Detik Kabisat, “Leap Second,” Anda Tahu?

Penulis: Darmansyah

Kamis, 15 Januari 2015 | 11:06 WIB

Dibaca: 0 kali

Memperkenalkan detik kabisat! Kenalkah Anda lompatan detik itu? Anda mengenalnya?

Ya, lompatan detik atau dikenal dengan “leap second” atau detik kabisat.

Fenomena ini membuat waktu menjadi lebih lambat beberapa detik dan ternyata, ia berdampak cukup buruk bagi berbagai bidang.

Peristiwa ini merupakan hal yang sudah terjadi sejak empat puluh tiga tahun lalu dan akan kembali terjadi pada 30 Juni 2015. Kala itu, ketika tengah malam, jam atom di Bumi akan dilambatkan selama satu detik.

Hal yang mengejutkan? Tidak. Karena ia sudah ditemukan sejak lama dengan selisih waktu akan lebih lama satu detik di banding tahun 2014 kemarin.

Lompatan detik di mana waktu Bumi melambat beberapa detik. Hal ini terjadi karena gerak rotasi Bumi tidak teratur, bisa disebabkan oleh pasang surut dan perubahan dalam inti Bumi.

Hal ini berdampak pada perubahan waktu yang terjadi dalam jangka waktu tertentu.

Kebijakan ini dibuat oleh para ilmuwan di Badan Sistem Referensi dan Rotasi Bumi Internasional, sebuah lembaga internasional yang bertugas memantau waktu dunia berdasarkan jam atom.

Para ahli sepakat bahwa waktu di Bumi harus disesuaikan dengan jam atom sebagai acuan waktu dunia. Untuk mendapatkan waktu yang sesuai, maka satu detik ekstra ditambahkan secara berkala pada Universal Time Coordinated sebagai patokan standar waktu dunia.

Tahun 2015 ini, lompatan detik akan terjadi pada 30 Juni mendatang dan memperlambat waktu selama satu detik pada UTC. Meski hanya lebih lambat satu detik, fenomena ini dapat memberikan dampak luar biasa pada sistem komputer dan layanan internet di berbagai bidang industri.

Para insinyur yang terlibat dalam pembuatan sistem peramban Mozilla Firefox dan Opera memberikan komentar serupa.

“Server menjalankan aplikasi Java seperti Hadoop dan ElasticSearch, dan java tidak muncul untuk menjalankannya. Kami percaya hal ini terkait lompatan detik yang terjadi pada tengah malam. Dalam hal ini, sistem Java terperangkap dalam lompatan detik,” kata Eric Ziegenhorn, seorang insinyur di Mozilla dikutip dari PC Mag.

“Lompatan detik begitu buruk. Setelah empat tahun dari fenomena lompatan detik pertama, sistem dan aplikasi kami masih mengandalkan perkiraan lama. Sehingga masih bisa menyebabkan kerusakan parah ketika fenomena ini terjadi,” kata Marco Marongiu, System

Seiring berkembangnya teknologi, perdebatan soal lompatan detik atau sering pula disebut detik kabisat ini, baru dirasakan sejak lima belas tahun lalu karena dinilai mengganggu urusan teknis berbagai operasi berskala global.

Di sisi lain, ada pihak yang tetap ingin mempertahankannya.

Pada pertemuan organisasi di bawah naungan PBB, International Telecommunication Union di Jenewa tahun 2012 silam, negara Amerika Serikat, Italia, Perancis, Meksiko, dan Jepang ingin menghapus lompatan detik dengan alasan bikin kacau dan mengganggu sistem akurasi navigasi dan komunikasi.

Mereka mengklaim bahwa kegiatan transaksi uang yang tepat waktu bisa menjadi kacau, serta pengaturan posisi kendaraan yang tidak menentu. Tahun 2012, lompatan detik menyebabkan empat ratus penerbangan Qantas tertunda.

“Banyak pengajuan yang bergantung pada ketepatan waktu yang selaras. Contohnya, telekomunikasi dan navigasi satelit yang sangat bergantung pada sinyal jam atom,” ujar peneliti sekaligus ahli lompatan detik dari National Physical Laboratory, Peter Whibberley, kepada CNN.

Namun menurut Whibberley sendiri, sistem ketepatan waktu bisa semakin kacau jika kita malah berniat mengubahnya.

Tak semua negara sependapat dengan penghapusan lompatan detik. Inggris, Jerman, Kanada, dan Tiongkok menyatakan bahwa lompatan detik tidak seharusnya dihilangkan.

Inggris mengatakan, jika lompatan detik dihapus, hubungan antara konsep waktu Bumi dengan pengaturan waktu terbit dan terbenamnya matahari akan rusak selamanya.

Tak hanya itu, penggunaan Greenwich Mean Time atau “GMT” yang menjadi acuan pengukuran waktu matahari juga terancam berakhir.

“Sejak zaman dahulu rotasi bumi telah memberikan skala waktu, yakni unit waktu paling dasar: solar day,” ungkap pakar pengukuran waktu dari Royal Observatory Greenwich, Rory McEvoy, dikutip dari laporan “The Telegraph.”

Sementara negara seperti Nigeria, Rusia, dan Turki dikabarkan menanti penelitian lebih jauh terkait lompatan detik itu.

Selain gangguan sistem navigasi telekomunikasi dan penerbangan, lompatan detik juga mengganggu sejumlah layanan situs web seperti Reddit, Foursquare, dan LinkedIn.

Nasib lompatan detik ini mungkin menjadi jelas setelah digelar Konferensi Komunikasi Radio Dunia pada November 2015 mendatang.

Lompatan detik tahun 2015 ini baru diumumkan pada 8 Januari lalu oleh Badan Sistem Referensi dan Rotasi Bumi Internasional atau International Earth Rotation and Reference Systems Service/IERS, sebuah lembaga internasional yang memantau pergerakan Bumi dan waktu dunia.

Fenomena ini diyakini sepenuhnya berasal dari ilmu penghitungan fisika serta pengamatan astronomi karena Bumi bergerak lebih cepat atau lebih lambat. Bisa disebabkan oleh pasang surut dan perubahan dalam inti Bumi.

Para ahli sepakat bahwa waktu di Bumi harus disesuaikan dengan jam atom sebagai acuan waktu dunia. “Jam atom menjaga jalannya waktu jauh lebih baik dari pada bumi itu sendiri. Mereka satu juta kali lebih stabil,” jelas Whibberley.

Untuk mendapatkan waktu yang sesuai dengan gerakan Bumi, para ilmuwan di IERS maka satu detik ekstra ditambahkan secara berkala pada Universal Time Coordinated sebagai patokan standar waktu dunia.

Komentar