hanya di Pidie Jaya, sejumlah bangunan di Kabupaten Bieruen juga roboh akibat gempa.

Gempa itu  tak berpotensi tsunami terjadi pada pagi ini.

Saat gempat terjadi warga masih banyak yang tidur. Warga berhamburan keluar saat gempa.

Semula diberitakan hanya belasan bangunan yang roboh dan sejumlah jalan juga dikabarkan retak

Namun menjelang siang WIB sudah tercatat ratusan bangunan yang roboh.

“Kami masih mendata lokasi persisnya,” kata Heni

Sementara di Kabupaten Bieruen, yang bertetangga dengan kabupaten Pidie Jaya, dudah  tercatat ada dua unit rumah dan satu masjid roboh.

Gempa juga menyebabkan empat orang tewas dan satu orang terluka.

Walau pun tak berpotensi menimbulkan tsunami warga sempat berhamburan keluar rumah dan berlarian menjuahi pantai karena gempa yang cukup kuat itu.

“Gempanya terasa kuat sekali,” kata Rafida, warga Aceh Jaya yang berada jauh dari pusat gempa.

Rafida mengaku tengah tidur saat gempa mengguncang. Ia panik dan sontak terbangun dan keluar rumah.

Gempa ini  juga  terasa di wilayah Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat dan sekitarnya, sehingga warga berhamburan keluar rumah.

“Memang masih tidur, gempa terasa seperti bumi ini dihempas dan berayun, begitu terjaga sedikit panik, rangkul anak langsung lari buka pintu ke luar,” kata Yusna warga Kompleks Perumahan Blang Beurandang, Meulaboh.

Akibat gempa ini di beberapa kawasan listrik sempat padam.

Di Darussalam sebagian listrik padam, di Krueng Raya, dan di Kajhu sempat padam.

Situasi di kawasan pinggir pantai Alue Naga, Lhoknga, Krueng Raya dan Peukan Bada sudah kembali normal.

Warga sudah kembali ke rumah setelah sempat berhamburan ke luar dan siaga dengan kendaraannya masing-masing

Hingga pagi ini alat berat sudah berdatangan di lokasi. Alat-alat berat sudah bergerak melakukan evakuasi

Sedangkant sejumlah warga yang terluka dilarikan ke rumah sakit.

Ada sejumlah warga tertimbun.

Tim medis dari puskesmas dan rumah sakit juga sudah berada di lokasi.

Banyak korban itu bapak-bapak yang terluka, saya sempat melihat ada satu bocah meninggal tertimbun di rumahnya. Banyak bangunan roboh itu masjid

Komentar