Evolusi Setengah Hati dari Logo Google

Penulis: Darmansyah

Rabu, 2 September 2015 | 14:53 WIB

Dibaca: 0 kali

02 September 2015 waktu Indonesia, atau 01 September 2015 waktu Los Angeles, Amerika Serikat, logo baru hasil evolusi “setengah hati” Google diluncurkan.

Tak ada yang benar-benar berubah secara :”revolusi” dari logo raksasa internet itu.

Sebenarnya, juga, tak ada kejutan yang benar-benar “shock therapy” dari peluncuran logo, yang memang waktunya merampas peminat internet global.

Selain unsur pendadakan, berkat rahasia yang sangat ketat, tak ada yang benar-benar baru dari logo itu.

Dan untuk dipahami evolusi logo ini, bukan “penggantian, tidaklah yang pertama dari perusahaan yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin

“Hari ini kami memperkenalkan bahasa visual baru yang merefleksikan realita ini, karena kami ingin terus menunjukkan momen-momen di mana keajaiban Google sedang membantu Anda, bahkan dari layar yang paling kecil,” jelas Google dalam keterangan resminya.

Benar. Google tidak sedang “jual” kecap dengan rilis di blognya itu.

Google menjelaskan bahwa ini bukan kali pertama perusahaan mengganti tampilannya, dan kemungkinan besar tidak akan menjadi yang terakhir.

Tapi pembaruan kali ini adalah refleksi yang sesuai dari beragam cara Google bekerja untuk pengguna, baik melalui Search, Maps, Gmail, Chrome, dan lainnya.

“Kami tetap mengambil yang terbaik dari Google sebuah logo bernada simpel, friendly, berwarna-warni, dan kembali memahatnya tak hanya untuk Google masa kini, tapi untuk Google masa depan,” tulis Google.

Logo baru ini akan diterapkan secara perlahan ke berbagai produk Google.
“Anda akan segera melihat desain baru ini diaplikasikan di berbagai produk-produk kami,” ungkap Google.
Logo baru yang dikenalkan Google hari ini, Rabu, 02 Agustus 2015, di Indonesia, menjadi logo ke enam yang dipakai Google sejak tujuh belas tahun lalu, di luar logo yang dibuat sebelum Google diluncurkan.

Perubahan logo pertama yang dilakukan Google terjadi pada periode tahun pertama operasionalnya, tak lama setelah logo pertamanya diperkenalkan juga di tahun yang sama.

Kemudian, Google memperkenalkan logo baru dengan font yang lebih ramping sethun kemudian dan tahun berikut muncul logo lain yang bertahan sebelas tahun

Logo yang dikenalkan di tahun 2010 tersebut bertahan cukup lama, yaitu tiga tahun, atau hingga 2013.

Perubahan logo Google di dua tahun lalu mungkin menjadi perubahan logo yang sulit dikenali, pasalnya dari bentuk font tidak terjadi banyak perubahan, Google hanya mengubah logo yang semula nampak timbul menjadi lebih flat.

Hingga akhirnya pada 02 September 2015 waktu Indonesia, Google mengenalkan logo baru agar lebih sesuai dengan pergeseran tren perangkat yang dipakai oleh pengguna internet.

Logo Google yang baru ini diharapkan bisa lebih sesuai untuk semua jenis perangkat, bahkan yang memiliki “layar terkecil” sekalipun.

Coretan artistik atau doodle yang menggantikan logo Google dilihat oleh ratusan juta orang. Tetapi, siapakah otak di baliknya?

Game Pac-Man, Olimpiade, atau Huckleberry Finn untuk memperingati penulis Mark Twain hanya beberapa dari sekian banyak coretan yang digunakan Google di halaman utama mereka.

Tujuh belas tahun lalu logo Google dengan gambar stick figure dibelakang huruf “o” menunjukkan bahwa tim sedang keluar kantor.

Kini coretan itu telah berkembang menjadi desain-desain unik dan merupakan representasi artistik atas orang-orang serta peristiwa terkenal.

Kini ada lebih dari seribu coretan. Mereka menampilkan peristiwa ataupun orang terkenal dan yang kurang terkenal, mereka juga memperingati hari-hari penting dan semakin hari menjadi semakin interaktif.

Beberapa coretan dibuat hanya dalam waktu beberapa jam, sedangkan lainnya seperti Freddie Mercury memakan waktu berbulan-bulan. Semuanya diciptakan oleh sekelompok seniman yang duduk di kantor kecil di California.

Pemimpin kreatif tim itu, Ryan Germick, mengatakan, ia tidak peduli bahwa karyanya dilihat oleh begitu banyak orang.

“Otak manusia tidak dirancang untuk memahami bagaimana ratusan juta orang menginterpretasikan sesuatu. Bagi saya, yang penting adalah membuat kolega saya tertawa, atau belajar teknik baru. Jika itu sudah tercapai, berarti saya sudah melakukan pekerjaan saya.”

“Kami memastikan bahwa kami mewakili seni dan teknologi sebaik-baiknya.”

Kris Hom, insinyur teknik yang baru bergabung dengan tim Germick, mengatakan, hal yang berkesan baginya adalah pujian dari ibunya.

Keputusan mengenai apa yang akan ditampilkan adalah “proses demokratis” dan lebih ditekankan pada elemen kejutan.

Masukan dari masyarakat dan juga ide-ide dari kantor Google di negara-negara lain memegang peran penting. Banyak coretan yang dibuat dengan perangkat gambar dijital, tetapi juga alat konvensional. Seniman Jennifer Hom menggambar ulang tahun Gustav Klimt menggunakan daun emas palsu dan cat minyak di atas kanvas.

Fakta unik di balik coretan menciptakan “obrolan santai”, kata konsultan branding Lisa Downey Merriam dari Merriam Associates.

“Coretan itu fun, menarik, lucu, dan nakal, sebagian besar dari mereka relevan dan kadang-kadang mengejutkan, semuanya menggambarkan kepribadian Google.”

Dan selama perusahaan itu tetap dominan, sketsa-sketsa serta coretan itu, terlepas apakah Anda memandangnya sebagai seni, desain, hiburan, atau upaya branding, akan menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan penggunaan internet sehari-hari.

Komentar